Langsung ke konten utama

Terjemah kitab mutammimah bab tentang tamyiz

_________________________________________

Note:⚠️

Bila antum menemukan kesalahan dalam penulisan maka sangat diharapkan untuk mengomentari nya, Syukran kasiran

___________________________________________



بَابُ التَّمْيِيزِ


Bab Tentang Tamyiz


هُوَ الْإِسْمُ الْمَنْصُوْبُ الْمُفَسِّرُ لِمَا إِنْبَهَمَ مِنَ الدَّوَاتِ أَوِ النِّسَبِ.
Tamyiz ialah isim yang dibaca nasab yang menjelaskan dzat atau nisbat yang samar.

 وَالدَّاتُ الْمُبْهَمَةُ أَرْبَعَةُ أَنْوَاعِ إِحْدَاهَا الْعَدَدُ نَحْو: اشْتَرَيْتُ عِشْرِينَ غلامًا، وَمَلَّكْتُ تِسْعِينَ نَعْجَةً؛ وَالثَّانِي: الْمِقْدَارُ كَقَوْلِكَ اشْتَرَيْتُ قَفِيرًا بُرًا وَمَنَّا وَسَمْنًا وَشِبْرًا أَرْضًا؛
 وَالثَّالِثُ شِبْهُ الْمِقْدَارِ نَحْوُ مِثْقَالِ ذَرَّةٍ خَيْرًا، فَخَيْرًا تَمْيِيزُ لِمِثْقَالِ ذَرَّةٍ 
وَالرَّابِعُ: مَا كَانَ فَرْعًا لِلتَّمْيِيزِ، نَحْو: هَذَا خَاتَمُ حَدِيدًا، وَبَابٌ سَاجًا ، وَجُبَّةٌ خُزًّا 
Dzat yang samar ada 4 macam. Yaitu:
 1. Adad. 
Contoh:  اِشْتَرَيْتُ عِشْرِينَ غُلَامًا  (Aku membeli 20 budak). 

2. Takaran. 
Contoh: اشْتَرَيْتُ قَفِيْرًا بُرًا وَمَنَّا وَسَمْنًا وَشِبْرًا أَرْضًا (Aku membeli gandum 1 kafiz, dan samin satu manna, dan bumi satu kilan). 

3. Perkara yang disamakan dengan takaran. 
Contoh: مِثْقَالِ ذَرَّةٍ خَيْرًا  (Kebaikan seberat semut). 

4. Cabangnya tamyiz. 
Contoh: هَذَا خَاتَمُ حَدِيدًا (Ini cincin besi)
( بَابٌ سَاجًا ) Pintu kayu jati
( جُبَّةٌ خُنَّا ) Jubbah sutra

وَالْمُبَيِّنُ لِإِبْهَامِ النِّسْبَةِ إِمَّا مُحَوَّلُ عَنِ الْفَاعَلِ، نَحْوُ تَصَبَّبَ زَيْدُ عَرَقًا، وَتَفَقَّأَ بَكْرُ شَحْمًا، وَطَابَ مُحَمَّدُ نَفْسًا، {وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا} (٤) سورة مريم.
Tamyiz yang menjelaskan kesamaran nisbat adakalanya yang dipindah dari fa'il. 
Contoh: 
تَصَبَّبَ زَيْدُ عَرَقًا (Zaid bercucuran keringannya). 
Aslinya: تَصَبَّبَ عَرَقُ زَيْدٍ تَفَقَّا بَكْرُ شَحْمًا (Bakar merekah gajihnya).

طَابَ نَفْسُ مُحَمَّدٍ (Muhammad baik hatinya)
 Aslinya: تَفَقَّا شَحْمُ بَكْرٍ طَابَ مُحَمَّدٌ نَفْسًا )

اِشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا )Uban dikepalanya menyala).
Aslinya: اشْتَعَلَ شَيْبُ الرَّأْسِ 


وَإِمَّا مُحَوَّلُ عَنِ الْمَفْعُوْلِ، نَحْو: وَفَجَّرْنَا الْأَرْضَ عُيُونًا} (١٢) سورة القمر.
 أَوْعَنْ غَيْرِهِمَا، نَحْو: {أَنَا أَكْثَرُ مِنْكَ مَالًا ) (٣٤) سورة الكهف؛ وَزَيْدُ أَكْرَمُ مِنْكَ أَبًا، وَأَجْمَلُ مِنْكَ وَجْهَا، أَوْ غَيْرُ مُحَوَّلِ، نَحْوُ: اِمْتَلَأَ الْإِنَاءُ مَاءً؛ وَلِلَّهِ ذَرَهُ فَارِسًا.
Atau dipindah dari maf'ul. 
Contoh:
 وَفَجَّرْنَا الْأَرْضَ عُيُوْنًا )Aku mengalirkan mata airnya bumi). 
Aslinya: وَفَجَّرْنَا عُيُونَ الْأَرْضِ 

Atau dipindah dari selain fa'il dan maf'ul. 
Contoh: أَنَا أَكْثَرُ مِنْكَ مَالًا (Hartaku lebih banyak dari pada hartamu). 
Aslinya: مَا لِي أَكْثَرُ مِنْكَ Atau sama sekali tidak dipindah. 

Contoh: إِمْتَلَأُ الْإِنَّاءُ مَاءً (Wadah telah penuh dengan air).
 وَلِلَّهِ ذَرِّهُ فَارِسًا (Hebat dia laki-laki dalam berkuda).


