Langsung ke konten utama

Terjemah kitab mutammimah bab tentang maf'ul fih

 


_________________________________________

Note:⚠️

Bila antum menemukan kesalahan dalam penulisan maka sangat diharapkan untuk mengomentari nya, Syukran kasiran

____________________________________________



بَابُ الْمَفْعُوْلِ فِيهِ


 Bab Tentang Maful Fih (zaraf Zaman/Makan)


وَهُوَ الْمُسَمَّى ظَرْفَ الزَّمَانِ وَظَرْفَ الْمَكَانِ. 

Maf'ul fih disebut juga zaraf zaman dan zaraf makan.


ظَرْفُ الزَّمَانِ هُوَ إِسْمُ الزَّمَانِ الْمَنْصُوبُ بِتَقْدِيرِ فِي نَحْوُ الْيَوْمَ وَاللَّيْلَةَ وَغُدْوَةً وَبُكْرَةً وَسَحَرًا وَغَدًا وَعَتَمَةً وَصَبَاحًا وَمَسَاءً وَأَبَدًا وَأَمَدًا وَحِيْنًا وَعَامًا وَشَهْرًا وَأَسْبُوْعًا وَسَاعَةً.

Zaraf zaman ialah isim zaman yang dibaca nasab dengan mengira-ngirakan maknanya huruf jar. 

Contoh:

( الْيَوْمَ ) Hari

( اللَّيْلَةَ )  Malam  

( غُدْرَةً )Pagi hari

( بُكْرَةً ) Waktu pagi

( سَحَررًا ) Waktu sahur

( غَدًا )Besok

( عَتَمَةٌ )Waktu sore/isya'

( صباحًا ) Waktu subuh

( مَسَاءً )Waktu sore

( أَبَدًا )Selamanya

( أَمَدًا )Selamanya

( حِينًا )Ketika

( عامًا )Tahun

( شَهْرًا )Bulan

( أَسْبُوعًا )Seminggu

( سَاعَةُ )Satu jam


 وَظَرْفُ الْمَكَانِ هُوَ إِسْمُ الْمَكَانِ الْمَنْصُوبُ بِتَقْدِيرِ فِي نَحْوُ أَمَامَ وَخَلْفَ وَقُدَّامَ وَوَرَاءَ وَفَوْقَ وَتَحْتَ وَعِنْدَ وَمَعَ وَإِزَاءَ وَحِذَاءَ وَتِلْقَاءَ، وَهَذِهِ الثَّلَاثَةُ مَعْنَاهَا وَاحِدٌ وَثَمَّ وَهُنَا.

Zaraf makan ialah isim makan yang dibaca nasab dengan mengira-ngirakan maknanya huruf jar. 

Contoh: 

( أمام )Depan

( خَلْفَ )Belakang

( قُدَّامَ )Didepan

( وَرَاءَ )Dibelakang

( فَوْقَ )Di atas

( تحت )Dibawah

( عِنْدَ )Disisi

( مع )Beserta

( إزاء )Didepan

( حِذَاءَ )Didepan

( تِلْقَاءَ )Dihadapan

Ketiga lafadz ini yaitu: 

تِلْقَاءَ - حِذَاءَ - إِزَاءَ bermakna sama. 

( ثُمَّ )Disana

( هنا )Disini


 وَجَمِيعُ أَسْمَاءِ الزَّمَانِ تَقْبَلُ النَّصْبَ عَلَى الطَّرْفِيَّةِ لَا فَرْقَ فِي ذَلِكَ بَيْنَ الْمُخْتَصِ مِنْهَا وَالْمَعْدُودِ وَالْمُبْهَمِ. وَنَعْنِي بِالْمُخْتَصِ مَا يَقَعُ جَوَابًا لِمَتَى. 

Semua isim zaman bisa dinasab-kan menjadi zaraf, baik berupa isim zaman muhktas atau ma'dud, atau mubham. Yang dimaksud isim zaman mukhtas ialah isim zaman yang bisa menjadi jawabnya متي 

Contoh: مَتَ جِئْتَ؟ )Kapan kamu datang?(  ... يَوْمَ الْخَمِيسِ Hari kamis



وَنَعْنِي بِالْمَعْدُودِ مَا يَقَعُ جَوَابًا لِكَمْ كالأُسْبُوعِ وَالشَّهْرِ تَقُوْلُ إِعْتَكَفْتُ أُسْبُوعًا.

