بَابُ الكلام
Bab Kalam
الكلامُ هُوَ
اللفظ المُرَكَّبُ الْمُفِيدُ بالوضع
Keterangan :
• Lafadz adalah suara yang mengandung sebagian huruf Hijaiyah (huruf huruf Arab yang diawali dari alif sampai ya'). Contoh: زَيْدُ dan قَائِمُ
• Murokkab adalah lafadz yang tersusun dari dua kalimat atau lebih dengan susunan isnadi (penisbatan atau penyandaran hukum yang menjadikan kesempurnaan faidah). Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( أنا قائم )Saya orang yang berdiri
• Mufid adalah ungkapan berfaidah yang dapat memberikan pemahaman sehingga tidak membutuhkan pertanyaan dari orang yang mendengarkan. Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri(
• Wad'i menurut sebagian ulama' nahwu adalah berbahasa Arab, dan menurut ulama' yang lain wad'i adalah disengaja oleh orang yang mengucapkan.
وَأَقَلُّ مَا يَتَأَلَّفُ مِنْ إِسْمَيْنِ نَحْو: زَيْدٌ أَوْ مِنْ فِعْلٍ وَاسْمٍ، نَحْو: قَامَ زَيْدٌ قَائِمٌ. وَالْكَلِمَةُ قَوْلُ مُفْرَد
Paling sedikit kalam tersusun dari dua isim. Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( atau dari fi'il dan isim. Contoh: قَامَ زيد )Zaid telah berdiri(. Kalimah adalah qaul yang mufrod.
Keterangan:
• Qaul adalah lafadz yang menunjukkan makna. Contoh: زيد
• Mufrad adalah lafadz yang jusnya tidak menunjukkan pada juz (bagian) dari makna lafadz tersebut. Contoh رَجُلٌ bermakna "Orang laki-laki", Juznya lafadz رَجُلٌ yaitu رجل tidak menunjukkan Juznya laki-laki (kepala, tangan, kaki, badan, dll.)
وَهِيَ إِسْمٌ وَفِعْلٌ وَحَرْفٌ جَاءَ لِمَعْنَى.
Kalimah terbagi menjadi 3. Yaitu:
1. Isim.
2. Fi'il
3. Huruf yang bermakna.
Keterangan:
★ Kalimah isim adalah kalimat yang menunjukkan makna dengan sendirinya dan tidak disertai dengan zaman. Contoh: زيد
★ Kalimah fi'il adalah kalimat yang menunjukkan makna dengan sendirinya dan bersamaan dengan salah satu zaman yang ada tiga, yaitu:
1. Zaman madhi. Contoh: ضَرَبَ )Telah memukul(
2. Zaman istiqbal. Contoh: قم )Pukullah sekarang(
3. Zaman hal Contoh : يَقُوْمُ )Akan/sedang memukul(
★ Kalimah huruf adalah: Kalimat yang menunjukkan makna bila di sertai kalimat lain, dan tidak bersamaan dengan zaman. Contoh: في . Lafadz ini bisa menunjukkan makna dzarfiyyah bila bersamaan dengan kalimat lain, seperti : فِي الْمَدْرَسَةِ )Didalam madrasah
فَالْإِسْمُ يُعْرَفُ بِالْإِسْنَادِ إِلَيْهِ، وَبِالْخُفْضِ،وَالتَّنْوِينِ، وَبِدُخُولِ الأَلِفِ وَاللَّامِ وَحُرُوفِ الْخَفْضِ.
Kalimah isim bisa diketahui dengan 5 tanda. Yaitu:
1. Isnad ilaih, yaitu penisbatan atau penyandaran hukum yang menjadikan sempurnanya faidah.
2. Khafadz (jar) adalah perubahan tertentu yang ditandai dengan kasrah. Contoh: بِزَيْدٍ atau yang menggantikan kasrah seperti
fathah yang terdapat pada isim ghairu munsharif Contoh: بِأَحْمَدَ
dan ya. Seperti yang terdapat pada jama' mudzakkar salim.
Contoh: بِزَيْدِينَ atau isim tasniyyah.
Contoh: بِرَيْدَيْنِ
Atau yang terdapat pada asma'ul khamsah.
Contoh: بأَبِيكَ
3. Tanwin adalah suara nun mati yang terdapat pada akhir kalimah isim.
Contoh: جَاءَ زَيْدُ )Zaid telah datang
4. Kemasukan آل
Contoh: الرَّجُل
5. Kemasukan huruf jar.
Contoh: فِي المَدْرَسَة )Didalam madrasah
Keterangan:
Tanwin yang menjadi tandanya kalimat isim ada 4. Yaitu:
1. Tanwin tamkin, yaitu tanwin yang masuk pada isim mu'rab kecuali jama' mu'annats salim.
Contoh: رَجُلٌ كِتَابٌ زَيْدُ
2. Tanwin tankir, yaitu tanwin yang terdapat pada sebagian kalimat isim yang mabni dan berfaidah menunjukkan kenakirahannya.
