Langsung ke konten utama

Terjemah kitab mutammimah bab tentang amil-amil yang menasab-kan fi'il mudhari'

 






بَابُ النَّوَاصِبِ


 Bab Tentang Amil-amil Yang Menasabkan Fi'il Mudhari' 


وَالنَّوَاصِبُ قِسْمَانِ قِسْمُ يَنْصِبُ بِنَفْسِهِ، وَقِسْمُ يَنْصِبُ بِأَنْ مُضْمَرَةٌ بَعْدَهُ.

Amil nasab ada dua bagian. Yaitu:

 1. Menasab-kan fi'il mudhari' dengan sendirinya. 

2. Menasab-kan fi'il mudhari' dengan أَنْ yang tersimpan.


 فَالْأَوَّلُ: أَرْبَعَةٌ. أَحَدُهَا: أَنْ، إِنْ لَمْ تُسْبَقْ بِعِلْمٍ وَلَا ظَنِّ نَحْو: {يُرِيدُ اللهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ} (۲۸) سورة النساء؛ {وَأَنْ تَصُوْمُوا خَيْرٌ} (١٨٤) سورة البقرة. 

Bagian yang pertama (amil nasab menasab-kan fi'il mudhari' dengan sendirinya) ada empat. Yaitu: 

1. أَنْ. 

Dengan syarat tidak didahului lafadz yang mustaq dari masdar عِلْمٍ . atau ظن . Contoh: يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ (Allah hendak memberikan keringanan kepadamu). وَأَنْ تَصُوْمُواْ خَيْرٌ )Dan berpuasa itu lebih baik bagimu).



فَإِنْ سُبِقَتْ بِعِلْمٍ، نَحْو: {عَلِمَ أَنْ سَيَكُوْنُ مِنْكُم} (٢٠) سورة المزمل ؛ فَهِيَ مُخَفَّفَةٌ مِنَ الثَّقِيْلَةِ وَاسْمُهَا ضَمِيْرُ الشَّأْنِ مَحْذُوْفٌ، وَالْفِعْلُ مَرْفُوْعُ وَهُوَ وَفَاعِلُهُ خَبَرُهَا كَمَا تَقَدَّمَ فِي بَابِ النَّوَاسِخ.

Apabila أَنْ didahului lafadz yang musytaq dari masdar علم seperti contoh: عَلِمَ أَنْ سَيَكُونُ مِنْكُمْ )Allah mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit), 

maka أَنْ berstatus mukhaffah minas tsaqilah )أَنَّ yang dibaca takhfif/ tanpa tasydid), dan isim-nya berupa zamir sya'an yang terbuang, dan fi'il mudhari' beserta fa'il-nya menjadi Khabar-nya nya.



 فَإِنْ سُبِقَتْ بِظَنِّ فَوَجْهَانِ، نَحْو: وَحَسِبُوا أَنْ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ) (۷۱) سورة المائدة. 

Kemudian Apabila أَنْ didahului lafadz yang musytaq dari masdar ظن maka أن berlaku dua wajah (Berstatus amil nasab atau berstatus أَنْ mukhaffah minas tsaqilah). 

Contoh: وَحَسِبُوا أَنْ لَا تَكُوْنَ فِتْنَةٌ (Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi fitnah).



وَقُرِئَ فِي السَّبْعَةِ بِالنَّصْبِ وَالرَّفْعِ.

Dalam qira'ah sab'ah, lafaz تَكُونَ dibaca dengan dua wajah, yaitu nasab dan rafa'. 


Keterangan:

★ Ketika lafadz تَكُوْنَ dibaca nasab, maka أن berstatus amil nasab, dan ketika lafadz تَكُونُ dibaca Rafa', maka أَنْ berstatus mukhaffah minas tsaqilah.


 وَالثَّانِي لَنْ نَحْو: {لَنْ نَبْرَحَ عَلَيْهِ عَاكِفِينَ) (۹۱) سورة طه. 

2. لَنْ  

Contoh: لَنْ نَبْرَحَ عَلَيْهِ عَاكِفِينَ )Kami akan tetap menyembah patung anak lembu ini).


وَالثَّالِثُ كَيْ الْمَصْدَرِيَّةُ الْمَسْبُوْقَةُ بِاللَّامِ لَفْظًا نَحْو: {لِكَيْلَا تَأْسَوْا} (۲۳) سورة الحديد؛ أَوْتَقْدِيرًا، نَحْو: جِئْتُ كَيْ تُكْرِمَنِي.

