Langsung ke konten utama

Terjemah kitab matammimah bab isem isyarah

 

_________________________________________

Note:⚠️

Bila antum menemukan kesalahan dalam penulisan maka sangat diharapkan untuk mengomentari nya, Syukran kasiran

____________________________________________



     فَصلُ فِي أَسْمَاءِ الْإِشَارَةِ 


     Fasal Tentang Isim         Isyarah


إِسْمُ الْإِشَارَةِ مَا وُضِعَ لِمُشَارٍ إِلَيْهِ. 

Isim isyarah adalah isim yang diletakkan (dicetak) untuk musyar ilaih (perkara yang diisyarahi).


وَهُوَ: ذَا لِلْمُفْرَدِ الْمُذَكَّرِ وَذِي وَتِي وَتِه وَتَا لِلْمُفْرَدَةِ الْمُؤَنَّثَةِ، وَذَانِ لِلْمُثَنَّى الْمُذَكَّرِ فِي حَالَةِ الرَّفْعِ, وَذَيْنِ فِي حَالَةِ النَّصْبِ وَالْجَرِ, وَتَانِ لِلْمُثَنَّى الْمُؤَنَّثِ في حَالَةِ الرَّفْعِ, وَتَيْنِ فِي حَالَتَي النَّصْبِ وَالْجَرِ، وَلِلْجَمْعِ مُذَكَّرًا كَانَ أَوْ مُؤَنَّثًا, أُوْلَاءِ بِالْمَدِ عِنْدَ الْحِجَازِبَيْنَ وَبِالْقَصْرِ عِنْدَ التَّمِيمِيِّينَ.

Adapun bentuk isim isyarah ialah: ذا untuk musyar ilaih Mufrad mudzakkar. تا - تِهُ تِي ذِي untuk musyar ilaih mufradah muannatsah. ذَانِ untuk musyar ilaih mutsanna mudzakkar ketika rafa'. ذَيْنِ untuk musyar ilaih mutsanna mudzakkar dalam tingkah nasab dan jar. تان untuk musyar ilaih mu'annats dalam tingkah rafa'. mutsanna تَيْنِ untuk musyar ilaih mutsanna mu'annats dalam tingkah nasab dan jar. أَوْلاءِ untuk musyar ilaih jama', baik mu'annats atau mudzakkar. Lafadz أَوْلَاءِ menurut ulama' daerah Hijaz dibaca mad/panjang )أولاء( sedangkan menurut ulama' Bani Tamim dibaca qasr/pendek )أُولى(


وَيَجُوْزُ دُخُولُ هَاءِ التَّنْبِيْهِ عَلَى أَسْمَاءِ الْإِشَارَةِ نَحْرُ: هَذَا وَهَذِهِ وَهَذَانِ وَهَذَيْنِ وَهَاتَانِ وَهَاتَيْنِ وَهَؤُلَاءِ.

Semua isim isyarah boleh dimasuki التَّنْبِيْهِ هاء  

- هَاتَانِ - هَذَيْنِ - هَذَانِ - هَذِهِ - هَذَا هَؤُلَاءِ - هَاتَيْنِ


وَإِذَا كَانَ الْمُشَارُ إِلَيْهِ بَعِيدًا أَلْحَقْتَ إِسْمَ الْإِشَارَةِ كَافًا حَرْفِيَّةً تَتَصَرَّفُ تَصَرُّفَ الْكَافِ الْإِسْمِيَّةِ بِحَسَبِ الْمُخَاطَبِ, نَحْوُ ذَاكَ وَذَاكِ وَذَا كُمَا وَذَاكُمْ وَذَا كُنَّ. وَيَجُوْزُ أَنْ تَزِيدَ قَبْلَهَا لَامًا نَحْو: ذَلِكَ وَذَلِكِ وَذَلِكُمَا وَذَلِكُمْ وَذَلِكُنَّ.

Ketika musyar ilaih-nya jauh, maka wajib mempertemukan kaf harfiyyah pada akhir isim isyarah, dan kaf ini diperlakukan seperti halnya kaf ismiyyah, maka dibaca (diharakati) sesuai dengan mukhatab (yang diisyarahi)- nya. 

