Langsung ke konten utama

Terjemah kitab matammimah tentang isem zamer

 


_________________________________________

Note:⚠️

Bila antum menemukan kesalahan dalam penulisan maka sangat diharapkan untuk mengomentari nya, Syukran kasiran

____________________________________________



فَصْلٌ فِي بَيَانِ الْمُضْمَرِ وَأَقْسَامِهِ 


Fasal Tentang Isim dhamir dan Pembagiannya


الْمُضْمَرُ وَالضَّمِيرُ إِسْمَانِ لِمَا وُضِعَ لمُتَكَلِّمٍ كَأَنَا أَوْ مُخَاطَبٍ كَأَنْتَ أَوْ غَائِبِ كَهُوَ. 

Isim mudhmar atau dhamir ialah isim yang diletakkan untuk makna mutakallim, contoh: أَنا 

Atau mukhatab, contoh: أنت 

Atau ghaib, contoh: هُوَ


وَيَنْقَسِمُ إِلَى مُسْتَتِرٍ وَبَارِزٍ. 

Isim dhamir terbagi menjadi dua.

1. Dhamir mustatir (tersimpan). 

2. Dhamir bariz (nampak/tidak tersimpan).


فَالْمُسْتَتِرُ مَا لَيْسَ لَهُ صُورَةٌ فِي اللَّفْظِ. وَهُوَ إِمَّا مُسْتَتِرُ وُجُوْبًا كَالْمُسْتَتِرِ فِي فِعْلِ أَمْرٍ الْوَاحِدِ الْمُذَكَّرِ كَاضْرِبْ وَقُمْ، وَفِي الْمُضَارِعِ الْمَبْدُوْءِ بِتَاءِ خطَابِ الْوَاحِدِ الْمُذَكَّرِ كَتَقُوْمُ، وَتَضْرِبُ وَفِي الْمُضَارِعِ الْمَبْدُوْءِ بِالْهَمْزَةِ كَأَقُوْمُ، وَأَضْرِبُ، أَوْ بِالتَّوْنِ كَنَقُوْمُ ، وَنَضْرِبُ.

Dhamir mustatir ialah dhamir yang tidak mempunyai gambar/bentuk secara lafdzi. Dhamir mustatir ada kalanya mustatir wujub (wajib tersimpan), seperti: Fi'il amar yang menunjukkan makna Mufrad mudzakkar. 

Contoh: إضرب )Pukullah( قم )Berdirilah(  

Fi'il mudhari' yang diawali ta' khitab yang Mufrad mudzakkar. 

Contoh: تَقُوْمُ )Kamu sedang akan berdiri) تَضْرِبُ )Kamu sedang/akan memukul(

 Fi'il mudhari' yang diawali dengan hamzah. 

Contoh: أَقُوْمُ )Aku akan/sedang berdiri( أَضْرِبُ )Aku sedang akan memukul( 

Fi'il mudhari' yang diawali dengan nun.

 Contoh: نَقُوْمُ )Kita akan sedang berdiri (نَضْرِبُ )Kita akan/sedang memukul(


وَإِمَّا مُسْتَتِرُ جَوَازًا كَالْمُقَدَّرِ فِي نَحْوِ: زَيْدُ يَقُوْمُ، وَهِنْدٌ تَقُوْمُ. وَلَا يَكُوْنُ الْمُسْتَتِرُ إِلَّا ضَمِيرَ رَفْعِ إِمَّا فَاعِلًا أَوْ نَائِبَ الفَاعِلِ.

Dan adakalanya mustatir jawaz (boleh disimpan dan boleh tampak) seperti dhamir yang dikira-kirakan, (terdapat) dalam contoh: زَيْدُ يَقُوْمُ )Zaid sedang akan berdiri( هِنْدٌ تَقُوْمٍ )Hindun sedang akan berdiri( Tidak ada dhamir mustatir kecuali mahal rafa', baik menjadi fa'il atau na'ibul fa'il.


 وَالْبَارِزُ مَا لَهُ صُورَةٌ فِي اللَّفْظِ, وَيَنْقَسِمُ إِلَى مُتَّصِلٍ وَمُنْفَصِلٍ.

Dhamir bariz ialah dhamir yang mempunyai gambar/bentuk secara lafdzi. Dhamir bariz terbagi menjadi dua. 

