كِتَابُ الصَّلَاةِ
Pembahasan shalat
![]() |
| Shalat-shalat yang diwajibkan |
الصَّلَاةُ الْمَفْرُوْضَةُ خَمْسٌ:
Shalat yang diwajibkan itu ada 5.yaitu:
(۱) الظَّهْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا زَوَالُ الشَّمْسِ، وَآخِرُهُ إِذَا صَارَ ظِلُّ كُلِّ شَيْءٍ مِثْلَهُ بَعْدَ ظِلَّ الزَّوَال.
1. Zhuhur,
waktu salat zhuhur mulai setelah lewat rembang matahari (setelah matahari tergelincir ke arah barat). Dan akhir waktunya adalah ketika bayang- bayang sebuah benda telah sama panjangnya dengan benda itu, sesudah matahari lewat rembang.
(۲) وَالْعَصْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا الزَّيَادَةُ عَلَى ظِلَّ الْمِثْلِ، وَآخِرُهُ في الاخْتِيَارِ إِلَى ظِلَّ الْمِثْلَيْنِ وَفِي الْجَوَازِ إِلَى غُرُوبِ الشَّمْسِ
2. Ashar,
waktu salat ashar dimulai setelah bayang-bayang sebuah benda yang sama dengan benda aslinya tadi bertambah panjang. Dan akhir waktunya menurut waktu Ikhtiar (waktu yang menjadi pilihan untuk menger- jakan salat sebelum masuk pada bagian waktu berikutnya) adalah sampai bayangan sebuah benda menjadi dua kali panjang benda ter- sebut. Sedangkan menurut waktu Jawaz (waktu di mana masih diperbolehkan untuk mengerjakan salat) adalah sampai terbenamnya matahari.
(۳) وَالْمَغْرِبُ، وَوَقْتُهَا وَاحِدٌوَهُوَ غُرُوبُ الشَّمْسِ وَبِمِقْدَارِ مَا يُؤَذِّنُ وَيَتَوَضَّأُ وَيَسْتُرُ الْعَوْرَةَ وَيُقِيمُ الصَّلَاةَ وَيُصَلِّي خَمْسَ رَكَعَاتٍ .
3. Maghrib,
waktu salat maghrib ialah satu, yaitu setelah terbenamnya matahari ditambah sekadar waktu orang berazan, berwudhu, menutup aurat, beriqamah untuk shalat, dan shalat lima raka'at (yaitu tiga rakaat shalat maghrib dan dua rakaat shalat sunat sesudah maghrib).
(٤) وَالْعِشَاءُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا إِذَا غَابَ الشَّفَقُ الْأَحْمَرُ، وَآخِرُهُ فِي الاخْتِيَارِ إِلَى ثُلُثِ اللَّيْلِ وَفِي الْجَوَازِ إِلَى طُلُوعِ الْفَجْرِ الثَّانِي
4. Isya',
permulaan waktu shalat isya' adalah hilangnya mega merah. Dan akhir waktunya menurut waktu Ikhtiar adalah sampai sepertiga malam, sedangkan menurut waktu Jawaz adalah sampai terbitnya fajar kedua.
(٥) وَالصُّبْحُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا طُلُوْعُ الْفَجْرِ الثَّانِي، وَآخِرُهُ فِي الاخْتِيَارِ إِلَى الْإِسْفَارِ وَفِي الْجَوَازِ إِلَى طُلُوعِ الشَّمْسِ.
5. Subuh,
permulaan waktu salat subuh adalah mulai terbitnya fajar kedua. Dan akhir waktunya menurut waktu ikhtiar adalah sampai pagi cerah, sedangkan menurut waktu Jawaz adalah sampai terbitnya matahari.
![]() |
| Syarat-syarat mewajibkan shalat |
فَصْلٌ) وَشَرَائِطُ وُجُوْبِ الصَّلَاةِ ثَلَاثَةُ أَشْيَاءَ: (1) الإسْلامُ (۲) وَالْبُلُوغ (۳) وَالْعَقْلُ وَهُوَ حَدُّ التَّكْلِيفِ.