3. کَيْ masdariyyah yang didahului lam ta'liliyyah secara lafdzi (nampak jelas).

 Contoh: لِكَيْلًا تَأْسَرًا (Supaya kamu tidak putus asa). 

Atau secara taqdiri (dikira-kirakan).

 Contoh: جِئْتُ كَي تُكْرِ مَنِي (Aku mendatangimu agar kamu memuliakanku).



 فَإِنْ لَمْ تُقَدَّرُ اللَّامُ فَكَيْ جَارَّةٌ وَالْفِعْلُ مَنْصُوبٌ بِأَنْ مُضْمَرَةً بَعْدَهَا وُجُوْبًا. 

Apabila tidak mengira-ngirakan lam,maka كي menge-jar-kan (berlaku huruf jar), dan fi'il mudhari' setelahnya dinasab-kan dengan أَنْ yang wajib tersimpan.


وَالرَّابِعُ إِذَنْ إِنْ صُدِرَتْ فِي أَوَّلِ الْكَلَامِ، وَكَانَ الْفِعْلُ بَعْدَهَا مُسْتَقْبَلًا وَمُتَّصِلًا بِهَا أَوْ مُنْفَصِلًا عَنْهَا بِالْقَسَمِ أَوْ بِلَا النَّافِيَةِ، نَحْرُ: إِذَنْ أُكْرِمَكَ، وَإِذَنْ وَاللَّهِ أُكْرِمَكَ، وَإِذَنْ لَا أَجِيْتَكَ.

4. إِذَنْ 

dengan syarat: 

• Menjadi awal kalam. 

•Fi'il mudhari' yang jatuh setelahnya menunjukkan zaman istiqbal. 

• إِذَنْ bertemu langsung dengan fi'il mudhari' yang jatuh setelahnya, atau dipisah dengan pemisah berupa qasam atau لا nafi.

 Contoh: إِذَنْ أَكْرِمَكَ )Kalau begitu aku akan memuliakanmu).

 وَإِذَنْ وَاللَّهِ أَكْرِمَكَ )Kalau begitu, demi Allah aku akan memuliakanmu). 

وَإِذَنْ لَا أَجِيْتَكَ )Kalau begitu aku tidak akan memuliakanmu).


 جَوَابًا لِمَنْ قَالَ: أَنَا آتِيكَ. 

وَتُسَمَّى حَرْفَ جَوَابٍ وَجَزَاء. 

Ketiga contoh di atas menjadi jawabnya seseorang yang berkata أَنَا آتِيكَ (Aku akan mendatangimu). 

إِذَنْ disebut huruf jawab atau huruf jazak.



وَالثَّانِي مَا يَنْصِبُ الْمُضَارِعَ بِإِضْمَارِ أَنْ بَعْدَهَا.


Bagian yang kedua ialah amil yang menasab-kan fi'il mudhari' dengan menyimpan أَنْ setelahnya. 


 وَهُوَ قِسْمَانِ: مَا يُضْمِرُ أَنْ بَعْدَهُ جَوَازًا ، وَمَا يُضْمِرُ أَنْ بَعْدَهُ وُجُوْبًا.

Yaitu ada dua bagian: 

1. Amil nasab yang menyimpan أَنْ secara jawazan (tidak wajib).


2. Amil nasab yang menyimpan أَنْ secara wujuban (wajib).


 فَالْأَوَّلُ خَمْسَةٌ وَهِيَ : لَامُ كَيْ نَحْو: {وَأُمِرْنَا لِنُسْلِمَ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ} (۷۱) سورة الأنعام.

Bagian yang pertama ada 5. Yaitu:

1. لام كي .. 

Contoh : وَأُمِرْنَا لِنُسْلِمَ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ )Dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam).


 وَالْوَاوُ وَالْفَاءُ وَثُمَّ وَأَوْ الْعَاطِفَاتُ عَلَى اسم خَاصَ، أَيْ: لَيْسَ فِي تَأْوِيلِ الْفِعْلِ. نَحْو قَوْلِهِ: وَلُبْسُ عَبَاءَةٍ وَتَقَرَّ عَيْنِي * وَقَوْلُهُ: لَوْلَا تَوَقَّعُ مُعْتَرٍ فَأَرْضِيَهُ . وَقَوْلُهُ: إِنِّي وَقَتْلِي سُلَيْلًا ثُمَّ أَعْقِلَهُ . وَقَوْلُهُ تَعَالَى: {أَوْ يُرْسِلَ رَسُوْلًا} (٥١) سورة الشورى. 

