_________________________________________
Note:⚠️
Bila antum menemukan kesalahan dalam penulisan maka sangat diharapkan untuk mengomentari nya, Syukran kasiran
____________________________________________
فَصْلٌ فِي بَيَانِ الإِسْمِ الْعَلَمِ
Fasal Tentang Isim Alam
الْعَلَمُ نَوْعَانِ: شَخْصِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِشَيْءٍ بِعَيْنِهِ لَا يَتَنَاوَلُ غَيْرُهُ كَزَيْدٍ وَفَاطِمَةَ وَمَكَّةَ وَشَدْقَمٍ وَقَرَنٍ.
Isim alam ada dua. Yaitu:
1. Alam syakhs, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk sesuatu yang sudah nyata (individu) dan tidak mencakup yang lainnya.
Contoh: زَيْدٍ - فَاطِمَةَ - مَكَّةَ - شَدْقَم - قَرَنٍ
وَجِنْسِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِجِنْسِ مِنَ الْأَجْنَاسِ كَأَسَامَةَ لِلْأَشَدِ وَثُعَالَةَ لِلتَّعْلَبِ وَذُؤَالَةَ لِلذِّئْبِ وَأُمُّ عِرْيَطٍ لِلْعَقْرَبِ.
2. Alam jinis, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk beberapa jinis.
Contoh: أسامة untuk nama harimau, تُعَالَةَ untuk nama musang, ذُؤَالَةَ untuk srigala, dan أُمُّ عِرْبَط nama untuk nama kalajengking
وَهُوَ كَالنَّكِرَةِ فِي الْمَعْنَى لِأَنَّهُ شَائِعُ فِي جِنْسِهِ فَتَقُوْلُ لِكُلِّ أَسَدٍ رَأَيْتَهُ: هَذَا أُسَامَةُ مُقْبِلًا.
Adapun alam jinis itu seperti isim nakirah dalam segi maknanya, karena mencakup pada semua jinisnya. Maka pada setiap "أَسَدْ" yang dilihat sah dikatakan "ini usamah yang sedang menghadap".
وَيَنْقَسِمُ الْعَلَمُ أَيْضًا إِلَى اسْمٍ وَكُنْيَةٍ وَلَقَب.
Isim alam terbagi menjadi tiga bagian, yaitu:
1. Alam asma (nama asli).
2. Alam kunyah.
3. Alam laqab (julukan).
فَلْإِسْمُ كَمَا مَثْلُنَا كَزَيْدٍ وَأُسَامَةَ.
Adapun alam asma itu seperti lafadz yang sudah dicontohkan di atas. Seperti lafadz: . أُسَامَةَ - زَيْدٍ
وَالْكُنْيَةُ مَا صُدِرَتْ بِأَبٍ أَوْ أَمَ كَأَبِي بَكْرٍ وَأُمَّ كُلْتُوْمٍ وَأَبِي الْحَرْثِ لِلْأَسَدِ وَأُمُّ عِرْبَطٍ لِلْعَقْرَبِ.
Alam kunyah ialah alam yang diawali dengan lafadz أَبٍ atau أُمٍّ
Contoh:
أبِي بَكْرٍ
أم كلثوم أبي
الحرْثِ untuk namanya harimau.
أُمُّ عِرْيَطٍ untuk namanya kalajengking.
وَاللَّقَبُ مَا أَشْعَرَ بِرِفْعَةِ مُسَمَّاهُ كَزَيْنَ الْعَابِدِينَ أَوْ بِضَعَتِهِ كَبَطَةَ وَأَنْفِ النَّاقَةِ.
Alam laqab adalah alam yang artinya menunjukkan luhurnya (bagusnya) musamma (perkara yang disebut).
Contoh: زَيْنَ الْعَابِدِينَ )Perhiasan agama(. atau menunjukkan rendahnya musamma.
Contoh: بَطَّةَ )Bebek( أَنْفِ النَّاقَةِ )Hidungnya unta(
وَإِذَا اجْتَمَعَ الْإِسْمُ وَاللَّقَبُ وَجَبَ تَأخِيرُ اللَّقَبِ فِي الْأَفْصَحِ نَحْرُ جَاءَ زَيْدُ زَيْنَ الْعَابِدِينَ وَيَكَوْنُ اللَّقَبُ تابعًا لِلْإِسْمِ فِي الْإِعْرَابِ إِلَّا إِذَا كَانَا مُفْرَدَيْنِ. فَيَجِبُ إِضَافَةُ الْإِسْمِ إِلَى اللَّقَبِ, نَحْو: سَعِيدُ كُرْز.
Ketika alam asmo kumpul dengan alam laqab, maka wajib mengakhirkan alam laqab.
Contoh: جَاءَ زَيْدٌ زَيْنُ الْعَابِدِينَ )Zaid; yakni Zainal Abidin telah datang), dan alam laqab-nya (lafadz زَيْنُ الْعَابِدِينَ i'rab-nya tabi (menjadi badal atau ataf bayan) pada alam asma. Kecuali alam asma dan laqab sama-sama mufrad-nya (tidak murakkab), maka wajib meng-idhafaah-kan alam asma pada alam laqab.
Contoh: سَعِيدُ كُرْزِ )Lafadz( سَعِيدُ adalah alam asma, sedangkan lafadz گرز adalah alam laqab (.
وَلَا تَرْتَيْبَ بَيْنَ الْكُنْيَةِ وَالْإِسْمِ وَلَا بَيْنَ الْكُنْيَةِ وَاللُّقَبِ.
Antara alam kunyah dan asma, atau alam kunyah dan laqab tidak diharuskan tertib.
Keterangan:
★ Ketika alam kunyah dan asma berkumpul, maka tidak disyaratkan harus tertib,
contoh: جَاءَ أَبُو بَكْرٍ سَعِيدُ boleh diucapkan جَاءَ سَعِيدٌ أَبُو بَكْرٍ Begitu juga ketika alam kunyah berkumpul dengan alam laqab.
Contoh: جَاءَ أَنْفُ النَّاقَةِ أَبُو بَكْرٍ boleh diucapkan جَاءَ أَبُو بَكْرٍ أَنْفُ النَّاقَةِ
وَيَنْقَسِمُ الْعَلَمُ أَيْضًا إِلَى مُفْرَدٍ وَمُرَكَّب. فَالْمُفْرَدُ كَزَيْدٍ وَهِنْدِ.
Isim alam terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
1. Mufrad (tidak tersusun).
2. Murakkab (tersusun).
Adapun isim alam Mufrad itu seperti lafadz: هند dan زَيْدُ
وَالْمُرَكَّبُ ثَلَاثَةُ أَقْسَامٍ: مُرَكَّبُ إِضَافِيٌّ كَعَبْدِ اللهِ وَعَبْدِ الرَّحْمَنِ وَجَمِيعِ الْكُنَى وَمُرَكَبُ مَزْجِيٌّ كَبَعْلَبَكَ وَحَضْرَ مَوْتَ وَسِبَوَيْهِ وَمُرَكَّبُ إِسْنَادِيُّ كَبَرَقَ نَحْرُهُ وَشَابَ قَرْنَهَا.
Alam murakkab terbagi menjadi tiga, yaitu:
1. Murakkab idhafi.
Contoh: عَبْدُ الرَّحْمَنِ - عَبْدُ اللَّهِ dan semua alam kuniyah.
2. Murakkab mazji.
Contoh: سِبَوَيْهِ - حَضَرَ مَوْتَ
3. Murakkab isnadi.
Contoh: شَابَ قَرْنَها - بَرَقَ نَحْرُهُ

Komentar
Posting Komentar