(Pasal) Syarat-syarat yang mewajibkan salat ada tiga hal, yaitu:
1. Islam,
2. Dewasa (baligh),
3. Berakal.
Syarat berakal ini merupakan ketentuan orang yang dibebani kewajiban dalam beragama.
![]() |
| Shalat-shalat yang disunnatkan |
وَالصَّلَوَاتُ الْمَسْئُوْنَةُ خَمْسٌ (۲۱) الْعِيدَان (۳-۲) وَالْكُسُوْفَان (٥) وَالاسْتِسْقَاءُ.
Salat-salat yang disunatkan itu ada lima, yaitu:
1. Salat hari raya Idul Fitri,
2. Salat hari raya Idul Adha,
3. Salat gerhana matahari,
4. Salat gerhana bulan,
5. Salat minta hujan (Istisqa').
![]() |
| Shalat-shalat sunnat yang mengikuti shalat fardhu |
وَالسُّنَنُ التَّابِعَةُ لِلْفَرَائِضِ سَبْعَةَ عَشَرَ رَكْعَةً: (۱) رَكْعَتَا الْفَجْرِ، (۲) وَأَرْبَعٌ قَبْلَ الظُّهْر، (۳) وَرَكْعَتَانِ بَعْدَهُ، (٤) وَأَرْبَعٌ قَبْلَ الْعَصْرِ، (٥) وَرَكْعَتَانِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ، (1) وَثَلَاثَ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَيُؤْتِرُ بِوَاحِدَةٍ مِنْهُنَّ.
Salat sunat yang mengikuti salat fardu itu ada tujuh belas rakaat, yaitu:
1. Dua rakaat shalat fajar,
2. Empat rakaat (dengan dua salam) sebelum shalat zhuhur,
3. Dua rakaat sesudah shalat zhuhur,
4. Empat rakaat (dengan dua salam) sebelum shalat asar,
5. Dua rakaat sesudah shalat maghrib,
6. Tiga rakaat (dengan dua salam) sesudah salat isya', di mana yang satu rakaat adalah shalat witir.
وَثَلَاثُ نَوَافِلَ مُؤَكِّدَاتٌ: (۱) صَلَاةُ اللَّيْلِ، (۲) وَصَلَاةُ الضُّحَى، (۳) وَصَلَاةُ التَّرَاوِيحِ.
Dan tiga salat nawafil yang sangat dianjurkan (sunat muakkad), yaitu:
1. Salat tengah malam setelah tidur (salat tahajud),
2. Salat dhuha,
3. Salat tarawih.
(فَصْلٌ) وَشَرَائِطُ الصَّلَاةِ قَبْلَ الدُّخُولِ فِيْهَا خَمْسَةُ أَشْيَاءَ:
(Pasal) Syarat-syarat salat sebelum melakukannya ada lima, yaitu:
1) طَهَارَةُ الْأَعْضَاءِ مِنَ الْحَدَثِ وَالنَّجَسِ، (۲) وَسَتْرُ الْعَوْرَةِ بِلِبَاسِ طَاهِرٍ، (۳) وَالْوُقُوْفُ عَلَى مَكَانِ طَاهِرٍ، (٤) وَالْعِلْمُ بِدُخُولِ الْوَقْتِ، (٥) وَاسْتِقْبَالُ الْقِبْلَةِ.
1. Menyucikan anggota tubuh dari hadas dan najis,
2. Menutup aurat dengan pakaian yang suci,
3. Bertempat di tempat yang suci,
4. Mengetahui masuknya waktu salat,
5. Menghadap kiblat.
وَيَجُوْزُ تَرْكُ الْقِبْلَةِ فِي حَالَتَيْنِ: (۱) فِي شِدَّةِ الْخَوْفِ، (۲) وَفِي النَّافِلَةِ فِي السَّفَرِ عَلَى الرَّاحِلَةِ.
