____________________________________________
Note:
Bila antum menemukan kesalahan dalam penulisan maka sangat diharapkan untuk mengomentari nya, Syukran kasiran
____________________________________________
بَابُ الْبَدَلِ
Bab Tentang Badal
Keterangan:
★ Dalam setiap contoh badal, lafadz yang bergaris bawah dan tebal adalah badal, sedangkan yang bergaris bawah dan tidak tebal adalah mubdal minhu.
هُوَ التَّابِعُ الْمَقْصُودُ بِالْحُكْمِ بِلَا واسطة.
Badal ialah tabi' (isim yang ikut pada mubdal minhu dalam segi I'rab) yang menjadi sasaran hukum dengan tanpa perantara apapun.
وَإِذَا أُبْدِلَ اِسْمُ مِنْ اِسْمٍ أَوْ فِعْلٌ مِنْ فِعْلٍ تَبِعَهُ فِي جَمِيعِ إِعْرَابِهِ.
Apabila isim diganti oleh isim atau fi'il diganti oleh fi'il, maka isim atau fi'il yang mengganti (badal) harus mengikuti isim atau fi'il yang diganti (mubdal minhu) dalam segi semua i'rab-nya.
وَالْبَدَلُ عَلَى أَرْبَعَةِ أَقْسَامٍ. الْأَوَّلُ: بَدَلُ الشَّيْءِ مِنَ الشَّيْءِ، وَيُقَالُ بَدَلُ الْكُلِّ مِنَ الْكُلِّ نَحْوُ جَاءَ زَيْدُ أَخُوكَ قَالَ اللهُ تَعَالَى: {اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6) صِرَاطَ الَّذِينَ (۷)) سورة الفاتحة؛ وَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إلَى صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ (1) اللَّهِ (۲)} سورة إبراهيم ؛ في قِرَاءَةِ الجَرِّ.
Badal dibagi menjadi 4. Yaitu:
1. Badal syek minas syaik. Badal ini juga disebut "badal kul minal kulli".
Contoh: جَاءَ زَيْدُ أَخُوْكَ )Zaid telah datang, yakni saudaramu).
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6) صِرَاطَ الَّذِينَ (Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang....)
إلَى صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ اللَّهِ (Yaitu menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji). _dengan mengejarkan lafadz الله
الثَّانِي بَدَلُ الْبَعْضِ مِنَ الْكُلِّ سَوَاءٌ كَانَ ذَلِكَ الْبَعْضِ قَلِيْلًا أَوْ كَثِيرًا نَحْو: أَكَلْتُ الرَّغِيْفَ ثُلُثَهُ أَوْ نِصْفَهُ أَوْ ثُلُثَيْهِ.
2. Badal ba'ad min kull (mengganti perkara yang utuh dengan sebagiannya saja). Baik sebagian tersebut sedikit atau banyak.
Contoh:
أَكَلْتُ الرَّغِيْفَ ثُلُثَهُ )Aku telah memakan roti, yaitu sepertiganya).
أَكَّلْتُ الرَّغِيْفَ نِصْفَهُ )Aku telah memakan roti, yaitu setengahnya).
أَكَلْتُ الرَّغِيْفَ ثُلُثَيْهِ )Aku telah memakan roti, yaitu dua pertiganya).
وَلَا بُدَّ مِنَ اتِّصَالِهِ بِضَمِيْرٍ يَرْجِعُ مِنْهُ لِلْمُبْدَلِ مِنْهُ، إِمَّا مَذْكُورٍ كَالْأَمْئِلَةِ أَوْ مُقَدَّرٍ كَقَوْلِهِ تَعَالَى: وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ؛ أَيْ مِنْهُمْ.
Badal ba'di minal kulli harus bersambung dengan zamir yang kembali pada mubdal minhu. Entah zamir tersebut disebut dengan jelas_ seperti tiga contoh di atas, atau dikira- kirakan.
Contoh: وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ (Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah).
Keterangan:
★ Dalam contoh: وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ Lafadz مَنِ menjadi badal ba'di minal kulli dari lafadz الناس dan lafadz من mengira-ngirakan dlomir berupa lafadz مِنْهُمْ yang kembali pada lafadz الناس
الثَّالِثُ بَدَلُ الْإِشْتِمَالِ نَحْوُ: أَعْجَبَنِي زَيْدُ عِلْمُهُ. وَلَا بُدَّ مِنِ اتِّصَالِهِ بِضَمِيْرٍ إِمَّا مَذْكُورٍ كَالْمِثَالِ أَوْ مُقَدَّرٍ كَقَوْلِهِ تَعَالَى: {قُتِلَ أَصْحَابُ الْأُخْدُودِ (٤) النَّارِ (٥)} سورة البروج ؛ أَي فِيهِ.