2.  وَاو  

Contoh: وَلُبْسُ عَبَاءَةٍ وَتَقَرَّ عَيْنِي

3.فَاء

Contoh: لَوْلَا تَوَقَّعُ مُعْتَرٍ فَأَرْضِيَهُ   

4. ثُمَّ

Contoh: إِنِّي وَقَتْلِي سُلَيْلًا ثُمَّ أَعْقِلَهُ

5. أَو 

Contoh: أَوْ يُرْسِلَ رَسُوْلًا



وَالثَّانِي وَهُوَ مَا تُضْمَرُ أَنْ بَعْدَهُ وُجُوْبًا سِتَّةٌ:

Bagian yang kedua, yaitu amil nasab yang menasab-kan dengan menyimpan أَنْ secara wujuban (wajib) ada enam. Yaitu:


 كَيْ الْجَارَّةُ كَمَا تَقَدَّمَ.

1. كي yang menge-jar-kan, 

seperti yang sudah diterangkan. (yaitu کَی yang tidak kemasukan lam).


 وَلَامُ الْجُحُوْدِ نَحْو: {وَمَا كَانَ اللهُ لِيُعَذِّبَهُمْ) (۳۳) سورة الأنفال.

2. لَامُ الْجُحُودِ .

Contoh: وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ )Dan Allah sekali-kali tidak akan menyiksa mereka).



 وَحَتَّى إِنْ كَانَ الْفِعْلُ بَعْدَهَا مُسْتَقْبَلًا، نَحْو: {حَتَّى يَرْجِعَ إِلَيْنَا مُوسَى} (۹۱) سورة طه.

3. حَتَّى Ketika fi'il mudhari' yang jatuh setelahnya menunjukkan mustaqbal.

 Contoh: حَتَّى يَرْجِعَ إِلَيْنَا مُوسَى )Sehingga Musa kembali kepada kami)


وَأَوْ بِمَعْنَى إِلَى أَوْ بِمَعْنَى إِلَّا ، كَقَوْلِهِ : لأَسْتَسْهِلَنَّ الصَّعْبَ أَوْ أُدْرِكَ الْمُنَى " فَمَا انْقَادَتِ الْآمَالُ إِلَّا لِصَابِرِ. وَقَوْلِهِ : وَكُنْتُ إِذَا غَمَرْتُ قَنَاةَ قَوْمٍ * كَسَرْتُ كُعُوْبَهَا أَوْ تَسْتَقِيمَا

4. أو yang menggunakan maknanya إلى atau اِلَّا 

Contoh: Sya'ir yang terdapat dalam matan. 

-  الصَّعْبَ أَوْ أُدْرِكَ الْمُنَى " فَمَا انْقَادَتِ الْآمَالُ إِلَّا لِصَابِرِ.

- وَكُنْتُ إِذَا غَمَرْتُ قَنَاةَ قَوْمٍ * كَسَرْتُ كُعُوْبَهَا أَوْ تَسْتَقِيمَا

 وَفَاءُ السَّبَبِيَّةِ

 

5. فَاءُ السَّبَبِيَّةِ (yaitu fa' yang mana lafadz sebelum fa' menjadi sebabnya lafadz setelah fa)


وَ وَاوُ الْمَعِيَّةِ مَسْبُوْقَتَيْنِ بِنَفْسٍ مَحْضٍ أَوْ طَلَبِ بِالْفِعْلِ، نَحْو: {لَا يُقْضَى عَلَيْهِمْ فَيَمُوْتُوا } (٣٦) سورة فاطر، {وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ} (١٤٢) سورة آل عمران، {وَلَا تَطْغَوْا فِيْهِ فَيَحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبِي} (۸۱) سورة طه، لَا تَأْكُل السَّمَكَ وَتَشْرَبَ اللَّبَنَ.

6. وَاوْ الْمَعِيَّةِ (yaitu wawu yang menggunakan maknanya lafadz مع) Yang keduanya (fa' dan wawu) didahului nafi yang murni atau thalab yang menggunakan sighat kalimat fi'il. 

✓ Contohnya fa' sababiyyah yang jatuh setelah nafi yang murni: لَا يُقْضَى عَلَيْهِمْ فَيَمُوْتُوْا (Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati). 


✓ Contohnya wawu ma'iyyah yang jatuh setelah nafi yang murni: وَيَعْلَمَ الصَّابِرِيْنَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ (Padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar). 


✓ Contohnya fa' sababiyyah yang jatuh setelah thalab bil fi'li: وَلَا تَطْغَوْا فِيْهِ فَيَحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبِي (Dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku mеnіmpamu). 