1. Dhamir bariz muttasil. 

2. Dhamir bariz munfasil.


 فَالْمُتَّصِلُ: هُوَ الَّذِي لَا يُفْتَتَحُ بِهِ النُّطْقُ لَا يَقَعُ بَعْدَ إِلَّا كَتَاءِ قُمْتُ، وَكَافِ أَكْرَمَكَ.

Dhamir muttasil ialah dhamir yang tidak bisa dibuat untuk awal perkatan dan tidak bisa jatuh setelah إِلَّا, seperti tanya lafadz قُمْتُ dan kaf-nya lafadz أَكْرَمَكَ


 وَالْمُنْفَصِلُ: هُوَ مَا يُفْتَتَحُ بِهِ النُّطْقُ وَيَقَعُ بَعْدَ إِلَّا نَحْوُ أَنْ تَقُولَ: أَنَا مُؤْمِنٌ، وَمَا قَامَ إِلَّا أَنَا. 

Dhamir munfasil ialah dhamir yang bisa dibuat untuk awal perkataan dan bisa jatuh setelah إِلَّا 

contoh: أَنَا مُؤْمِنُ )Aku orang mukmin

( وَمَا قَامَ إِلَّا أَنَا )Tidaklah sedang berdiri kecuali saya)


وَيَنْقَسِمُ الْمُتَّصِلُ إِلَى مَرْفُوعِ وَمَنْصُوبٍ وَمجْرُورٍ

Dhamir muttasil terbagi menjadi tiga, yaitu: 

1. Marfu' (mahal rafa') 

2. Mansub (mahal nasab) 

3. Majzum (mahal jazam)


فَالْمَرْفُوعُ نَحْو ضَرَبْتُ وَضَرَبْنَا وَضَرَبْتَ وَضَرَبْتِ وَضَرَبْتُمَا وَضَرَبْتُمْ وَضَرَبْتُنَّ وَضَرَبَ وَضَرَبَا وَضَرَبُوا وَضَرَبَتْ وَضَرَبَنَا وَضَرَبْنَ. 

Dhamir muttasil marfu' seperti contoh: ضَرَبْتُ - ضَرَبْنَا - ضَرَبْتَ - ضَرَبْتِ - ضَرَبْتُمَا - ضَرَبْتُمْ - ضَرَبْتُنَّ - ضَرَبَ - ضَرَبَا - ضَرَبُوا - ضَرَبَتْ - ضَرَبَنَا - ضَرَبْنَ


وَالْمَنْصُوْبَ نَحْوُ أَكْرَمَنِي وَأَكْرَمَنَا وَأَكْرَمَكَ وَأَكْرَمَكِ وَأَكْرَمَكُمَا وَأَكْرَمَكُمْ وَأَكْرَمَكُنَّ وَأَكْرَمَهُ وَأَكْرَمَهَا وَأَكْرَمَهُمَا وَأَكْرَمَهُمْ وَأَكْرَمَهُنَّ. 

 Dhamir muttasil mansub seperti contoh: أَكْرَمَنِي - أَكْرَمَنَا - أَكْرَمَكَ - أَكْرَمَكِ - أَكْرَمَكُمَا - أَكْرَمَكُمْ - أَكْرَمَكُنَّ - أَكْرَمَهُ - أَكْرَمَهَا - أَكْرَمَهُمَا - أَكْرَمَهُمْ - أَكْرَمَهُنَّ


وَالْمَجْرُورُ كَالْمَنْصُوْبِ إِلَّا أَنَّهُ دَخَلَ عَلَيْهِ عَامِلُ الْجَرِ نَحْو: مَرَّ بِي وَمَرَّ بِنَا .... إلى آخره.

Dhamir muttasil majrur sama dengan dhamir muttasil mansub namun untuk dhamir muttasil majrur dimasuki amil jar.

 Contoh: مَرَّبي )Seseorang telah berjalan bertemu denganku) مَرَّ بِنَا )Seseorang telah berjalan bertemu dengan kita)


 وَيَنْقَسِمُ الْمُنْفَصِلُ إِلَى مَرْفُوْعِ وَمَنْصُوبٍ. 