3. Badal isytimal.
Contoh: أَعْجَبَنِي زَيْدٌ عِلْمُهُ (Zaid membuatku kagum, yaitu ilmunya). Badal isytimal harus bersambung dengan zamir yang kembali pada mubdal minhu, adakalanya disebutkan seperti contoh di atas, atau dikira- kirakan.
Contoh: قُتِلَ أَصْحَابُ الْأُخْدُودِ النَّارِ (Binasa/terlaknatlah orang-orang yang membuat parit "yaitu api" didalamnya).
Keterangan:
★ Dalam contoh: قُتِلَ أَصْحَابُ الْأَخْدُوْدِ النَّارِ . Lafadz النَّارِ menjadi badal isytimal dari lafadz الْأُخْدُودِ dan lafadz الثار mengira-ngirakan zamir berupa lafadz فِيهِ yang kembali pada lafadz الْأُخْدُودِ
الرَّابِعُ : البَدَلُ الْمُبَايَنُ. وَهُوَ ثَلَاثَةُ أَقْسَامٍ، بَدَلُ الْغَلَطِ، وَبَدَلُ النِّسْيَانِ, وَبَدَلُ الْإِضْرَابِ، نَحْوُ: رَأَيْتُ زَيْدًا الْفَرَسَ.
4. Badal mubayan. Badal mubayan terbagi menjadi 3. Yaitu:
1. Badal ghalath.
2. Badal nisyan.
3. Badal izrab.
Contoh: رَأَيْتُ زَيْدًا أَلْفَرَسَ )Saya melihat Zaid, yaitu kuda).
لِأَنَّكَ إِنْ أَرَدْتَ أَنْ تَقُوْلَ: "رَأَيْتُ الْفَرَسَ", فَغَلَظْتَ, فَقُلْتَ : زَيْدًا. فَهَذَا بَدَلُ الْغَلَطِ. وَإِنْ قُلْتَ: "رَأَيْتُ زَيْدًا ثُمَّ لَمَّا نَطَقْتَ, تَذَكَّرْتَ أَنَّكَ إِنَّمَا رَأَيْتَ فَرَسًا فَأَبْدَلْتَهُ مِنْهُ, فَهَذَا بَدَلُ نِسْيَانٍ.
Karena ketika kamu akan berkata: رَأَيْتُ الْفَرَسَ Kemudian kamu salah, dan berkata زيدًا. Maka ini dinamakan badal ghalath. Dan ketika kamu berkata رَأَيْتُ زَيْدًا kemudian setelah mengucapkan, kamu ingat bahwasanya yang kamu lihat adalah kuda, dan akhirnya lafadz زَيْدًا diganti dengan lafadz فَرَسًا maka ini dinamakan badal nisyan.
وَإِنْ أَرَدْتَ الْإِخْبَارَ أَوَّلًا بِأَنَّكَ رَأَيْتَ زَيْدًا ثُمَّ بَدَا لَكَ أَنْ تُخْبِرَ بِأَنَّكَ رَأَيْتَ الْفَرَسَ فَهَذَا بَدَلُ الْإِضْرَابِ
Dan ketika pada awalnya kamu ingin memberi tahu bahwasanya kamu melihat Zaid, kemudian mengabarkan bahwa kamu melihat kuda, maka ini dinamakan badal izrab.
وَمِثَالُ الْفِعْلِ: {وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ (٦٨) يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ (٦٩)) الفرقان.
Contoh badal yang berupa kalimah fi'il ialah: يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ )Yakni, akan dilipat gandakan azab untuknya)_dalam contoh ini mubdal minhunya berupa lafadz sebelumnya وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا (Barangsiapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya).
وَيَجُوْزُ إِبْدَالُ النَّكِرَةِ مِنَ الْمَعْرِفَةِ {يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ (٢١٧) سورة البقرة.
Diperbolehkan membuat badal berupa isim nakirah dengan mubdal minhu berupa isim ma'rifat.
Contoh: يَسْأَلُوْنَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيْهِ (Mereka bertanya kepadamu tentang bulan yang mulia, yakni berperang didalamnya).
Komentar
Posting Komentar