بَابُ التَّوْكِيدِ Bab Tentang Taukid وَالتَّوْكِيدُ ضَرْبَانِ: لَفْظِيٌّ وَمَعْنَوِيٌّ. Taukid ada dua. Yaitu: 1. Taukid lafdzi. 2. Taukid maknawi. فَاللَّفْظِيُّ إِعَادَةُ اللَّفْظِ الْأَوَّلِ بِعَيْنِهِ سَوَاءٌ كَانَ إِسْمًا نَحْوُ جَاءَ زَيْدُ زَيْدُ. Taukid lafdzi ialah mengulang muakkad (lafadz yang ditaukidi) dengan lafadznya sendiri (lafadznya muakkad tersebut). Baik berupa isim. Contoh: جَاءَ زَيْدُ زَيْدُ )Benar- benar Ali telah datang). أَوْ فِعْلًا نَحْو: أَتَاكَ أَتَاكَ اللَّاحِقُوْنَ اِحْبَسْ احْبَسْ Atau berupa fi'il. Contoh: أَتَاكَ أَتَاكَ اللَّاحِقُوْنَ احْبَسْ احْبَسْ (mendatangimu, mendatangimu orang-orang yang menyusul, maka tahanlah, tahanlah). أَوْ حَرْفًا نَحْو: لَا لَا أَبُوحُ بِحُبِّ بَثْنَةَ إِنَّهَا * أَخَذَتْ عَلَيَّ مُوَاثِقًا وَعُهُوْدًا Atau berupa huruf. Contoh: لَا لَا أَبُوْحُ بِحُبِّ بَثْنَةَ إِنَّهَا * أَخَذَتْ عَلَيَّ مُوَاثِقًا وَعُهُوْدًا (Sungguh aku tidak jelas/tau dengan ci...
Kami mencoba untuk berkontribusi dalam mengupload kitab-kitab klasik dengan versi digital melalui media sosial yang ada. Kitab digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Kemudahan akses, fitur yang lengkap, dan dampak positif terhadap lingkungan membuat kitab digital semakin populer. Dengan terus berkembangnya teknologi, kita dapat berharap akan muncul lebih banyak inovasi dalam dunia penerbitan digital.