بَابُ الإِعْرَابِ وَالْبِنَاءِ
Bab I'rab dan Bina'
الْإِعْرَابُ: تَغْيِيرُ أَوَاخِرِ الْكَلِمِ لِاخْتِلافِ .الْعَوَامِلِ الدَّاخِلَةِ عَلَيْهَا لَفْظًا أَوْ تَقْدِيرًا
I'RAB adalah perubahan akhir kalimat dikarenakan beda-bedanya amil yang masuk, entah berubah dalam segi lafadznya atau dikira-kirakan.
Keterangan:
★ Perubahan dalam segi
lafadz, seperti perubahan yang terjadi pada lafadz زيداً dalam
contoh: جَاءَ زَيْدٌ )Zaid telah datang
( رَأَيْتُ زَيْدًا )Aku telah melihat Zaid
( مَرَرْتُ بِزَيْدٍ )Aku berjalan bertemu Zaid(
★ Perubahan yang dikira-kirakan adalah perubahan yang terdapat pada lafadz الفقى dalam
Contoh: جَاءَ الْفَتَى )Seorang pemuda telah datang
( رَأَيْتُ الْفَتَى )Aku melihat seorang pemuda
( مَرَرْتُ بِالْفَتَى )Aku berjalan bertemu dengan seorang pemuda)
وَأَقْسَامُهُ أَرْبَعَةٌ رَفْعُ وَنَصْبٌ وَخَفْضُ وَجَزْم
I'rab terbagi menjadi 4, yaitu:
1. Rafa'.
2. Nasab.
3. Jar/khafad.
4. Jazam.
Keterangan:
I'rab rafa' adalah perubahan yang khusus, yang ditandai dengan dhummah,
contoh: زَيْدٌ قَائِمٌ Atau yang menggantikannya, yaitu wawu, alif, dan nun,
contoh: الزَّيْدَانِ يَضْرِبَانِ )Dua Zaid telah memukul
( جَاءَ الزَّيْدَانِ )Dua Zaid telah datang
( جَاءَ الزَّيْدُوْنَ )Beberapa Zaid telah datang(
★ I'rab nasab adalah perubahan yang khusus, yang ditandai dengan fathah,
contoh: رَأَيْتُ زَيْدًا )Aku melihat Zaid(. Atau yang menggantikannya, yaitu kasroh,
contoh: رَأَيْتُ مُسْلِمَاتِ )Aku melihat beberapa wanita muslimah). Atau alif
contoh: رَأَيْتُ أَبَاكَ )Aku melihat ayahmu(. Atau ya
contoh: رَأَيْتُ الزَّيْدِينَ )Aku melihat beberapa Zaid(. Atau terbuangnya nun
contoh: لَنْ يَضْرِبَ )Seseorang tidak akan memukul(.
★ I'rab jar adalah perubahan yang khusus yang ditandai dengan kasrah,
contoh: مَرَرْتُ بِزَيْدٍ )Aku berjalan bertemu dengan Zaid(. Atau yang menggantikannya, yaitu fathah, contoh: مَرَرْتُ بِأَحْمَدَ )Aku( berjalan bertemu dengan Ahmad). Atau ya
contoh: مَرَرْتُ بِالزَّيْدِينَ )Aku) berjalan bertemu dengan beberapa Zaid).
★ I'rab jazam adalah perubahan yang khusus yang ditandai dengan sukun,
contoh: لَمْ يَضْرِبُ )Seseorang tidak memukul. Atau yang menggantikannya, yaitu: hadzfu (pembuangan),
contoh: لَمْ يَرْم )Seseorang tidak melempar(. لَمْ يَضْرِبًا )Dua orang tidak memukul): Fa'il-nya berupa dua orang lelaki, tetapi dalam lafadznya tersimpan (muqaddarah).
فَلِلْأَسْمَاءِ مِنْ ذَلِكَ: الرَّفْعُ وَالنَّصْبُ وَالْجُرُّ وَلَا خَفْضَ فِيهَا.
I'rab yang bisa menjadi i'rab-nya kalimah isim ada 3, yaitu:
1 Rafa',
2.nasab,
3.jar.
Sedangkan I'rab jazam tidak bisa menjadi i'rab-nya kalimah isim.
فَلِلْأَفْعَالِ مِنْ ذَلِكَ: الرَّفْعُ وَالنَّصْبُ وَالْجَزْمُ وَلَا خَفْضَ فِيهَا
I'rab yang bisa menjadi i'rab-nya kalimah fi'il ada 3, yaitu:
1.Rafa',
2.nasab,
3.jazam.
Sedangkan I'rab jar tidak bisa menjadi i'rab-nya kalimah fi'il.
وَالْبِنَاءُ لُزُوْمُ آخِرِ الْكَلِمَةِ حَرَكَةً أَوْسُكُوْنًا نَحْو: مَنْ وَكَمْ.