Dan diperbolehkan tidak menghadap arah kiblat (ketika salat) di dalam dua keadaan, yaitu:
1. Dalam keadaan yang sangat mengkhawatirkan (dalam keadaan perang) dan
2. Dan salat sunat yang dilakukan di dalam kendaraan di waktu bepergian.
(فَصْلٌ) وَأَرْكَانُ الصَّلَاةِ ثَمَانِيَةَ عَشَرَ رُكْناً : ،1) النِّيَّةُ( (۲) وَالْقِيَامُ مَعَ الْقُدْرَةِ، (۳) وَتَكْبِيرَةُ الْإِحْرَامِ، (٤) وَقِرَاءَةُ الْفَاتِحَةِ وَبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ آيَةٌ مِنْهَا ،
(1) وَالرُّكُوعُ (1) وَالطَّمَأْنِينَةُ فِيْهِ، (1) وَالرَّفْعُ وَالْإِعْتِدَالُ (۸) وَالطَّمَأْنِينَةُ فِيهِ (1) وَالسُّجُودُ (١٠) وَالطَّمَأْنِينَةُ فِيهِ، (۱۱) وَالْجُلُوسُ بَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ، (۱۲) وَالطَّمَأْنِينَةُ فِيهِ (۱۳) وَالْجُلُوسُ الْأَخِيرُ، (١٤) وَالتَّشَهُدُ فِيْهِ، (١٥) وَالصَّلَاةُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْهِ، (١٦) وَالتَّسْلِيمَةُ الْأَوْلَى، (۱۷) وَنِيَّةُ الْخُرُوجِ مِنَ الصَّلَاةِ، (۱۸) وَتَرْتِيبُ الْأَرْكَانِ عَلَى مَا ذَكَرْنَاهُ.
(Pasal) Rukun-rukun salat itu ada delapan belas, yaitu:
1. Niat,
2. Berdiri jika mampu,
3. Membaca Takbiratul Ihram,
4. Membaca surat Al-Fatihah, dan Bismillaahirrahmaanir- rahiim termasuk ayat surat Al- Fatihah,
5. Rukuk,
6. Tumakninah di dalam ruku',
7. Berdiri tegak setelah ruku',
8. Tumakninah di dalam berdiri setelah ruku' (i'tidal),
9. Sujud,
10. Tumakninah di dalam sujud,
11. Duduk di antara dua sujud,
12. Tumakninah di dalam duduk (antara dua sujud),
13. Duduk yang akhir,
14. Membaca tahiyat di dalam duduk yang akhir,
15. Membaca salawat kepada Nabi Saw. di dalam mem- baca tahiyat akhir,
16. Salam yang pertama,
17. Niat keluar dari salat,
18. Tertib rukun menurut urutan yang telah kami sebutkan.
وَسُنَتُهَا قَبْلَ الدُّخُولِ فِيهَا شَيْئًان : (1) الْأَذَانُ، (۲) وَالإِقَامَةُ.
Sunat-sunat salat sebelum melakukannya ada dua hal, yaitu:
1. Azan, dan
2. Iqamat.
وَبَعْدَ الدُّخُولِ فِيْهَا شَيْئَان: (1) التَّشَهُدُ الْأَوَّلُ، (۲) وَالْقُنُوْتُ في الصُّبْحِ وَفِي الْوِتْرِ فِي النِّصْفِ الثَّانِي مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ.
Adapun sunat-sunat di dalam salat ada dua yaitu:
1. Membaca tahiyat awal,
2. Membaca doa qunut dalam rakaat kedua di dalam salat subuh dan dalam salat witir pada tiap malam di paruh kedua bulan Ramadan.
