Langsung ke konten utama

Terjemah kitab mutammimah bab waqaf

 


____________________________________________

Note:

Bila antum menemukan kesalahan dalam penulisan maka sangat diharapkan untuk mengomentari nya, Syukran kasiran

____________________________________________

بَابُ الْوَقْفِ


 Bab Tentang Waqaf


يُوْقَفُ عَلَى الْمُنَوَّنِ الْمَرْفُوْعِ وَالْمَجْرُورِ يحذفِ الْحَرَكَةِ وَالتَّنْوِينِ، نَحْوُ جَاءَ زَيْدٌ، وَمَرَرْتُ بِزَيْد.

Isim yang ditanwini dan dibaca rafa' atau nasab diwaqafkan dengan cara membuang harakat dan tanwin-nya.

 Contoh: جَاءَ زَيْدٌ )Zaid telah datang

(. مَرَرْتُ بِزَيْدُ )Aku berjalan bertemu dengan Zaid(.


 وَعَلَى الْمُنَوَّنِ الْمَنْصُوْبِ بِإِبْدَالِ التَّنْوِينِ أَلِفًا نَحْو: رَأَيْتُ زَيْدًا. 

Dan isim yang ditanwini dan dibaca nasab diwaqafkan dengan cara mengganti tanwin dengan alif. 

Contoh: رَأَيْتُ زَيْدًا )Aku melihat Zaid(.



فَكَذَلِكَ تُبْدَلُ نُوْنُ إِذَنْ أَلِفًا فِي الْوَقْفِ. 

Begitu juga nun-nya إِذَنْ jawabiyah diwaqafkan dengan mengganti nun-nya dengan alif.

 Contoh: إِذَنْ diwaqafkan menjadi: إِذَا



وَكَذَلِكَ نُوْنُ التَّوْكِيدِ الْخَفِيفَةُ، نَحْو: لَنَسْفَعًا، وَيُكْتَبْنَ كَذَلِكَ وَرَحْمَةً بِالْهَاءِ. 

Begitu juga nun taukid khafifah (diwaqafkan dengan mengganti nun-nya dengan alif. 

Contoh : لَنَسْفَعًا sebelum diwaqafkan dibaca لَنَسْفَعَنْ


وَيُوْقَفُ عَلَى الْمَنْقُوْصِ الْمُنَوَّنِ فِي الرَّفْعِ وَالْجَرِ بِحَذْفِ يَائِهِ، نَحْو: جَاءَ قَاضِ، وَمَرَرْتُ بِقَاضِ؛ 

Isim manqus yang bertanwin dan dibaca rafa' atau jar, diwaqafkan dengan membuang ya'- nya. 

Contoh: جَاءَ قاضي sebelumnya جَاءَ قاض

 مَرَرْتُ بِقَاضِي sebelumnya مَرَرْتُ بِقَاضِ



وَيَجُوزُ إِثْبَاتُهَا فِي النَّصْبِ بِإِبْدَالِ التَّنْوِيْنِ أَلِفًا، نَحْو: رَأَيْتُ قَاضِيَا.

Boleh juga menetapkan ya' dalam keadaan nasab dengan cara mengganti tanwin dengan alif. 

Contoh : رَأَيْتُ قَاضِيَا



وَإِنْ كَانَ غَيْرَ مُنَوَّنٍ فَالْأَفْصَحُ الْوَقْفُ . عَلَيْهِ بِإِثْبَاتِ الْيَاءِ، نَحْوُ جَاءَ الْقَاضِي وَمَرَرْتُ بِالْقَاضِي وَيَجُوزُ حَذْفُهَا.

Apabila isim manqus tidak ditanwini maka menurut pendapat yang afsah, ketika rafa' atau jar diwaqafkan dengan menetapkan ya'. 

Contoh: boleh juga جَاءَ الْقَاضِي - مَرَرْتُ بِالْقَاضِي diwaqafkan dengan membuang ya'. Contoh: جَاءَ الْقَاضِ - مَرَرْتُ بِالْقَاضِ



 وَإِنْ كَانَ مَنْصُوبًا فَبِالْإِثْبَاتِ لَا غَيْرُ. 

