Langsung ke konten utama

Terjemah kitab mutammimah tentang huruf-huruf yang serupa dengan ليس

 


_________________________________________

Note:⚠️

Bila antum menemukan kesalahan dalam penulisan maka sangat diharapkan untuk mengomentari nya, Syukran kasiran

____________________________________________


فَصْلٌ فِي الْحُرُوفِ الْمُشَبَّهَةِ بِلَيْسَ 

Fasal Tentang Huruf-huruf Yang Disamakan Dengan لَيْسَ


وَأَمَّا الْحُرُوْفُ الْمُشَبَّهَةُ بِلَيْسَ فَأَرْبَعَةُ: مَا، وَلَا، وَإِنْ، وَلَاتَ.

Adapun huruf-huruf yang disamakan dengan لَيْسَ itu ada yaitu:

 ما .1

2. لا 

إِن .3

 4. لات


 فَأَمَّا مَا فَتَعْمَلُ عَمَلَ لَيْسَ عِنْدَ الْحِجَازِيِّينَ بِشَرْطِ أَنْ لَا تَقْتَرِنَ بِأَنْ، وَلَا يَقْتَرِنَ خَبَرُهَا بِإِلَّا ، وَأَنْ لَا يَتَقَدَّمَ خَبَرُهَا عَلَى اسْمِهَا، وَلَا مَعْمُوْلُ خَبَرِهَا عَلَى اسْمِهَا، إِلَّا إِذَا كَانَ الْمَعْمُوْلُ ظَرْفًا أَوْ جَارًا وَمَجْرُوْرًا.

Adapun ما beramal seperti amalnya لَيْسَ menurut ulama' ahli Hijaz dengan 4 syarat: 

1. Tidak bersamaan dengan إِنْ(in ziadah)

2. Khabar-nya tidak bersamaan dengan إِلَّا 3. Khabar-nya tidak mendahului isim-nya. 4. Ma'mul-nya Khabar tidak mendahului isim-nya, kecuali ma'mul tersebut berupa zaraf/jar majrur, maka boleh mendahului.


 فَالْمُسْتَوْفِيَّةُ لِلشَّرُوطِ نَحْوُ مَا زَيْدُ ذَاهِبًا {مَا هَذَا بَشَرًا} (۳۱) سورة يوسف؛ {مَا هُنَّ أُمَّهَاتِهِمْ} (٢) سورة المجادلة.

ما yang memenuhi syarat-syarat di atas seperti 

contoh: مَا زَيْدُ ذَاهِبًا )Zaid bukan orang yang berangkat).


 فَإِنِ اقْتَرَنَتْ بِإِنْ بَطَلَ عَمَلُهَا, نَحْرُ: مَا إِنْ زَيْدُ قَائِمٌ.

Apabila bersamaan dengan اِن maka amal nya batal (tidak beramal). 

Contoh:  مَا إِنْ زَيْدٌ قَائِمٌ


كَذَلِكَ إِذَا اقْتَرَنَ خَبَرُهَا بِإِلَّا نَحْو: { وَمَا مُحَمَّدُ إِلَّا رَسُوْلُ} (١٤٤) سورة آل عمران.

Begitu juga amal-nya ما menjadi batal ketika khabar-nya bersamaan dengan إِلَّا. 

Contoh: وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ


 وَكَذَلِكَ إِنْ تَقَدَّمَ خَبَرُهَا عَلَى إِسْمِهَا, نَحْو: مَا قَائِمُ زَيْدٌ أَوْ تَقَدَّمَ مَعْمُوْلُ الخَبَرِ, نَحْرُ: مَا طَعَامَكَ زَيْدُ آكِلٌ.

Begitu juga amal-nya ما menjadi batal ketika khabar-nya mendahului isim-nya. 

Contoh: ما قَائِمٌ زَيْدٌ . Atau ma'mul-nya Khabar yang tidak berupa zaraf atau jar majrur mendahului isim-nya.

 Contoh: مَا طَعَامَكَ زَيْدٌ آكل 



Keterangan: 

Pada contoh: مَا مَا قَائِمٌ زَيْدُ( tidak bisa beramal) karena khobar-nya yang berupa lafadz قَائِمٌ mendahului isim-nya yaitu lafadz: زيدٌ Pada contoh: مَا مَا طَعَامَكَ زَيْدُ آكِلِّ tidak bisa beramal) karena ma'mul-nya khobar yang berupa lafadz طَعَامَكَ bukan zaraf atau jar majrur( mendahului isim-nya yaitu lafadz: زيْدٌ



فَإِنْ كَانَ ظَرْفًا نَحْوُ: مَا عِنْدَكَ زَيْدُ جَالِسًا أَوْ جَارًا وَمَجْرُوْرًا, نَحْرُ: مَا فِي الدَّارِ زَيْدُ جَالِسًا، لَمْ يَبْطُلْ عَمَلُهَا.