Yang dimaksud isim zaman ma'dud ialah isim zaman yang bisa menjadi jawabnya كمْ 

Contoh: كَمْ إِعْتَكَفْتَ؟ )Berapa lama kamu i'tikaf?( أَسْبُوعًا ....)Seminggu


وَنَعْنِي بِالْمُبْهَمِ مَا لَا يَقَعُ جَوَابًا لِشَيْءٍ مِنْهُمَا كَالْحِيْنِ وَالْوَقْتِ، تَقُولُ: جَلَسْتُ حِيْنًا.

Yang di maksud dengan zaraf zaman mubham ialah isim zaman yang tidak bisa menjadi jawabnya مَتَي dan كُمْ . 

Contoh: جَلَسْتُ حِيْنًا )Aku duduk dalam waktu sebentar(


 وَأَمَّا أَسْمَاءُ الْمَكَانِ فَلَا يَنْتَصِبُ مِنْهَا عَلَى الظَّرْفِيَّةِ إِلَّا ثَلَاثَةُ أَنْوَاعِ. الْأَوَّلُ الْمُبْهَمُ كَأَسْمَاءِ الْجِهَاتِ السِّتِ وَهِيَ : فَوْقُ وَتَحْتُ وَيَمِينُ وَشِمَالُ وَأَمَامُ وَخَلْفُ وَمَا أَشْبَهَهَا.

Adapun zaraf makan itu tidak bisa dinasab kan menjadi maful fih kecuali tiga macam. Yaitu: 1. Zaraf makan mubham.

 Contoh: فَوْقُ وَتَحْتُ وَيَمِينُ وَشِمَالُ وَأَمَامُ وَخَلْفُ


 وَالثَّانِي أَسْمَاءُ الْمَقَادِيرِ كَالْفَرْسَخِ وَالْمَيْلِ وَالْبَرِيدِ، نَحْو: سِرْتُ مَيْلًا. وَالثَّالِثُ مَا كَانَ مُشْتَقًا مِنْ مَصْدَرِ عَامِلِهِ، نَحْو: جَلَسْتُ مَجْلِسَ زَيْدٍ، وَقَالَ تَعَالَى: وَإِنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ.

3. Lafadz yang musytaq (dicetak) dari masdar-nya amil. 

Contoh: جَلَسْتُ مَجْلِسَ زَيْدٍ  Aku duduk di tempat duduknya Zaid).


 وَمَا عَدَا هَذِهِ الثَّلَاثَةِ الْأَنْوَاعِ مِنْ أَسْمَاءِ الْمَكَانِ. لَا يَجُوزُ إِنْتِصَابُهُ عَلَى الظَّرْفِيَّةِ فَلَا تَقُوْلُ جَلَسْتُ الْبَيْتَ وَلَا صَلَّيْتُ الْمَسْجِدَ وَلَا قُمْتُ الطَّرِيقَ. وَلَكِنْ حُكْمُهُ أَنْ تَجْرَّهُ بِفِي. وَقَوْلُهُمْ: دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ وَسَكَنْتُ الْبَيْتَ مَنْصُوبٌ عَلَى التَّوَسُّعِ بِإِسْقَاطِ الخافض.

Isim makan yang selain tiga perkara di atas tidak boleh dinasab-kan menjadi maf'ul fih, maka tidak boleh mengucapkan: جَلَسْتُ الْبَيْتَ صَلَّيْتُ الْمَسْجِدَ قُمْتُ الطَّرِيقَ Dengan menjadikan maf'ul fih lafadz الْبَيْتَ - الْمَسْجِدَ - الطَّرِيقَ Tetapi harus dijar-kan dengan huruf jar في . 

Adapun ucapannya orang Arab: دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ )Aku masuk dalam masjid

(. سَكَنْتُ الْبَيْتَ )Aku berdiam dalam rumah.

 Itu dinasab-kan karena "tawassu" dengan membuang huruf jar.