وَهَيْئَاتُهَا خَمْسَةَ عَشَرَ خَصْلَةً: (1) رَفْعُ الْيَدَيْنِ عِنْدَ تَكْبِيرَةِ. الْإِحْرَامِ وَعِنْدَ الرُّكُوعِ وَالرَّفْعِ مِنْهُ، (۲) وَوَضْعُ الْيَمِيْنِ عَلَى الشِّمَالِ، (۳) وَالتَّوَجُهُ، (٤) وَالْإِسْتِعَاذَةُ (٥) وَالْجَهْرُ فِي مَوْضِعِهِ وَالْإِسْرَارُ فِي مَوْضِعِهِ (1) وَالتَّأْمِينُ، (۷) وَقِرَاءَةُ السُّوْرَةِ بَعْدَ الْفَاتِحَةِ، (۸) وَالتَّكْبِيرَةُ عِنْدَ الرَّفْعِ وَالْخَفْضِ، (1) وَقَوْلُ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ
١٠) وَالتَّسْبِيحُ فِي الرُّكُوعِ، (۱۱) وَالسُّجُودِ، (۱۲) وَوَضْعُ الْيَدَيْنِ عَلَى الْفَخِذَيْنِ فِي الْجُلُوسِ يَبْسُطُ الْيُسْرَى ويَقْبِضُ الْيُمْنَى إِلَّا الْمُسَبِّحَةَ فَإِنَّهُ يُشِيرُ بِهَا مُتَشَهداً، (۱۳) وَالْافْتِرَاسُ فِي جَمِيعِ الْجَلَسَاتِ . (١٤) وَالتَّوَرُّكُ فِي الْجَلْسَةِ الأَخِيرَةِ، (١٥) وَالتَّسْلِيمَةُ الثَّانِيَةُ.
Haiat Salat (sunat-sunat pada waktu salat yang apabila ditinggal- kan tanpa perlu mengganti dengan sujud sahwi) itu ada lima belas, yaitu:
1. Mengangkat kedua tangan ketika takbiratul ihram, ketika akan ruku' dan ketika akan berdiri dari ruku',
2. Meletakkan tangan kanan di atas punggung tangan kiri (bersedekap),
3. Membaca doa tawajjuh,
4. Membaca isti'adzah (a'uudzu billaahi minasy-syaithaanir rajim),
5. Membaca dengan keras (jahr) pada tempatnya (membaca surat Al-Fatihah dan surat yang lain dengan keras pada rakaat pertama dan kedua dalam salat maghrib, isya' dan subuh) dan membaca dengan perlahan-lahan (israr) pada tempatnya (dalam salat zhuhur dan asar),
6. Membaca amin (setelah selesai membaca Al-Fatihah),
7. Membaca surat Al-Quran sesudah Al-Fatihah (di dalam dua rakaat yang awal bagi imam atau orang yang salat sendirian),
8. Membaca takbir ketika bangun dari sujud, ketika memulai mela- kukan ruku' dan akan sujud,
9. Membaca Sami'allaahu liman hamidah (ketika bangun dari ruku'), dan membaca doa rabbanaa lakal hamdu,
10. Membaca tasbih (subhaana rabiiyal 'azhiimi wa bihamdih) di dalam ruku',
11. Membaca tasbih (subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdih) di waktu sujud,
12. Meletakkan kedua tangan di atas kedua paha ketika duduk dengan membentangkan tangan kiri dan mengepalkan tangan kanan kecuali jari telunjuk luruskanlah ia di saat membaca syahadat tauhid,
13. Dan duduk iftirasy pada setiap duduk,
14. Duduk Tawarruk pada waktu duduk tahiyat akhir,
15. Membaca salam yang kedua.
(فَصْلٌ) وَالْمَرْأَةُ تُخَالِفُ الرَّجُلَ فِي خَمْسَةِ أَشْيَاءَ؛ فَالرَّجُلُ:
(Pasal) Antara wanita dan pria (di dalam salat) berbeda dalam lima hal:
Pria:
(۱) تُجَافِي مِرْفَقَيْهِ عَنْ جَنْبَيْهِ، (۲) وَيَقِلُّ بَطْنَهُ عَنْ فَخِذَيْهِ فِي الرُّكُوعِ وَالسُّجُودِ، (۳) وَيَجْهَرُ فِي مَوْضِعِ الْجَهْرِ، (٤) وَإِذَا نَابَهُ شَيْءٌ فِي الصَّلَاةِ سبح (٥) وَعَوْرَةُ الرَّجُلِ مَا بَيْنَ سُرَّتِهِ وَرُكْبَتَيْهِ.
