Note:⚠️
Bila antum menemukan kesalahan dalam penulisan maka sangat diharapkan untuk mengomentari nya, Syukran kasiran
____________________________________________
بَابُ الْمَفْعُوْلِ بِهِ
Bab Tentang Maf'ul Bih
الْمَفْعُولُ بِهِ هُوَ الْإِسْمُ الَّذِي يَقَعُ عَلَيْهِ الْفِعْلُ، نَحْو: ضَرَبْتُ زَيْدًا، وَرَكِبْتُ الْفَرَسَ، وَاتَّقُوْا اللهَ، وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ.
Maf'ul bih ialah isim yang kejatuhan/ tertimpa perbuatannya fi'il.
Contoh: ضَرَبْتُ زَيْدًا )Aku telah memukul Zaid
( رَكِبْتُ الفَرَسَ )Aku telah menaiki kuda
( وَاتَّقُوا الله )Bertaqwalah pada Allah
( أَقِيمُوا الصَّلَاةَ )Dirikanlah sholat
وَهُوَ عَلَى قِسْمَيْنِ: ظَاهِرُ وَمُضْمَرُ.
Maf'ul bih terbagi menjadi dua. Yaitu:
1. Maful bih isim zahir.
2. Maful bih isim zamer.
Keterangan:
★ Maf'ul bih isim dzahir ialah maf'ul bih yang berupa isim dzahir.
Contoh: ضَرَبْتُ زَيْدًا )Aku telah memukul Zaid.
★ Maf'ul bih isim zamer ialah maf'ul bih yang berupa isim zamer.
Contoh: ضَرَبْتُهُ
فَالظَّاهِرُ مَا تَقَدَّمَ ذِكْرُهُ.
Adapun maf'ul bih isim zahir itu seperti yang sudah disebutkan.
وَالْمُضْمَرُ قِسْمَانِ مُتَّصِلُ، نَحْوُ: أَكْرَمَنِي وَأَخَوَاتِهِ.
Adapun maf'ul bih isim zamir itu terbagi menjadi dua. Yaitu:
1. Maful bih isim zamir muttasil.
Contoh: أَكْرَمَني )Seseorang telah memuliakanku
( أَكْرَمَنَا )Seseorang telah memuliakan kita(. Dan saudara-saudaranya (seperti yang sudah diterangkan dalam bab isim zamir).
وَمُنْفَصِلُ، نَحْو: إِيَّايَ وَأَخَوَاتِهِ، وَقَدْ تَقَدَّمَ ذَلِكَ فِي فَصْلِ الْمُضْمَرِ.
2. Maf'ul bih isim zamir munfasil.
Contoh : إيَّانَا - إيَّاي dan saudara- saudaranya (seperti yang sudah diterangkan dalam bab isim zamir).
وَالْأَصْلُ فِيْهِ أَنْ يَتَأَخَّرَ عَنِ الْفَاعِلِ، نَحْو: وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُودَ.
Hukum asal (asli)-nya maf'ul bih ialah diakhirkan dari fa'il-nya (jatuh setelah fa'il).
Contoh: وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُوْدَ )Nabi Sulaiman telah mewarisi hartanya nabi Dawud).
وَقَدْ يَتَقَدَّمُ عَلَى الْفَاعِلِ جَوَازًا وَوُجُوبًا.
Terkadang maf'ul bih mendahului fa'ilnya secara jawazan (tidak wajib) dan wujuban (wajib).
Keterangan:
★ Contoh maf'ul bih yang mendahului fa'il-nya secara jawazan (tidak wajib): وَلَقَدْ جَاءَ آلَ فِرْعَوْنَ النُّذُرُ (Dan sesungguhnya telah datang kepada kaum fir'aun ancaman-ancaman). Dalam contoh ini maf'ul bih yaitu lafadz آل فِرْعَوْنَ mendahului fa'il-nya yang berupa lafadz النُّذُرُ
★ Contoh maf'ul bih yang mendahului fail-nya secara wujuban (wajib( : شَغَلَثْنَا أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا )Harta dan keluarga kami telah merintangi kami(.
Dalam contoh ini maful bih yaitu zamir dalam lafadz شَغَلَتْنَا wajib mendahului fa'il-nya yang berupa lafadz أَمْوَالُنَا
وَقَدْ يَتَقَدَّمُ عَلَى الْفِعْلِ وَالْفَاعِلِ كَمَا تَقَدَّمَ فِي بَابِ الْفَاعِلِ.
Terkadang maful bih mendahului fi'il dan fa'il-nya (secara jawazan dan wujuban), seperti yang sudah diterangkan dalam bab fa'il.
Keterangan:
★ Contoh maf'ul bih yang mendahului fi'il dan fa'il-nya secara jawazan: فريقا هَدَى )Sebagian diberi-Nya petunjuk).
Dalam contoh ini maful bih yaitu lafadz فَرِيقًاmendahului fi'il-nya berupa lafadz هَدَى dan mendahului fail nya yang berupa zamir mustatir dalam lafadz هدًى
★ Contoh maful bih yang mendahului fi'il dan fa'il-nya secara wujuban: فَأَيَّ آيَاتِ اللَّهِ تُنْكِرُونَ )Maka tanda-tanda (kekuasaan) Allah yang manakah yang kamu ingkari?). Dalam contoh ini maf'ul bih wajib mendahului fi'il-nya yaitu lafadz تُنكِرُونَ dan mendahului fa'il-nya yaitu zamir mustatir yang terdapat dalam lafaz تُنْكِرُونَ
وَمِنْهُ مَا أُضْمِرَ عَامِلُهُ جَوَازًا، نَحْو: قَالُوا خَيْرًا. وَوُجُوْبًا فِي مَوَاضِعَ.
Termasuk maf'ul bih ialah isim (maf'ul bih) yang amil-nya disimpan (dikira-kirakan) secara jawazan,
contoh: قَالُوا خَيْرًا )Mereka berkata: "Allah telah menurunkan" kebaikan). Dan wujuban yang terdapat di beberapa tempat.
Keterangan:
★ Dalam contoh: قَالُوا خَيْرًا Lafadz خَيْرًا menjadi maful bih, dan amil yang menasob-kan disimpan (secara jawazan) yaitu berupa lafadz أَنْزَلَ

Komentar
Posting Komentar