Dhamir munfasil terbagi menjadi dua. Yaitu: 

1. Marfu' (mahal rafa') 

2. Mansub (mahal nasab)


فَالْمَرْفُوْعُ إِثْنَتَا عَشْرَةَ كَلِمَةً, وَهِيَ: أَنَا وَنَحْنُ وَأَنْتَ وَأَنْتِ وَأَنْتُمَا وَأَنْتُمْ وَأَنْتُنَّ وَهُوَ وَهِيَ وَهُمَا وَهُمْ وَهُنَّ. فَكُلُّ وَاحِدٍ مِنْ هَذِهِ الضَّمَائِرِ إِذَا وَقَعَ فِي ابْتِدَاءِ الْكَلَامِ فَهُوَ مُبْتَدَأَ نَحْو: {وَأَنَا رَبُّكُمْ} (٩٢) سورة الأنبياء وَنَحْنُ الْوَارِثُونَ) (۲۳) سورة الحجرة وأَنتَ مَوْلَانَا) (٢٨٦) سورة البقرة {وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (۱۲۰) سورة المائدة.

Dhamir munfasil marfu' ada 12 kalimah, yaitu: أَنَا - نَحْنُ - أَنْتَ - أَنْتِ - أَنْتُمَا - أَنْتُمْ - أَنْتُنَّ - هُوَ - هِيَ - هُمَا - هُمْ - هُنَّ. 

Masing-masing dhamir ini ketika jatuh diawal kalam (perkataan) maka menjadi mubtada'. 

Contoh: وَأَنَا رَبُّكُمْ )Aku adalah Tuhan kamu semua.

ونحن الْوَارِثُونَ )Kami adah para pewaris(.

 أَنْتَ مَوْلَانَا )Kamu adalah Tuhan kami

( هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ )Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.)



وَالْمَنْصُوبُ إِثْنَتَا عَشْرَةَ كَلِمَةً وَهِيَ: إِيَّايَ وَإِيَّانَا وَإِيَّاكَ وَإِيَّاكَ وَإِيَّاكُمَا وَإِيَّاكُمْ وَإِيَّاكُنَّ وَإِيَّاهُ وَإِيَّاهَا وَإِيَّاهُمَا وَإِيَّاهُمْ وَإِيَّاهُنَّ فَهَذِهِ الضَّمَائِرُ لَا تَكُوْنُ إِلَّا مَفْعُولًا بِهِ. نَحْو: {إِيَّاكَ نَعْبُدُ} (٥) سورة الفاتحة إِيَّاكُمْ كَانُوا يَعْبُدُوْنَ} (٤٠) سورة سبأ.

Dhamir munfasil mansub ada 12, yaitu: إِيَّايَ - إِيَّانَا - إِيَّاكَ - إِيَّاكِ - إِيَّاكُمَا - إِيَّاكُمْ - إِيَّاكُنَّ - إِيَّاهُ - إِيَّاهَا - إِيَّاهُمَا - إِيَّاهُمْ - إِيَّاهُنَّ .

 Semua dhamir-dhamir ini harus menjadi maful bih.

 Contoh: إِيَّاكَ نَعْبُدُ )Hanya kepada-Mu aku menyembah(. إِيَّاكُمْ كَانُوا يَعْبُدُونَ )Hanya kepada-Mu mereka menyembah)


 وَمَتَى أَمْكَنَ أَنْ يُؤْتَى بِالضَّمِيرِ مُتَّصِلًا فَلَا يَجُوْزُ أَنْ يُؤْتَى بِهِ مُنْفَصِلًا، فَلَا يُقَالُ فِي نَحْوِ قُمْتُ، قَامَ أَنَا، وَلَا فِي أَكْرَمَكَ أَكْرَمَ إِيَّاكَ إِلَّا نَحْوَ سَلْنِيْهِ وَكُنْتُهُ، فَيَجُوزُ الْفَضْلُ أَيْضًا نَحْو: سَلْنِي إِيَّاهُ وَكُنْتُ إِيَّاهُ. وَأَلْفَاظُ الضَّمَائِرِ كُلُّهَا مَبْنِيَّةٌ لَا يَظْهَرُ فِيهَا الْإِعْرَابُ.

Ketika masih bisa mendatangkan dhamir muttasil, maka tidak boleh mendatangkan dhamir munfasil. Maka dalam contoh قُمْتُ tidak boleh diucapkan قام أنا Dan contoh أَكْرَمَكَ tidak boleh diucapkan أَكْرَمَ إِيَّاكَ

Kecuali pada contoh: سَلْنِيْهِ وَكُنْتُهُ،

Maka boleh mendatangkan zamer munfasil pula pada contoh: سَلْنِي إِيَّاهُ وَكُنْتُ إِيَّاهُ.