1. Merenggangkan kedua siku dari kedua lambungnya (ketika ruku' dan sujud),
2. Merenggangkan perutnya dari kedua pahanya di waktu ruku' dan sujud,
3. Mengeraskan bacaan (fatihah dan surat lain) di tempat jahr,
4. Jika terjadi suatu kesalahan (imam)di dalam salat, ia membaca tasbih,
5. Aurat pria adalah bagian tubuh antara pusat dan lutut.
وَالْمَرْأَةُ: (۱) تَضُمُّ بَعْضَهَا إِلَى بَعْضٍ، (۲) وَتَخْفِضُ صَوْتَهَا بِحَضْرَةِ الرِّجَالِ الْأَجَانِبِ (۳) وَإِذَا نَابَهَا شَيْءٌ فِي الصَّلَاةِ صَفَّقَتْ (٤) وَجَمِيعُ بَدَنِ الْحُرَّةِ عَوْرَةٌ إِلَّا وَجْهَهَا وَكَفَّيْهَا، وَالْأَمَةُ كَالرَّجُلِ.
Wanita:
1. Merapatkan sebagian tubuhnya pada sebagian yang lain (mera- patkan kedua sikunya pada kedua lambungnya dan perutnya pada kedua pahanya di waktu ruku'dan sujud),
2. Merendahkan suaranya di dekat pria yang bukan mahramnya,
3. Jika terjadi kesalahan (imam) saat salat, maka ia bertepuk tangan (dengan menepukkan telapak tangan dengan punggung tangan, atau punggung tangan dengan punggung tangan),
4. Aurat wanita merdeka adalah seluruh tubuhnya, kecuali muka dan kedua belah tangannya, se- dang budak perempuan, auratnya seperti aurat pria di dalam salat
(فَصْلٌ) وَالَّذِي يُبْطِلُ الصَّلَاةَ أَحَدَ عَشَرَ شَيْئًا : (۱) الْكَلَامُ الْعَمْدُ، (۲) وَالْعَمَلُ الْكَثِيرُ، (۳) وَالْحَدَثُ، (٤) وَحُدُوْتُ النَّجَاسَاتِ، (٥) وَانْكِشَافُ الْعَوْرَةِ، (1) وَتَغْيِيرُ النِّيَّةِ، (٧) وَاسْتِدْبَارُ الْقِبْلَةِ، (۸) وَالْأَكْلُ، (۹) وَالشَّرْبُ (۱۰) وَالْقَهْقَهَةُ، (۱۱) وَالرَّدَّةُ.
(Pasal) Hal-hal yang mem- batalkan salat ada sebelas, yaitu:
1. Berbicara dengan sengaja,
2. Melakukan gerakan yang banyak (yang lebih dari tiga gerakan besar dan bukan merupakan amalan salat),
3. Berhadas,
4. Keja-tuhan najis,
5. Terbuka auratnya,
6. Mengubah niat,
7. Membela- kangi kiblat,
8. Makan,
9. Minum,
10. Tertawa terbahak- bahak,
11. Murtad.
فَصْلٌ وَرَكَعَاتُ الْفَرَائِضِ سَبْعَةَ عَشَرَ رَكْعَةً فِيْهَا أَرْبَعُ وَثَلاثُوْنَ سَجْدَةً، وَأَرْبَعٌ وَتِسْعُوْنَ تَكْبِيرَةً، وَتِسْعُ تَشَهُدَاتٍ، وَعَشْرُ تَسْلِيْمَاتٍ، وَمِائَةٌ وَثَلَاثَ وَخَمْسُوْنَ تَسْبِيحَةٍ وَجُمْلَةُ الْأَرْكَانَ فِي الصَّلَاةِ مِائَةٌ وَسِيَّةٌ وَعِشْرُوْنَ رُكْناً : فِي الصُّبْحِ ثَلاثُوْنَ رُكْناً، وَفِي الْمَغْرِبِ اثْنَانِ وَأَرْبَعُوْنَ، وَفِي الرُّبَاعِيَّةِ أَرْبَعَةٌ وَخَمْسُوْنَ رُكْناً .