✓ Contohnya wawu ma'iyyah yang jatuh setelah thalab bil fi'li: لَا تَأْكُلِ السَّمَكَ وَتَشْرَبَ اللَّبَنَ (Jangan memakan ikan beserta minim susu).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjemah kitab matan taqrib pembahasan tentang hukum-hukum shalat

كِتَابُ الصَّلَاةِ  Pembahasan shalat  Shalat-shalat yang diwajibkan  الصَّلَاةُ الْمَفْرُوْضَةُ خَمْسٌ: Shalat yang diwajibkan itu ada 5.yaitu:  (۱) الظَّهْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا زَوَالُ الشَّمْسِ، وَآخِرُهُ إِذَا صَارَ ظِلُّ كُلِّ شَيْءٍ مِثْلَهُ بَعْدَ ظِلَّ الزَّوَال.  1. Zhuhur,  waktu salat zhuhur mulai setelah lewat rembang matahari (setelah matahari tergelincir ke arah barat). Dan akhir waktunya adalah ketika bayang- bayang sebuah benda telah sama panjangnya dengan benda itu, sesudah matahari lewat rembang. (۲) وَالْعَصْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا الزَّيَادَةُ عَلَى ظِلَّ الْمِثْلِ، وَآخِرُهُ في الاخْتِيَارِ إِلَى ظِلَّ الْمِثْلَيْنِ وَفِي الْجَوَازِ إِلَى غُرُوبِ الشَّمْسِ  2. Ashar,  waktu salat ashar dimulai setelah bayang-bayang sebuah benda yang sama dengan benda aslinya tadi bertambah panjang. Dan akhir waktunya menurut waktu Ikhtiar (waktu yang menjadi pilihan untuk menger- jakan salat sebelum masuk pada bagian waktu berikutnya) adalah...

Terjemah kitab mutammimah tentang bab kalam

               بَابُ الكلام          Bab Kalam     الكلامُ هُوَ  اللفظ المُرَكَّبُ الْمُفِيدُ بالوضع kalam adalah satu lafazd yang murakkab yang memberi faedah dengan waza'(sengaja)/bahasa arab Keterangan : • Lafadz adalah suara yang mengandung sebagian huruf Hijaiyah (huruf huruf Arab yang diawali dari alif sampai ya'). Contoh: زَيْدُ dan قَائِمُ  • Murokkab adalah lafadz yang tersusun dari dua kalimat atau lebih dengan susunan isnadi (penisbatan atau penyandaran hukum yang menjadikan kesempurnaan faidah). Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( أنا قائم )Saya orang yang berdiri • Mufid adalah ungkapan berfaidah yang dapat memberikan pemahaman sehingga tidak membutuhkan pertanyaan dari orang yang mendengarkan. Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( • Wad'i menurut sebagian ulama' nahwu adalah berbahasa Arab, dan menurut ulama' yang lain wad'i adalah disengaja oleh orang yang men...

Terjemah kitab matammimah tentang isem alam

    _________________________________________ Note:⚠️ Bila antum menemukan kesalahan dalam penulisan maka sangat diharapkan untuk mengomentari nya, Syukran kasiran ____________________________________________   فَصْلٌ فِي بَيَانِ الإِسْمِ الْعَلَمِ Fasal Tentang Isim Alam الْعَلَمُ نَوْعَانِ: شَخْصِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِشَيْءٍ بِعَيْنِهِ لَا يَتَنَاوَلُ غَيْرُهُ كَزَيْدٍ وَفَاطِمَةَ وَمَكَّةَ وَشَدْقَمٍ وَقَرَنٍ. Isim alam ada dua. Yaitu: 1. Alam syakhs, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk sesuatu yang sudah nyata (individu) dan tidak mencakup yang lainnya.  Contoh: زَيْدٍ - فَاطِمَةَ - مَكَّةَ - شَدْقَم - قَرَنٍ  وَجِنْسِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِجِنْسِ مِنَ الْأَجْنَاسِ كَأَسَامَةَ لِلْأَشَدِ وَثُعَالَةَ لِلتَّعْلَبِ وَذُؤَالَةَ لِلذِّئْبِ وَأُمُّ عِرْيَطٍ لِلْعَقْرَبِ. 2. Alam jinis, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk beberapa jinis.  Contoh: أسامة untuk nama harimau, تُعَالَةَ untuk nama musang, ذُؤَالَةَ untuk srigala, dan أُمُّ عِرْبَط...