Semua isim dhamir (muttasil/munfasil) hukumnya mabni, karena tak satupun ada i'rab-nya isim dhamir yang zahir(nampak).



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjemah kitab matan taqrib pembahasan tentang hukum-hukum shalat

كِتَابُ الصَّلَاةِ  Pembahasan shalat  Shalat-shalat yang diwajibkan  الصَّلَاةُ الْمَفْرُوْضَةُ خَمْسٌ: Shalat yang diwajibkan itu ada 5.yaitu:  (۱) الظَّهْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا زَوَالُ الشَّمْسِ، وَآخِرُهُ إِذَا صَارَ ظِلُّ كُلِّ شَيْءٍ مِثْلَهُ بَعْدَ ظِلَّ الزَّوَال.  1. Zhuhur,  waktu salat zhuhur mulai setelah lewat rembang matahari (setelah matahari tergelincir ke arah barat). Dan akhir waktunya adalah ketika bayang- bayang sebuah benda telah sama panjangnya dengan benda itu, sesudah matahari lewat rembang. (۲) وَالْعَصْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا الزَّيَادَةُ عَلَى ظِلَّ الْمِثْلِ، وَآخِرُهُ في الاخْتِيَارِ إِلَى ظِلَّ الْمِثْلَيْنِ وَفِي الْجَوَازِ إِلَى غُرُوبِ الشَّمْسِ  2. Ashar,  waktu salat ashar dimulai setelah bayang-bayang sebuah benda yang sama dengan benda aslinya tadi bertambah panjang. Dan akhir waktunya menurut waktu Ikhtiar (waktu yang menjadi pilihan untuk menger- jakan salat sebelum masuk pada bagian waktu berikutnya) adalah...

Terjemah kitab mutammimah tentang bab kalam

               بَابُ الكلام          Bab Kalam     الكلامُ هُوَ  اللفظ المُرَكَّبُ الْمُفِيدُ بالوضع kalam adalah satu lafazd yang murakkab yang memberi faedah dengan waza'(sengaja)/bahasa arab Keterangan : • Lafadz adalah suara yang mengandung sebagian huruf Hijaiyah (huruf huruf Arab yang diawali dari alif sampai ya'). Contoh: زَيْدُ dan قَائِمُ  • Murokkab adalah lafadz yang tersusun dari dua kalimat atau lebih dengan susunan isnadi (penisbatan atau penyandaran hukum yang menjadikan kesempurnaan faidah). Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( أنا قائم )Saya orang yang berdiri • Mufid adalah ungkapan berfaidah yang dapat memberikan pemahaman sehingga tidak membutuhkan pertanyaan dari orang yang mendengarkan. Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( • Wad'i menurut sebagian ulama' nahwu adalah berbahasa Arab, dan menurut ulama' yang lain wad'i adalah disengaja oleh orang yang men...

Terjemah kitab matammimah tentang isem alam

    _________________________________________ Note:⚠️ Bila antum menemukan kesalahan dalam penulisan maka sangat diharapkan untuk mengomentari nya, Syukran kasiran ____________________________________________   فَصْلٌ فِي بَيَانِ الإِسْمِ الْعَلَمِ Fasal Tentang Isim Alam الْعَلَمُ نَوْعَانِ: شَخْصِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِشَيْءٍ بِعَيْنِهِ لَا يَتَنَاوَلُ غَيْرُهُ كَزَيْدٍ وَفَاطِمَةَ وَمَكَّةَ وَشَدْقَمٍ وَقَرَنٍ. Isim alam ada dua. Yaitu: 1. Alam syakhs, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk sesuatu yang sudah nyata (individu) dan tidak mencakup yang lainnya.  Contoh: زَيْدٍ - فَاطِمَةَ - مَكَّةَ - شَدْقَم - قَرَنٍ  وَجِنْسِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِجِنْسِ مِنَ الْأَجْنَاسِ كَأَسَامَةَ لِلْأَشَدِ وَثُعَالَةَ لِلتَّعْلَبِ وَذُؤَالَةَ لِلذِّئْبِ وَأُمُّ عِرْيَطٍ لِلْعَقْرَبِ. 2. Alam jinis, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk beberapa jinis.  Contoh: أسامة untuk nama harimau, تُعَالَةَ untuk nama musang, ذُؤَالَةَ untuk srigala, dan أُمُّ عِرْبَط...