(Pasal) Jumlah rakaat salat fardu ada tujuh belas rakaat. Di dalam semua rakaat tersebut terdapat: 34 sujud, 94 takbir, 9 tasyahhud, 10 salam, dan 153 tasbih. Sedangkan jumlah rukun di dalam salat fardu ada 126: 30 rukun di dalam salat subuh, 42 rukun dalam salat maghrib, 54 rukun dalam salat yang berakaat empat.
وَمَنْ عَجَزَ عَنِ الْقِيَامِ فِي الْفَرِيضَةِ صَلَّى جَالِسًا، وَمَنْ عَجَزَ عَنِ الْجُلُوسِ صَلَّى مُضْطَجِعاً.
Barangsiapa yang tidak mampu mengerjakan salat fardu dengan berdiri, maka ia boleh salat dengan duduk. Dan barangsiapa yang tidak mampu salat dengan duduk, maka ia boleh mengerjakan salat dengan berbaring.
(فَصْلٌ وَالْمَتْرُوكَ مِنَ الصَّلَاةِ ثَلاثَةُ أَشْيَاءَ: فَرْضٌ، وَسُنَّةٌ وَهَيْئَةٌ.
(Pasal) Hal-hal yang (mungkin) tertinggal (karena lupa) dalam salat ada tiga macam, yaitu:
1. Fardu,
2. Sunah dan
3. Haiat salat.
فَالْفَرْضُ لَا يَنُوْبُ عَنْهُ سُجُوْدُ السَّهْوِ بَلْ إِنْ ذَكَرَهُ وَالزَّمَانُ قَرِيبٌ أَتَى بِهِ وَبَنَى عَلَيْهِ وَسَجَدَ لِلسَّهْوِ.
Fardu,
ia tidak cukup diganti dengan sujud sahwi. bahkan jika seseorang telah ingat (yang terlupakan) sedangkan waktunya masih dekat, maka ia harus menunaikan (yang terlupakan), kemudian mengerjakjan bagian salat yang selebihnya, kemudian melakukan sujud sahwi (di akhir salat sebelum salam).
وَالسُّنَّةُ لَا يَعُودُ إِلَيْهَا بَعْدَ التَّلَبُّسِ بِالْفَرْضِ، لَكِنَّهُ سَجَدَ لِلسَّهْو عَنْهَا .
Sunat,
ia tidak boleh diulangi setelah terlanjur melakukan fardu (yang sesudahnya). Akan tetapi hendaknya diganti dengan sujud sahwi sebagai gantinya.
وَالْهَيْئَةُ لَا يَعُودُ إِلَيْهَا بَعْدَ تَرْكِهَا وَلَا يَسْجُدُ لِلسَّهْو عَنْهَا .
Dan haiat,
ia tidak boleh. diulangi setelah tertinggalkannya, juga tidak perlu sujud sahwi sebagai gantinya.
وَإِذَا شَكٍّ فِي عَدَدِ مَا أَتَى بِهِ مِنَ الرَّكَعَاتِ بَنَى عَلَى الْيَقِينِ وَهُوَ الْأَقَلُّ وَسَجَدَ لِلسَّهْو. وَسُجُوْدُ السَّهْوَ سُنَّةٌ وَمَحَلُّهُ قَبْلَ السَّلَامِ.
Apabila seseorang bimbang tentang jumlah rakaat yang telah dilakukannya, ia harus menetap- kan yang yakin, yaitu yang paling sedikit, dan hendaklah ia melakukan sujud sahwi. Sujud sahwi itu sunat dan tempatnya sebelum salam.
فَصْلٌ)
وَخَمْسَةُ أَوْقَاتٍ لَا يُصَلَّى فِيْهَا إِلَّا صَلَاةً لَهَا سَبَبٌ: (۱) بَعْدَ صَلَاةِ الصُّبْحِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ (۲) وَعِنْدَ طُلُوعِهَا حَتَّى تَتَكَامَلَ وَتَرْتَفِعَ قَدْرَ رُمْحٍ، (۳) وَإِذَا اسْتَوَتْ حَتَّى تَزُولَ، (٤) وَبَعْدَ صَلَاةِ الْعَصْرِ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ (٥) وَعِنْدَ الْغُرُوبِ حَتَّى يَتَكَامَلَ غُرُوبُهَا .