Mabni adalah tetapnya harakat atau sukun akhir suatu kalimah dalam satu keadaan (dhummah, fathah, kasrah, atau sukun).
Contoh: مَنْ dan كُمْ dan هَؤُلاءِ
Keterangan:
★ Lafadz مَنْ dan كَمْ selamanya dibaca sukun.
★ Lafadz هَؤُلاءِ selamanya dibaca kasroh.
وَأَنْوَاعُهُ أَرْبَعَةٌ: ضَمُّ وَفَتْحٌ وَكَسْرُ. وَسُكُونُ
Mabni ada 4 macam. Yaitu:
1. Mabni dhummah. Contoh: حَيْثُ - قَبْلُ
2. Mabni fathah. Contoh: أَيْنَ - قَامَ
3.Mabni kasrah. Contoh: أَمْسِ
4.Mabni sukun. yaitu: Contoh : مَنْ - كُمْ .
وَالْإِسْمُ ضَرْبَانِ؛
مُعْرَبٌ وَهُوَ الْأَصْلُ، وَهُوَ مَا تَغَيَّرَ آخِرُهُ بِسَبَبِ الْعَوَامِلِ الدَّاخِلَةِ عَلَيْهِ إِمَّا لفظًا كَزَيْدٍ وَعَمْرِو. أَوْ تَقْدِيرًا, نَحْو مُوسَى وَالْفَتَى
Kalimah isim dibagi menjadi 2 (dua),
1. Isim mu'rab, yaitu isim yang huruf akhirnya bisa berubah-ubah di sebabkan amil yang masuk pada isim tersebut, entah berubah secara lafdzi. Seperti lafadz: زَيْدٍ عَمْرٍ atau berubah secara taqdiri (dikira-kirakan), seperti lafadzالْفَتَى - مُوسَى .
وَمَبْنِي وَهُوَ الْفَرْعُ وَهُوَ مَا لَا يَتَغَيَّرُ آخِرُهُ بِسَبَبِ الْعَوَامِلِ الدَّاخِلَة عَلَيْهِ. كَالْمُضْمَرَاتِ، وَأَسْمَاءِ الشَّرْطِ وَأَسْمَاءِ الْإِسْتِفْهَامِ، وَأَسْمَاءِ الْإِشَارَةِ، وَأَسْمَاءِ الْأَفْعَالِ، وَأَسْمَاءِ الْمَوْصُولَاتِ.
2. Isim mabni, yaitu isim yang huruf akhirnya tidak bisa berubah-ubah disebabkan amil yang masuk pada isim tersebut.
Seperti isim dhamir, contoh: هُوَ
isim syarat, contoh: إن الشَّرْطِيَّةُ .
isim istifham, contoh: مَا - أَيْنَ من,
isim isyarah contoh: ذِي - هَؤُلَاء .
isim fi'il, contoh: مَهُ - صَهُ
isim maushul, contoh: الَّذِي - الَّتِي - الَّذِين
Keterangan:
★ Isim bisa mabni apabila menyerupai huruf.
★ Isim dlomir dihukumi mabni karena sama dengan huruf dalam segi wad'i.
★ Isim sarat dihukumi mabni karena sama dengan huruf dalam segi makna.
★ Isim istifham dihukumi mabni karena sama dengan huruf dalam segi makna.
★ Isim isyaroh dihukumi mabni karena sama dengan huruf dalam segi makna.
★ Isim fi'il dihukumi mabni karena sama dengan huruf dalam segi isti'mal (penggunaan).
★ Isim mausul dihukumi mabni karena sama dengan huruf dalam segi iftiqar (membutuhkan perkara lain).
وَمِنْهُ مَا يُبْنَى عَلَى الْفَتْحِ كَايْنَ وَمِنْهُ مَا يُبْنَى عَلَى الْكَسْرِ كَأَمْسِ وَمِنْهُ مَا يُبْنَى عَلَى الضَّمِّ كَحَيْثُ
Isim mabni terbagi menjadi empat. Yaitu:
1.Mabni sukun. Contoh: كم
2. Mabni fathah. Contoh: ان
3. Mabni kasrah. Contoh: أمس
4. Mabni dhummah. Contoh: حَيْثُ
Setiap kalimah yang mabni itu aslinya mabni sukun.
وَالْأَصْلُ فِي الْمَبْنِي أَنْ يُبْنَى عَلَى السكون. وَالْفِعْلُ ضَرْبَانِ: مَبْنِي، وَهُوَ الْأَصْلُ. وَمُعْرَبُ، وَهُوَ الْفَرْعُ.
Setiap kalimah yang mabni itu aslinya mabni sukun.