Keterangan : 

★ Tawassu' ialah kelonggaran hukum yang diterapkan pada sesuatu yang aslinya tidak boleh menjadi boleh.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjemah kitab matan taqrib pembahasan tentang hukum-hukum shalat

كِتَابُ الصَّلَاةِ  Pembahasan shalat  Shalat-shalat yang diwajibkan  الصَّلَاةُ الْمَفْرُوْضَةُ خَمْسٌ: Shalat yang diwajibkan itu ada 5.yaitu:  (۱) الظَّهْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا زَوَالُ الشَّمْسِ، وَآخِرُهُ إِذَا صَارَ ظِلُّ كُلِّ شَيْءٍ مِثْلَهُ بَعْدَ ظِلَّ الزَّوَال.  1. Zhuhur,  waktu salat zhuhur mulai setelah lewat rembang matahari (setelah matahari tergelincir ke arah barat). Dan akhir waktunya adalah ketika bayang- bayang sebuah benda telah sama panjangnya dengan benda itu, sesudah matahari lewat rembang. (۲) وَالْعَصْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا الزَّيَادَةُ عَلَى ظِلَّ الْمِثْلِ، وَآخِرُهُ في الاخْتِيَارِ إِلَى ظِلَّ الْمِثْلَيْنِ وَفِي الْجَوَازِ إِلَى غُرُوبِ الشَّمْسِ  2. Ashar,  waktu salat ashar dimulai setelah bayang-bayang sebuah benda yang sama dengan benda aslinya tadi bertambah panjang. Dan akhir waktunya menurut waktu Ikhtiar (waktu yang menjadi pilihan untuk menger- jakan salat sebelum masuk pada bagian waktu berikutnya) adalah...

Terjemah kitab mutammimah tentang bab kalam

               بَابُ الكلام          Bab Kalam     الكلامُ هُوَ  اللفظ المُرَكَّبُ الْمُفِيدُ بالوضع kalam adalah satu lafazd yang murakkab yang memberi faedah dengan waza'(sengaja)/bahasa arab Keterangan : • Lafadz adalah suara yang mengandung sebagian huruf Hijaiyah (huruf huruf Arab yang diawali dari alif sampai ya'). Contoh: زَيْدُ dan قَائِمُ  • Murokkab adalah lafadz yang tersusun dari dua kalimat atau lebih dengan susunan isnadi (penisbatan atau penyandaran hukum yang menjadikan kesempurnaan faidah). Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( أنا قائم )Saya orang yang berdiri • Mufid adalah ungkapan berfaidah yang dapat memberikan pemahaman sehingga tidak membutuhkan pertanyaan dari orang yang mendengarkan. Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( • Wad'i menurut sebagian ulama' nahwu adalah berbahasa Arab, dan menurut ulama' yang lain wad'i adalah disengaja oleh orang yang men...

Terjemah kitab matammimah tentang isem alam

    _________________________________________ Note:⚠️ Bila antum menemukan kesalahan dalam penulisan maka sangat diharapkan untuk mengomentari nya, Syukran kasiran ____________________________________________   فَصْلٌ فِي بَيَانِ الإِسْمِ الْعَلَمِ Fasal Tentang Isim Alam الْعَلَمُ نَوْعَانِ: شَخْصِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِشَيْءٍ بِعَيْنِهِ لَا يَتَنَاوَلُ غَيْرُهُ كَزَيْدٍ وَفَاطِمَةَ وَمَكَّةَ وَشَدْقَمٍ وَقَرَنٍ. Isim alam ada dua. Yaitu: 1. Alam syakhs, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk sesuatu yang sudah nyata (individu) dan tidak mencakup yang lainnya.  Contoh: زَيْدٍ - فَاطِمَةَ - مَكَّةَ - شَدْقَم - قَرَنٍ  وَجِنْسِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِجِنْسِ مِنَ الْأَجْنَاسِ كَأَسَامَةَ لِلْأَشَدِ وَثُعَالَةَ لِلتَّعْلَبِ وَذُؤَالَةَ لِلذِّئْبِ وَأُمُّ عِرْيَطٍ لِلْعَقْرَبِ. 2. Alam jinis, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk beberapa jinis.  Contoh: أسامة untuk nama harimau, تُعَالَةَ untuk nama musang, ذُؤَالَةَ untuk srigala, dan أُمُّ عِرْبَط...