(Pasal) Ada lima waktu yang tidak boleh ditempati untuk melakukan salat, kecuali salat yang mempunyai sebab, yaitu:
1. Setelah salat subuh hingga mata- hari terbit,
2. Ketika terbit matahari hingga sempurna dan naik sepanjang kadar tombak (kurang lebih 15 derajat dari permukaan bumi,
3. Ketika tepat di tengah-tengah (persis di atas kepala) hingga condong sedikit ke barat,
4. Setelah salat asar hingga ter- benamnya matahari,
5. Mulai terbenamnya matahari hingga sempurna terbenamnya.
(فَصْلٌ) وَصَلَاةُ الْجَمَاعَةِ سُنَّةٌ مُؤَكِّدَةٌ، وَعَلَى الْمَأْمُوْمَ أَنْ يَنْوِيَ الإِنْتِمَامَ دُوْنَ الْإِمَامِ.
(Pasal) Salat berjamaah itu sunat yang sangat dianjurkan (sunat muakkad). Wajib atas makmum berniat untuk menjadi makmum, sedangkan imam tidak harus berniat menjadi imam.
وَيَجُوْزُ أَن يَأْتَمَّ الْحُرُّ بِالْعَبْدِ وَالْبَالِغُ بِالْمُرَاهِقِ، وَلَا تَصِحُ قُدْوَةُ رَجُلِ بِامْرَأَةٍ وَلَا قَارِئِ بِأُمِّي.
Orang yang merdeka boleh bermakmum kepada budak, dan orang yang sudah baligh (sampai umur) boleh bermakmum kepada yang hampir balig (murahiq). Dan pria tidak sah bermakmum kepada wanita, demikian pula orang yang baik bacaan fatihahnya bermak- mum kepada orang yang tidak sempurna bacaan fatihahnya.
وَأَيُّ مَوْضِعِ صَلَّى فِي الْمَسْجِدِ بِصَلَاةِ الإِمَامِ فِيْهِ وَهُوَ عَالِمٌ بِصَلَاتِهِ أَجْزَاهُ مَا لَمْ يَتَقَدَّمْ عَلَيْهِ.
Di tempat mana saja di dalam masjid seorang makmum mela- kukan salat mengikuti salat imam, sedang ia dapat mengetahui salat imam tersebut, maka sahlah ia bermakmum selama tidak berada di depan imamnya.
وَإِنْ صَلَّى فِي الْمَسْجِدِ وَالْمَأْمُوْمُ خَارِجَ الْمَسْجِدِ قَرِيباً مِنْهُ وَهُوَ عَالِمٌ بِصَلَاتِهِ وَلَا حَائِلَ هُنَاكَ جَازَ.
Apabila imam melakukan salat di dalam masjid dan makmum di luar masjid yang dekat dengan imam itu, sedang ia mengetahui salat imam dan tidak ada tabir pemisah, maka dia diperbolehkan bermakmum.
(فَصْلٌ) وَيَجُوْزُ لِلْمُسَافِرِ قَصْرُ الصَّلاةِ الرُّبَاعِيَّةِ بِخَمْسِ شَرَائِطَ : (1) أَنْ يَكُوْنَ سَفَرُهُ فِي غَيْرِ مَعْصِيَةٍ،
(٢) وَأَنْ تَكُوْنَ مَسَافَتُهُ سِتَّةَ عَشَرَ فَرْسَخاً، (۳) وَأَنْ يَكُوْنَ مُؤَدِّياً لِلصَّلَاةِ الرُّباعِيَّةِ (٤) وَأَنْ يَنْوِيَ الْقَصْرَ مَعَ الْإِحْرَامِ، (٥) وَأَنْ لَا يَأْتَمَّ بِالْمُقِيمِ.