Kalimah fi'il di bagi menjadi 2. Yaitu:
1. Mabni, yaitu asal dari kalimah fi'il.
2. Mu'rob, yaitu far'i (cabang) dari kalimah fi'il.
وَالْمَبْنِي نَوْعَانِ أَحَدُهُمَا: الْمَاضِي وَبِنَاءُهُ عَلَى الْفَتْحِ إِلَّا إِذَ اتَّصَلَ بِهِ وَاوُ الْجَمَاعَةِ فَيُضَمُ نَحْو: ضَرَبُوا أَو اتَّصَلَ بِهِ ضَمِيرٌ رَفْعِ مُتَحَرِّكِ فَيُسَكِّنُ نَحْو: ضَرَبْتُ وَضَرَبْنَا.
Kalimah fi'il yang mabni ada 2. Yaitu:
1.Fi'il madhi.
Fi'il madli hukumnya mabni fath, seperti lafadz نَصَرَ - ضرب selama tidak sambung dengan wawu jamak.
Apabila bersambung dengan wawu jama', maka hukumnya dibaca dhummah.
Contoh: ضَرَبُوا dan tidak bersambung dengan dhamir Rafa' mutaharrik.
Apabila bersambung dengan dhamir Rafa' mutaharrik, maka hukumnya dibaca sukun, contoh: ضَرَبْنَا - ضَرَبْتُ
وَالثَّانِي: الْأَمْرُ وَبِنَاءُهُ عَلَى الْسُكُونِ نَحْو: اضْرِبْ وَاضْرِبْنَا, لَا إِذَا اتَّصَلَ بِهِ ضَمِيْرُ تَثْنِيَّةٍ أَوْ ضَمِيْرُ جَمْعٍ مُذَكَّرٍ أَوْ ضَمِيْرُ الْمُؤَنَّثَةِ الْمُخَاطَبَةِ فَعَلَى حَذْفِ النُّوْنِ, نَحْوُ: إِضْرِبَا وَاضْرِبُوا وَاضْرِنِي وَإِلَّا الْمُعْتَلَّ فَعَلَى حَذْفِ حَرْفِ الْعِلَّةِ نَحْو: إِخْشَ وَاغْرُ وَارْمِ
2. Fi'il amar. Fi'il amar hukumnya mabni sukun, seperti lafadz اِضْرِبْنَ إضْرِب selama tidak sambung dengan dhamir tasniah )baik mudzakkar/mu'annats dhamir jama' mudzakkar, dan dhamir mu'annats mukhatabah.
Apabila sambung dengan dlomir-dlomir tersebut, maka dibaca dengan hadzfun nun (terbuangnya nun).
Contoh : اِضْرِبي - اِضْرِبُوا - اِضْرِبًا .
Dan juga tidak berupa fi'il amar yang mu'tal.
Apabila berupa fi'il amar yang mu'tal, maka dibaca dengan hadzfi harfil illat )membuang huruf illat). Contoh: اِخْشَ ارم - أغز -
وَالْمُعْرَبُ مِنَ الْأَفْعَالِ الْمُضَارِعُ بِشَرْطِ أَنْ لَا يَتَّصِلَ بِهِ نُوْنُ الْإِنَاثِ وَلَا نُوْنُ التَّوْكِيدِ الْمُبَاشِرَةِ نَحْو: يَضْرِبُ وَيَخْشَى
فَإِنِ اتَّصَلَتْ بِهِ نُوْنُ الْإِنَّاتِ بُنِيَ مَعَهَا عَلَى السُّكُوْنِ, غَحْرُ الْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ, فَإِنِ اتَّصَلَتْ بِهِ نُونُ التَّوْكِيدِ الْمُبَاشِرَةِ بُنِي عَلَى الْفَتْحِ نَحْو: لَيُسْجَنَنَّ وَلَيَكُوْنَا
Kalimah fi'il yang hukumnya mu'rab adalah fi'il mudhari'. Selama tidak sambung (bertemu) dengan nun jama' mu'annats, atau nun taukid mubasyarah. Contoh: يَضْرِبُ )Sedang akan memukul
( يَخْشَى )Sedang akan takut.
Apabila fi'il mudhari' sambung (bertemu( dengan nun jama' mu'annats atau nun taukid mubasyarah, maka hukumnya mabni sukun.
Contoh: لَيُسْجَنَنَّ )Sedang/akan memenjara
( لَيَكُونَا )Akan/sedang ada/wujud.
وَإِنَّمَا أُعْرِبَ الْمُضَارِعُ لِمُشَابَهَتِهِ للإسم
Fi'il mudhari' dihukumi mu'rab karena menyerupai kalimah isim.
وَأَمَّا الْحُرُوفُ فَمَبْنِيَّةٌ كُلُّهَا
Adapun kalimah huruf semuanya hukumnya mabni.
____________________________________________
Note:
Bila antum menemukan kesalahan dalam penulisan maka sangat diharapkan untuk mengomentari nya, Syukran kasiran
____________________________________________


Komentar
Posting Komentar