Contoh: ذاك untuk musyar ilaih yang jauh Mufrad mudzakkar. ذاك untuk musyar ilaih yang jauh mufradah muannatsah. ذاكما untuk musyar ilaih yang jauh mutsanna. ذَاكُمْ untuk musyar ilaih yang jauh jama' mudzakkar. ذَاكُنَّ untuk musyar ilaih yang jauh jama' mu'annats. Sebelum kaf harfiyyah boleh ditambahi lam.   Contoh ذَلِكُنَّ - ذَلِكُمْ - ذَلِكُمَا - ذَلِكِ - ذَلِكَ


 Keterangan: 

★ Lam yang masuk pada isim isyarah ini berfungsi untuk menunjukkan musyar ilaih yang sangat jauh. 

★ Bila ذلك untuk menunjukkan musyar ilaih mufrod mudzakkar yang sangat jauh.

★ Bila ذلك untuk menunjukkan musyar ilaih mufrodah muannatsah yang sangat jauh.

★ bila ذَلِكُمًا untuk menunjukkan musyar ilaih mutsanna yang sangat jauh.

★ bila ذَلِكُمْ untuk menunjukkan musyar ilaih jama' mudzakkar yang sangat jauh. ★ ذَلِكُنَّ untuk menunjukkan musyar ilaih jama' mu'annats yang sangat jauh.


وَلَا تَدْخُلُ اللَّامُ فِي الْمُثَنَّى وَلَا فِي الجمعِ فِي لُغَةِ مَنْ مَدَّهُ، وَإِنَّمَا تَدْخُلُ فِيهِمَا حَالَةَ الْبُعْدِ الْكَافُ نَحْو: ذَانِكُمَا وَتَانِكُمَا وَأُوْلَئِكَ.

Lam tidak bisa masuk pada isim isyarah yang berbentuk mutsanna )دان-تان( dan juga tidak bisa masuk pada isim isyarah yang berbentuk jama' ketika mengikuti ulama' (ahli Hijaz) yang membacanya dengan mad/panjang (أوليك) 


Keterangan:

★ Berdasarkan keterangan di atas, maka tidak boleh mengucapkan ذَائِلِكُمَا أُوْلَا وَلِكَ dan تَائِلِكُمَا dan 

★ Isim isyaroh yang bentuk jama' dan dibaca qasr (pendek) menurut sebagian ulama' boleh dimasuki lam, dan menurut sebagian ulama' yang lain tidak boleh.


 وَكَذَلِكَ عَلَى الْمُفْرَدِ إِذَا تَقَدَّمَتْهُ هَاءُ التَّنْبِيْهِ نَحْوُ هَذَا؛ فَيُقَالُ فِي حَالَةِ الْبُعْدِ هذاك. وَيُشَارُ إِلَى الْمَكَانِ الْقَرِيبِ بِهُنَا أَوْ هَهُنَا نَحْو: {إِنَّا هَهُنَا قَاعِدُوْنَ) (۱) وَإِلَى الْمَكَانِ الْبَعِيدِ بِهُنَاكَ أَوْهَاهُنَاكَ أو هُنَالِكَأَوْ هَنَّا أَوْ هِنَّا أَوْ ثَمَّ نَحْو: {وَإِذَا رَأَيْتَ ثَمَّ } (٢٠) سورة الإنسان

Seperti halnya apa yang disebutkan di atas, lam juga tidak bisa masuk pada isim isyarah yang berbentuk Mufrad yang sudah kemasukan ha' tanbih.

 Contoh: هَذَا )tidak boleh diucapkan: هَذَلِكَ maka untuk meng- isyarahi musyar ilaih yang jauh menggunakan ism isyarah هذا Untuk meng-isyarahi tempat yang dekat menggunakan lafadz: هُدًا atau هَيْنَا . 