Contoh: سِيبَوَيْهِ )jika lafadz سبويه dibaca dengan tanpa tanwin maka statusnya ma'rifat, dan jika lafadz سِبْبَوَيْهِ dibaca dengan tanwin maka statusnya nakiroh).
3. Tanwin iwadl, yaitu tanwin yang mengganti perkara lain. Tanwin iwadl ada 3, yaitu:
★ Iwadl anil harfi (tanwin yang menggantikan huruf), yaitu tanwin yang terdapat pada lafada جَوَارِ aslinya جَوَارِيُّ
★ Iwadl anil ismi (tanwin yang menggantikan isim), yaitu tanwin yang terdapad pada lafad: كُلِّ dan بَعْضُ
contoh:قُلْ كُلُّ يَعْمَلُ عَلَى شَاكِلَتِهِ )Katakanlah: "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masin") aslinya .....قُلْ كُلُّ أَحَدِ
★ Iwadl anil jumlah (tanwin yang menggantikan jumlah), yaitu tanwin yang terdapat pada lafadz إذ,
contoh: وَأَنْتُمْ حِيْنَئِذٍ تَنْظُرُوْنَ )Padahal kamu ketika itu melihat) aslinya وَأَنْتُمْ حِبْنَئِذْ بَلَغَتْ
4. Tanwin muqabalah, yaitu tanwin yang terdapat pada jama' mu'annats salim, sebagai perbandingan nun yang terdapat pada jama' mudzakkar salim. آل yang menjadi tandanya kalimah isim ada 3. Yaitu:
1. AL ma'rifat, yaitu آل yang berfungsi mema'rifatkan isim nakirah. Contoh: الرَّجُلُ
2. AL zaidah, yaitu ال yang masuk pada isim ma'rifat. Contoh:الزَّيْدُ
3. AL mausulah, yaitu آل yang terdapat pada isim sifat. Contoh: الضَّارِبُ الْمَضْرُوبُ
وَيُعْرَفُ أَلْفِعْلُ بِقَدْ وَالسِّيْنَ, وَسَوْفَ وَتَاءِ التَّأْنِيثِ السَّاكِنَةِ.
Kalimah fi'il bisa di ketahui dengan 4 tanda. Yaitu:
1. Qad, qad bisa menjadi tandanya fi'il madli dan mudhare'.
Contoh: قَدْ ضَرَبَ )Telah memukul( قَدْ يَضْرِبُ )Akan/sedang memukul(
2. Sin tanfis, sin tanfis hanya menjadi tanda pada fi'il mudhari'.
Contoh: سَيَضْرِبُ )Akan memukul(
3. Saufa, saufa hanya bisa menjadi tanda pada fi'il mudhari'.
Contoh: سَوْفَ يَضْرِبُ )Akan memukul(
4. Ta' ta'nis sakinah, Ta' ta'nis sakinah hanya menjadi tandanya fi'il madli. Contoh : ضَرَبَتْ )Telah memukul
وَهُوَ ثَلَاثَةُ أَنْوَاعٍ: مَاضٍ وَيُعْرَفُ بِتَاءِ التَّأْنِيثِ السَّاكِنَةِ. نَحْو: قَامَتْ وَقَعَدَتْ.
Kalimah fi'il ada tiga. Yaitu:
1. Fi'il madhi
yang bisa diketahui dengan ta' ta'nis sakinah. Contoh: قَامَتْ )Telah berdiri( قَعَدَتْ )Telah duduk
وَمِنْهُ نِعْمَ وَبِئْسَ وَلَيْسَ وَعَسَى عَلَى الْأَصَحِ
Termasuk kalimah fi'il madli adalah lafadz نِعْمَ بِئْسَ dan juga menurut pendapat yang ash لَيْسَ عَسَى juga termasuk kalimah fi'il madli, karena tempat lafadz tersebut bisa bertemu dengan ta' ta'nis sakinah. Contoh: نِعْمَتْ بِئْسَتْ لَيْسَتْ عَسَتْ
وَمُضَارِعُ وَيُعْرَفُ بِدُخُولِ لَمْ عَلَيْهِ. نَحْو: لَمْ يَقُمْ. وَلَا بُدَّ فِي أَوَّلِهِ مِنْ إِحْدَى الزَّوَائِدِ الْأَرْبَعِ وَهِيَ الْهَمْزَةُ وَالنُّوْنُ وَالْيَاءُ وَالتَّاءُ. يَجْمَعُهَا قَوْلُكَ : نَأَيْتُ.