Apabila ma'mul-nya khabar yang mendahului isim-nya berupa zaraf atau jar majrur, maka ما tetap bisa beramal. 

Contoh: مَا فِي الدَّارِ زَيْدُ جَالِسًا  (Di dalam rumah tidak ada Zaid yang sedang berdiri)


 وَبَنُوْ تَمِيمٍ لَا يَعْمَلُوْنَهَا وَإِنِ اسْتَوْفَتْ الشُّرُوطَ الْمَذْكُورَةَ.

Adapun ulama' Bani Tamim tidak mengamalkan ما seperti amalnya لَيْسَ meskipun memenuhi syarat.


 وَأَمَّا لَا فَتَعْمَلُ عَمَلَ لَيْسَ أَيْضًا عِنْدَ الْحِجَازِيِّينَ فَقَطْ بِالشُّرُوطِ الْمُتَقَدِّمَةِ فِيمَا، وَتَزِيْدُ بِشَرْطِ آخَرَ وَهُوَ أَنْ يَكُوْنَ اِسْمُهَا وَخَبَرُهَا نَكِرَتَيْنِ, نَحْوُ: لَا رَجُلٌ أَفْضَلَ مِنْكَ.

Adapun لاَ itu beramal seperti amalnya لَيْسَ menurut ulama' ahli Hijaz dengan beberapa syarat yang ditetapkan pada ما Dan ditambah satu syarat yang lain, yaitu: 

- Isim dan khobar-nya harus berupa isim nakiroh. 

Contoh: لَا رَجُلٌ أَفْضَلَ مِنْكَ )Tidak ada lelaki yang lebih utama dari pada kamu).


 وَأَكْثَرُ عَمَلِهَا فِي الشِّعْرِ.

Dan Ý paling banyak beramal dalam kalam syi'ir.


 وَأَمَّا إِنْ النَّافِيَّةُ فَتَعْمَلُ عَمَلَ لَيْسَ فِي لُغَةِ أَهْلِ الْعَالِيَّةِ بِالشُّرُوطِ الْمَذْكُورَةِ فِي مَا, سَوَاءٌ كَانَ اِسْمُهَا مَعْرِفَةً أَوْ نَكِرَةً, نَحْوُ: إِنْ زَيْدُ قَائِمًا.

Adapun إن nafi itu beramal seperti amalnya لَيْسَ menurut ahlil 'aliyah dengan syarat yang ditetapkan pada ما. Baik isim-nya إن berupa isim nakirah atau ma'rifat.

 Contoh: إِنْ زَيْدُ قَائِمًا )Zaid tidak berdiri( 


Keterangan : 

★ Ahlil 'aliyah adalah sekelompok orang yang bermukim di Najd sampai Tihamah dan pinggiran kota Makkah.


وَأَمَّا لَاتَ فَتَعْمَلُ عَمَلَ لَيْسَ بِشَرْطَ أَنْ يَكُوْنَ اِسْمُهَا وَخَبُرَهَا بِلَفْظِ الْحِيْنَ وَبِأَنْ يُحْذَفَ اِسْمُهَا أَوْ خَبَرُهَا.

Adapun لات itu beramal seperti amalnya dengan syarat isim dan khobar-nya لَيْسَ berupa lafadz الحين. Dan salah satu dari isim dan khobar-nya harus dibuang.


 وَالغَالِبُ حَذْفُ الْاِسْمِ, نَحْوُ: {فَنَادَوْا وَلَاتَ حِيْنَ مَنَاصِ} (۳) سورة ص؛ أَيْ: لَيْتَ الْخَيْنُ حِيْنَ فِرَارٍ.

Dan kebanyakan yang dibuang adalah isim- nya. 

Contoh: فَنَادَوْا وَلَاتَ حِيْنَ مَنَاصٍ (Mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri). 

aslinya: لَيْتَ الْخَيْنُ حِيْنَ فِرَارٍ 


Keterangan:

 Dalam contoh: فَنَادَوْا وَلَاتَ حِيْنَ مَنَاصٍ yang dibuang adalah isim-nya yaitu lafadz الحين. Dan lafaz مناص bermakna فرار (lari)


وَقُرِئَ: "وَلَاتَ حِيْنُ مَنَاصٍ عَلَى أَنَّ الخَبَرَ مَحْذُوْفٌ، أَيْ: لَيْسَ حِيْنَ فِرَارٍ حِيْنًا لَهُمْ.