Apabila isim manqus tersebut mansub maka diwaqafkan dengan menetapkan ya'. Tidak boleh selainnya. 

Contoh: رَأَيْتُ



وَيُوْقَفُ عَلَى مَا فِيْهِ تَاءُ التَّأْنِيْثِ فَإِنْ كَانَتْ سَاكِنَةً لَمْ تُغَيَّرُ، نَحْوُ: قَامَتْ. وَإِنْ كَانَتْ مُتَحَرِّكَةً فَإِنْ كَانَتْ فِي جمع نَحْوُ الْمُسْلِمَاتِ، فَالْأَفْصَحُ الْوَقْفُ بِالتَّاءِ. وَبَعْضُهُمْ يَقِفُ بِالْهَاءِ. 

Apabila waqaf pada lafadz yang terdapat ta' ta'nis, maka jika ta' tersebut mati, maka tidak ada perubahan contoh: قامت Dan apabila ta' tersebut berharakat, maka apabila lafadz yang terdapat ta' ta'nis berupa jama', seperti lafadz المُسْلِمَاتِ maka menururt pendapat yang afsah, waqaf pada ta' ta'nis tersebut. 

Contoh:: المُسْلِمَاتُ dan menurut sebagian ulama' waqaf pada ha' )pengganti ta'). Contoh: الْمُسْلِمَاهْ



 وَإِنْ كَانَتْ فِي مُفْرَدٍ فَالْأَفْصَحُ الْوَقْفُ بِالْهَاءِ، نَحْوُ : رَحْمَةً وَشَجَرَةً . 

Dan apabila ta' ta'nis yang berharakat tersebut terdapat pada isim mufrad, maka menurut pendapat yang afsah, waqaf-nya pada huruf ha'. 

Contoh: رَحْمَةً aslinya رَحْمَةٌ

 شَجَرَةٌ aslinya شَجَرَةٌ


وَبَعْضُهُمْ يَقِفُ بِالتَّاءِ،

 وَقَدْ قَرَأَ بِهِ بَعْضُ السَّبْعَةِ فِي قَوْلِهِ تَعَالَى: {إِنَّ رَحْمَةَ اللهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ} (٥٦) سورة الأعراف.

Sebagian ulama' ada yang mewaqafkan pada ta', dan ini dipakai salah satu ahli qira'ah sab'ah pada ayat: إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ (Sesungguhnya rahmat Allah dekat sekali dengan orang-orang yang berbuat baik).



وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Shalawat dan salam semoga tercurahkan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya.



 الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Puji Syukur kepada Tuhan, Tuhan semesta alam


PENUTUP

 خَاتِمَةُ جُزْءُ الثَّانِي نَحْمَدُ اللهَ وَنَشْكُرُ إِلَيْهِ أَوَّلًا نُصَلِّي وَنُسَلِّمُ عَلَى نَبِيِّهِ ثَانِيًا وَنَسْأَلُهُ حُسْنَ الْخَاتِمَةِ ثَالِيًّا وَأَخِيْرًا أَرْجُوْا الْمُطَّلِعِينَ أَنْ يَكُوْنُوْا مِنَ النَّاصِرِينَ تَصْوِيْبَ وَتَتْمِيْمَ مَا كَانَ مِنْ خَطَاءٍ أَوْ نَقْصٍ وَاللَّهُ وَلِيُّ العِصْمَةَ وَالتَّوْفِيقَ.

Kesimpulan Bagian Kedua : yang pertama Kita bersyukur kepada Allah dan mengucap syukur kepada-Nya, yang kedua kita berdoa dan salam kepada Nabi-Nya, yang ketiga kita memohon kepada-Nya Husnul khatimah (akhir yang baik), dan yang terakhir, semoga Orang-orang yang mengetahui bahwa dirinya termasuk orang-orang yang membantu memperbaiki dan menyempurnakan segala kesalahan atau kekurangan yang ada, dan Allah Maha melindungi dan memberi taufiq.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjemah kitab matan taqrib pembahasan tentang hukum-hukum shalat