 وَلَا يَكُوْنُ التَّمْيِيرُ إِلَّا نَكِرَةٌ؛ وَلَا يَكُوْنُ إِلَّا بَعْدَ تَمَامِ الْكَلَامِ بِالْمَعْنَى الْمُتَقَدِّمِ فِي الْحَالِ
Tidak ada tamyiz kecuali berupa isim nakirah dan tidak ada tamyiz kecuali jatuh setelah kalam yang sempurna dengan pengertian yang sudah dijelaskan dalam bab hal.

 وَالنَّاصِبُ لِتَمْيِيْنِ الذَّاتِ الْمُبْهَمَةِ تِلْكَ الدَّاتُ وَلِتَمْيِيْنِ النِّسْبَةِ الْفِعْلُ الْمُسْنَدُ.
Amil yang menasab-kan tamyiz dzat ialah isim dzat itu sendiri,
 contoh: إِشْتَرَيْتُ عِشْرِينَ غُلَامًا (Aku membeli 20 budak). 
Dan amil yang menasab-kan tamyiz nisbat ialah fi'il yang disandarkan pada tamyiz tersebut. 
Contoh: طَابَ زَيْدُ نَفْسًا (Zaid baik hatinya)
 Atau serupanya fi'il, 
contoh: زَيْدُ أَجْمَلُ مِنْكَ وَجْهَا (Zaid lebih tampan wajahnya daripada kamu).

وَلَا يَتَقَدَّمُ التَّمْيِيزُ عَلَى عَامِلِهِ مُطْلَقًا. وَاللهُ أَعْلَمُ.
Tamyiz tidak boleh mendahului amil-nya secara mutlak (baik amil berupa isim atau fi'il).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjemah kitab matan taqrib pembahasan tentang hukum-hukum shalat

كِتَابُ الصَّلَاةِ  Pembahasan shalat  Shalat-shalat yang diwajibkan  الصَّلَاةُ الْمَفْرُوْضَةُ خَمْسٌ: Shalat yang diwajibkan itu ada 5.yaitu:  (۱) الظَّهْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا زَوَالُ الشَّمْسِ، وَآخِرُهُ إِذَا صَارَ ظِلُّ كُلِّ شَيْءٍ مِثْلَهُ بَعْدَ ظِلَّ الزَّوَال.  1. Zhuhur,  waktu salat zhuhur mulai setelah lewat rembang matahari (setelah matahari tergelincir ke arah barat). Dan akhir waktunya adalah ketika bayang- bayang sebuah benda telah sama panjangnya dengan benda itu, sesudah matahari lewat rembang. (۲) وَالْعَصْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا الزَّيَادَةُ عَلَى ظِلَّ الْمِثْلِ، وَآخِرُهُ في الاخْتِيَارِ إِلَى ظِلَّ الْمِثْلَيْنِ وَفِي الْجَوَازِ إِلَى غُرُوبِ الشَّمْسِ  2. Ashar,  waktu salat ashar dimulai setelah bayang-bayang sebuah benda yang sama dengan benda aslinya tadi bertambah panjang. Dan akhir waktunya menurut waktu Ikhtiar (waktu yang menjadi pilihan untuk menger- jakan salat sebelum masuk pada bagian waktu berikutnya) adalah...

Terjemah kitab mutammimah tentang bab kalam

               بَابُ الكلام          Bab Kalam     الكلامُ هُوَ  اللفظ المُرَكَّبُ الْمُفِيدُ بالوضع kalam adalah satu lafazd yang murakkab yang memberi faedah dengan waza'(sengaja)/bahasa arab Keterangan : • Lafadz adalah suara yang mengandung sebagian huruf Hijaiyah (huruf huruf Arab yang diawali dari alif sampai ya'). Contoh: زَيْدُ dan قَائِمُ  • Murokkab adalah lafadz yang tersusun dari dua kalimat atau lebih dengan susunan isnadi (penisbatan atau penyandaran hukum yang menjadikan kesempurnaan faidah). Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( أنا قائم )Saya orang yang berdiri • Mufid adalah ungkapan berfaidah yang dapat memberikan pemahaman sehingga tidak membutuhkan pertanyaan dari orang yang mendengarkan. Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( • Wad'i menurut sebagian ulama' nahwu adalah berbahasa Arab, dan menurut ulama' yang lain wad'i adalah disengaja oleh orang yang men...

Terjemah kitab matammimah tentang isem alam

    _________________________________________ Note:⚠️ Bila antum menemukan kesalahan dalam penulisan maka sangat diharapkan untuk mengomentari nya, Syukran kasiran ____________________________________________   فَصْلٌ فِي بَيَانِ الإِسْمِ الْعَلَمِ Fasal Tentang Isim Alam الْعَلَمُ نَوْعَانِ: شَخْصِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِشَيْءٍ بِعَيْنِهِ لَا يَتَنَاوَلُ غَيْرُهُ كَزَيْدٍ وَفَاطِمَةَ وَمَكَّةَ وَشَدْقَمٍ وَقَرَنٍ. Isim alam ada dua. Yaitu: 1. Alam syakhs, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk sesuatu yang sudah nyata (individu) dan tidak mencakup yang lainnya.  Contoh: زَيْدٍ - فَاطِمَةَ - مَكَّةَ - شَدْقَم - قَرَنٍ  وَجِنْسِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِجِنْسِ مِنَ الْأَجْنَاسِ كَأَسَامَةَ لِلْأَشَدِ وَثُعَالَةَ لِلتَّعْلَبِ وَذُؤَالَةَ لِلذِّئْبِ وَأُمُّ عِرْيَطٍ لِلْعَقْرَبِ. 2. Alam jinis, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk beberapa jinis.  Contoh: أسامة untuk nama harimau, تُعَالَةَ untuk nama musang, ذُؤَالَةَ untuk srigala, dan أُمُّ عِرْبَط...