Yang nomor 2 dari pembagian fi'il adalah fi'il mudhari'. Fi'il mudhari' bisa diketahui dengan masuknya huruf contoh: لَمْ يَقُمْ (Tidak berdiri) Huruf awal fi'il mudlori' harus berupa salah satu huruf tambahan yang ada 4, yang terkumpul dalam kata-kata: نَيْتُ Yaitu:
1. Hamzah, yang menunjukkan makna mutakallim. Contoh: اَضْرِبُ (Saya sedang/akan memukul)
2. Nun, yang menunjukkan makna mutakallim ma'al ghoir, mutakallim mu'addom nafsah. atau Contoh: نَقُوْمُ (Kita/saya sedang/akan berdiri)
3. Ya', yang menunjukkan makna mufrod mudzakkar gho'ib. Contoh: يَضْرِبُ (Akan/sedang memukul, mudzakkar tasniyyah gho'ib. atau Contoh : يَضْرِبَانِ (Dua lelaki akan/sedang memukul). Atau jama' mudzakkar gho'ib. Contoh: يَضْرِبُوْنَ (Beberapa memukul). laki-laki sedang/akan Atau mu'annats gho'ib. Contoh: يَقُمْنَ (Para wanita akan/sedang berdiri)
4. Ta', yang menunjukkan makna mufrod mudzakkar mukhotob. Contoh: تَضْرِبُ )Kamu akan/sedang memukul(. Atau tasniyyah mudzakkar mukhotob. Contoh: تَضْرِبَانِ )Kamu (laki-laki-laki( akan/sedang memukul). Atau jama' mudzakkar mukhotob. Contoh: تَضْرِبُوْنَ )Kamu akan/sedang memukul). semua Atau jama' mu'annats mukhotobah. Contoh: تَقُمْنَ )Kamu semua {wanita( akan/sedang memukul). Atau menunjukkan mufrod mu'annats ghoibah. Contoh: هِنْدٌ تَضْرِبُ (Hindun akan/sedang memukul). Atau menunjukkan tasniyyah mu'annats gho'ibah. Contoh: هِنْدَانِ تَضْرِبَانِ (Dua akan/sedang memukul).
وَيُضَمُّ أَوَّلُهُ إِنْ كَانَ مَاضِيْهِ عَلَى أَرْبَعَةِ أَحْرُفٍ, كَدَخْرَجَ يُدَخْرِجُ, وَأَكْرَمَ
Huruf awal fi'il mudlori' harus dibaca dhommah ketika fi'il madli-nya ada 4 huruf.
Contoh: فَرَّحَ دَخْرَجَ يُدَخْرِجُ أَكْرَمَ يُكْرِمُ
يُكْرِمُ, وَفَرَّحَ يُفَرِحُ وَقَاتَلَ يُقَاتِلُ. وَيُفْتَحُ فِيْمَا سِوَى ذَلِكَ نَحْوُ: نَصَرَ يَنْصُرُ وَانْطَلَقَ يَنْطَلِقُ وَإِسْتَخْرَجَ يَسْتَخْرِجُ.
dan untuk selain itu (huruf fi'il madli-nya tidak berjumlah 4 huruf), maka huruf awal fi'il mudlori' harus dibaca fathah. Contoh: إِسْتَخْرَجَ يَسْتَخْرِجُ انْطَلَقَ يَنْطَلِقُ نَصَرَ يَنْصُرُ
وَأَمْرُ وَيُعْرَفُ بِدَلَالَتِهِ عَلَى الطَّلَبِ وَقَبُوْلِهِ يَاءَ الْمُخَاطَبِ, نَحْوُ قُوْمِي وَاضْرِبي.
Yang nomor 3 dari pembagian fi'il adalah fi'il amar. Fi'il amar bisa di ketahui dengan menunjukkan makna tolab (menuntut terjadinya sesuatu) dan bisa bertemu dengan ya' mu'annats mukhotabah. Contoh: قوي )Berdirilah!(: Khitob terhadap wanita. إضربي )Pukullah!(: Khitob terhadap perempuan.
وَمِنْهُ هَاتِ وَتَعَالَ عَلَى الْأَصَحِ.
Menurut pendapat yang ashah lafadz هَاتِ تَعَالَ termasuk fi'il amar karena menunjukkan makna thalab dan bisa bertemu dengan ya' mu'annats mukhatabah.
Contoh: هَاتِي يَا هِنْدُ )Kesinilah wahai Hindun( تَعَالِي يَأْهِنْدُ )Kesinilah wahai Hindun(
وَالْحَرْفُ مَا لَا يَصِحُ مَعَهُ دَلِيْلُ الْإِسْمِ وَلَا = دَلِيلُ الْفِعْلِ كَهَلْ، وفي, وَلَمْ.
Kalimah huruf adalah kalimat yang tidak bisa menerima tanda-tanda kalimah isim dan kalimah fi'il. Contoh: لَمْ
____________________________________________
Note:
Bila antum menemukan kesalahan dalam penulisan maka sangat diharapkan untuk mengomentari nya, Syukran kasiran
____________________________________________

Komentar
Posting Komentar