كِتَابُ الصَّلَاةِ  Pembahasan shalat  Shalat-shalat yang diwajibkan  الصَّلَاةُ الْمَفْرُوْضَةُ خَمْسٌ: Shalat yang diwajibkan itu ada 5.yaitu:  (۱) الظَّهْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا زَوَالُ الشَّمْسِ، وَآخِرُهُ إِذَا صَارَ ظِلُّ كُلِّ شَيْءٍ مِثْلَهُ بَعْدَ ظِلَّ الزَّوَال.  1. Zhuhur,  waktu salat zhuhur mulai setelah lewat rembang matahari (setelah matahari tergelincir ke arah barat). Dan akhir waktunya adalah ketika bayang- bayang sebuah benda telah sama panjangnya dengan benda itu, sesudah matahari lewat rembang. (۲) وَالْعَصْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا الزَّيَادَةُ عَلَى ظِلَّ الْمِثْلِ، وَآخِرُهُ في الاخْتِيَارِ إِلَى ظِلَّ الْمِثْلَيْنِ وَفِي الْجَوَازِ إِلَى غُرُوبِ الشَّمْسِ  2. Ashar,  waktu salat ashar dimulai setelah bayang-bayang sebuah benda yang sama dengan benda aslinya tadi bertambah panjang. Dan akhir waktunya menurut waktu Ikhtiar (waktu yang menjadi pilihan untuk menger- jakan salat sebelum masuk pada bagian waktu berikutnya) adalah...

Terjemah kitab mutammimah tentang bab kalam

               بَابُ الكلام          Bab Kalam     الكلامُ هُوَ  اللفظ المُرَكَّبُ الْمُفِيدُ بالوضع kalam adalah satu lafazd yang murakkab yang memberi faedah dengan waza'(sengaja)/bahasa arab Keterangan : • Lafadz adalah suara yang mengandung sebagian huruf Hijaiyah (huruf huruf Arab yang diawali dari alif sampai ya'). Contoh: زَيْدُ dan قَائِمُ  • Murokkab adalah lafadz yang tersusun dari dua kalimat atau lebih dengan susunan isnadi (penisbatan atau penyandaran hukum yang menjadikan kesempurnaan faidah). Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( أنا قائم )Saya orang yang berdiri • Mufid adalah ungkapan berfaidah yang dapat memberikan pemahaman sehingga tidak membutuhkan pertanyaan dari orang yang mendengarkan. Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( • Wad'i menurut sebagian ulama' nahwu adalah berbahasa Arab, dan menurut ulama' yang lain wad'i adalah disengaja oleh orang yang men...

Terjemah kitab matammimah tentang isem alam

    _________________________________________ Note:⚠️ Bila antum menemukan kesalahan dalam penulisan maka sangat diharapkan untuk mengomentari nya, Syukran kasiran ____________________________________________   فَصْلٌ فِي بَيَانِ الإِسْمِ الْعَلَمِ Fasal Tentang Isim Alam الْعَلَمُ نَوْعَانِ: شَخْصِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِشَيْءٍ بِعَيْنِهِ لَا يَتَنَاوَلُ غَيْرُهُ كَزَيْدٍ وَفَاطِمَةَ وَمَكَّةَ وَشَدْقَمٍ وَقَرَنٍ. Isim alam ada dua. Yaitu: 1. Alam syakhs, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk sesuatu yang sudah nyata (individu) dan tidak mencakup yang lainnya.  Contoh: زَيْدٍ - فَاطِمَةَ - مَكَّةَ - شَدْقَم - قَرَنٍ  وَجِنْسِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِجِنْسِ مِنَ الْأَجْنَاسِ كَأَسَامَةَ لِلْأَشَدِ وَثُعَالَةَ لِلتَّعْلَبِ وَذُؤَالَةَ لِلذِّئْبِ وَأُمُّ عِرْيَطٍ لِلْعَقْرَبِ. 2. Alam jinis, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk beberapa jinis.  Contoh: أسامة untuk nama harimau, تُعَالَةَ untuk nama musang, ذُؤَالَةَ untuk srigala, dan أُمُّ عِرْبَط...