(Pasal) Orang yang sedang bepergian (musafir) boleh mengqashar salat (menyingkat salat fardu yang berakaat 4 menjadi 2 rakaat) dengan lima syarat:
1. Kepergiannya bukan karena maksiat
2. Jarak kepergiannya harus men- capai 16 farsakh,
3. Salat yang diqashar itu harus salat ada' (bukan salat qada') yang berrakaat empat,
4. Berniat qashar bersamaan dengan mengucapkan takbiratul ihram,
5. Tidak boleh bermakmum kepada orang yang menetap (mukim).
وَيَجُوْزُ لِلْمُسَافِرِ أَنْ يَجْمَعَ بيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ فِي وَقْتِ أَيْهِمَا شَاءَ وَبَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ فِي وَقْتِ أَيْهِمَا شَاءَ.
Dan seorang musafir juga boleh mengumpulkan (jama') salat zhuhur dengan salat ashar di waktu mana saja yang ia sukai (dengan jama' taqdim: dilakukan di waktu zhuhur, atau dengan jama' ta'khir: dilakukan di waktu ashar). Dan boleh menjamak antara salat maghrib dengan salat isya' di waktu mana saja yang ia sukai (dengan jama' taqdim atau jama' ta'khir).
وَيَجُوْزُ لِلْحَاضِرِ فِي الْمَطَرِ أَنْ يَجْمَعَ بَيْنَهُمَا فِي وَقْتِ الْأُولَى مِنْهُمَا .
Orang yang tidak sedang bepergian (mukim) diperbolehkan melakukan jama' taqdim (antara salat zhuhur dengan salat ashar atau salat maghrib dengan salat isya') di waktu hujan.
فَصْلٌ) وَشَرَائِطُ وُجُوْب الْجُمُعَةِ سَبْعَةُ أَشْيَاءَ:
(1) الإِسْلَامُ، (۲) وَالْبُلُوغ، (۳) وَالْعَقْلُ، (٤) وَالْحُرِّيَّةُ (٥) وَالذُّكُورِيَّةُ، (٦) وَالصَّحَةُ (۷) وَالإِسْتِيْطَانُ.
(Pasal) Syarat-syarat yang mewajibkan salat Jum'at itu ada tujuh, yaitu:
1. Islam, 2. Baligh, 3. Berakal, 4. Merdeka, 5. Pria, 6. Sehat, 7. Menetap.
وَشَرَائِطُ فِعْلِهَا ثَلَاثَةٌ: (1) أَنْ يَكُوْنَ الْبَلَدُ مِصْراً أَوْ قَرْيَةً، (۳) وَأَنْ يَكُوْنَ الْعَدَدُ أَرْبَعِيْنَ مِنْ أَهْلِ الْجُمُعَةِ، (۳) وَأَنْ يَكُوْنَ الْوَقْتُ بَاقِياً .
Syarat-syarat sahnya melakukan salat Jum'at itu ada tiga, yaitu: 1. Negeri tempat salat Jum'at itu adalah kota atau desa, 2. Jumlah orang yang melakukan salat Jum'at itu mencapai 40 orang ahli Jum'at, 3. Serta waktunya masih ada.
فَإِنْ خَرَجَ الْوَقْتُ أَوْ عُدِمَتِ الشروط صُلِّيَتْ ظُهْراً .
Apabila waktunya sudah habis atau syarat-syarat sahnya tadi kurang, maka harus dilakukan salat zhuhur.
وَفَرَائِضُهَا ثَلَاثَةٌ: (1) خُطْبَتَانِ يَقُوْمُ فِيهِمَا ، (۲) وَيَجْلِسُ
بَيْنَهُمَا ، (۳) وَأَنْ تُصَلَّى رَكْعَتَيْن فِي جَمَاعَةٍ.
Fardu-fardu salat Jum'at itu ada tiga, yaitu: 1. Membaca dua khotbah dengan berdiri, 2. Duduk di antara dua khotbah, 3. Salat dua rakaat dengan ber- jamaah.
وَهَيْئَاتُهَا أَرْبَعُ خِصَالٍ:
Adapun haiat salat Jum'at ada empat, yaitu:





Komentar
Posting Komentar