Dan ada qira'ah (yang syadz/langka) membaca dengan bacaan : وَلَاتَ حِيْنُ مَنَاصٍ dengan membuang khabar-nya لات.

 Aslinya: لَيْسَ حِيْنَ فِرَارٍ حِيْنًا لَهُمْ



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjemah kitab matan taqrib pembahasan tentang hukum-hukum shalat

كِتَابُ الصَّلَاةِ  Pembahasan shalat  Shalat-shalat yang diwajibkan  الصَّلَاةُ الْمَفْرُوْضَةُ خَمْسٌ: Shalat yang diwajibkan itu ada 5.yaitu:  (۱) الظَّهْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا زَوَالُ الشَّمْسِ، وَآخِرُهُ إِذَا صَارَ ظِلُّ كُلِّ شَيْءٍ مِثْلَهُ بَعْدَ ظِلَّ الزَّوَال.  1. Zhuhur,  waktu salat zhuhur mulai setelah lewat rembang matahari (setelah matahari tergelincir ke arah barat). Dan akhir waktunya adalah ketika bayang- bayang sebuah benda telah sama panjangnya dengan benda itu, sesudah matahari lewat rembang. (۲) وَالْعَصْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا الزَّيَادَةُ عَلَى ظِلَّ الْمِثْلِ، وَآخِرُهُ في الاخْتِيَارِ إِلَى ظِلَّ الْمِثْلَيْنِ وَفِي الْجَوَازِ إِلَى غُرُوبِ الشَّمْسِ  2. Ashar,  waktu salat ashar dimulai setelah bayang-bayang sebuah benda yang sama dengan benda aslinya tadi bertambah panjang. Dan akhir waktunya menurut waktu Ikhtiar (waktu yang menjadi pilihan untuk menger- jakan salat sebelum masuk pada bagian waktu berikutnya) adalah...

Terjemah kitab mutammimah tentang bab kalam

               بَابُ الكلام          Bab Kalam     الكلامُ هُوَ  اللفظ المُرَكَّبُ الْمُفِيدُ بالوضع kalam adalah satu lafazd yang murakkab yang memberi faedah dengan waza'(sengaja)/bahasa arab Keterangan : • Lafadz adalah suara yang mengandung sebagian huruf Hijaiyah (huruf huruf Arab yang diawali dari alif sampai ya'). Contoh: زَيْدُ dan قَائِمُ  • Murokkab adalah lafadz yang tersusun dari dua kalimat atau lebih dengan susunan isnadi (penisbatan atau penyandaran hukum yang menjadikan kesempurnaan faidah). Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( أنا قائم )Saya orang yang berdiri • Mufid adalah ungkapan berfaidah yang dapat memberikan pemahaman sehingga tidak membutuhkan pertanyaan dari orang yang mendengarkan. Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( • Wad'i menurut sebagian ulama' nahwu adalah berbahasa Arab, dan menurut ulama' yang lain wad'i adalah disengaja oleh orang yang men...

Terjemah kitab matammimah tentang isem alam

    _________________________________________ Note:⚠️ Bila antum menemukan kesalahan dalam penulisan maka sangat diharapkan untuk mengomentari nya, Syukran kasiran ____________________________________________   فَصْلٌ فِي بَيَانِ الإِسْمِ الْعَلَمِ Fasal Tentang Isim Alam الْعَلَمُ نَوْعَانِ: شَخْصِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِشَيْءٍ بِعَيْنِهِ لَا يَتَنَاوَلُ غَيْرُهُ كَزَيْدٍ وَفَاطِمَةَ وَمَكَّةَ وَشَدْقَمٍ وَقَرَنٍ. Isim alam ada dua. Yaitu: 1. Alam syakhs, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk sesuatu yang sudah nyata (individu) dan tidak mencakup yang lainnya.  Contoh: زَيْدٍ - فَاطِمَةَ - مَكَّةَ - شَدْقَم - قَرَنٍ  وَجِنْسِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِجِنْسِ مِنَ الْأَجْنَاسِ كَأَسَامَةَ لِلْأَشَدِ وَثُعَالَةَ لِلتَّعْلَبِ وَذُؤَالَةَ لِلذِّئْبِ وَأُمُّ عِرْيَطٍ لِلْعَقْرَبِ. 2. Alam jinis, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk beberapa jinis.  Contoh: أسامة untuk nama harimau, تُعَالَةَ untuk nama musang, ذُؤَالَةَ untuk srigala, dan أُمُّ عِرْبَط...