Contoh: إِنَّا هَهُنَا قَاعِدُونَ )Kami duduk disini( Untuk meng-isyarahi tempat yang jauh menggunakan lafadz: 

Contoh ثُمَّ - هِنَّا - هَنَّا - هُنَالِكَ - هَاهُنَاكَ - هُنَاكَ 

وَإِذَا رَأَيْتَ ثُمَّ )Ketika kamu melihat disana(.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjemah kitab matan taqrib pembahasan tentang hukum-hukum shalat

كِتَابُ الصَّلَاةِ  Pembahasan shalat  Shalat-shalat yang diwajibkan  الصَّلَاةُ الْمَفْرُوْضَةُ خَمْسٌ: Shalat yang diwajibkan itu ada 5.yaitu:  (۱) الظَّهْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا زَوَالُ الشَّمْسِ، وَآخِرُهُ إِذَا صَارَ ظِلُّ كُلِّ شَيْءٍ مِثْلَهُ بَعْدَ ظِلَّ الزَّوَال.  1. Zhuhur,  waktu salat zhuhur mulai setelah lewat rembang matahari (setelah matahari tergelincir ke arah barat). Dan akhir waktunya adalah ketika bayang- bayang sebuah benda telah sama panjangnya dengan benda itu, sesudah matahari lewat rembang. (۲) وَالْعَصْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا الزَّيَادَةُ عَلَى ظِلَّ الْمِثْلِ، وَآخِرُهُ في الاخْتِيَارِ إِلَى ظِلَّ الْمِثْلَيْنِ وَفِي الْجَوَازِ إِلَى غُرُوبِ الشَّمْسِ  2. Ashar,  waktu salat ashar dimulai setelah bayang-bayang sebuah benda yang sama dengan benda aslinya tadi bertambah panjang. Dan akhir waktunya menurut waktu Ikhtiar (waktu yang menjadi pilihan untuk menger- jakan salat sebelum masuk pada bagian waktu berikutnya) adalah...

Terjemah kitab mutammimah tentang bab kalam

               بَابُ الكلام          Bab Kalam     الكلامُ هُوَ  اللفظ المُرَكَّبُ الْمُفِيدُ بالوضع kalam adalah satu lafazd yang murakkab yang memberi faedah dengan waza'(sengaja)/bahasa arab Keterangan : • Lafadz adalah suara yang mengandung sebagian huruf Hijaiyah (huruf huruf Arab yang diawali dari alif sampai ya'). Contoh: زَيْدُ dan قَائِمُ  • Murokkab adalah lafadz yang tersusun dari dua kalimat atau lebih dengan susunan isnadi (penisbatan atau penyandaran hukum yang menjadikan kesempurnaan faidah). Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( أنا قائم )Saya orang yang berdiri • Mufid adalah ungkapan berfaidah yang dapat memberikan pemahaman sehingga tidak membutuhkan pertanyaan dari orang yang mendengarkan. Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( • Wad'i menurut sebagian ulama' nahwu adalah berbahasa Arab, dan menurut ulama' yang lain wad'i adalah disengaja oleh orang yang men...

Terjemah kitab matammimah tentang isem alam

    _________________________________________ Note:⚠️ Bila antum menemukan kesalahan dalam penulisan maka sangat diharapkan untuk mengomentari nya, Syukran kasiran ____________________________________________   فَصْلٌ فِي بَيَانِ الإِسْمِ الْعَلَمِ Fasal Tentang Isim Alam الْعَلَمُ نَوْعَانِ: شَخْصِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِشَيْءٍ بِعَيْنِهِ لَا يَتَنَاوَلُ غَيْرُهُ كَزَيْدٍ وَفَاطِمَةَ وَمَكَّةَ وَشَدْقَمٍ وَقَرَنٍ. Isim alam ada dua. Yaitu: 1. Alam syakhs, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk sesuatu yang sudah nyata (individu) dan tidak mencakup yang lainnya.  Contoh: زَيْدٍ - فَاطِمَةَ - مَكَّةَ - شَدْقَم - قَرَنٍ  وَجِنْسِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِجِنْسِ مِنَ الْأَجْنَاسِ كَأَسَامَةَ لِلْأَشَدِ وَثُعَالَةَ لِلتَّعْلَبِ وَذُؤَالَةَ لِلذِّئْبِ وَأُمُّ عِرْيَطٍ لِلْعَقْرَبِ. 2. Alam jinis, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk beberapa jinis.  Contoh: أسامة untuk nama harimau, تُعَالَةَ untuk nama musang, ذُؤَالَةَ untuk srigala, dan أُمُّ عِرْبَط...