Langsung ke konten utama

İlmu tauhid Terjemah kitab Ummul barahin imam As-Sanusi tentang kesimpulan sifat nafsiyah dan salbiyah





Kesimpulan Sifat Nafsiyah dan Salbiyah

________________________________________


 [ص] 
(فَهَذِهِ سِتُّ صِفَاتٍ الْأُولَى نَفْسِيَّةٌ وَهِيَ الْوُجُودُ، وَالْخَمْسَةُ بَعْدَهَا سَلْبِيَّةٌ)
 Inilah enam sifat Allah, yang pertama adalah sifat nafsiyah, yaitu wujud; dan lima sifat setelahnya adalah sifat salbiyah. 

________________________________________

■ Syarh

 [ش] حَقِيقُ الصِّفَةِ النَّفْسِيَّةِ هِيَ الحالُ الْوَاجِبَةُ لِلذَّاتِ مَا دَامَتِ الذَّاتِ غَيْرَ مُعَلَّلَةٍ بِعِلَّةٍ كَالتَّحَيُّنِ مَثَلًا لِلْجِرْمِ، فَإِنَّهُ وَاجِبُ لِلْجِرْمِ مَا دَامَ الْجَرْمُ، وَلَيْسَ ثُبُوتُهُ لَهُ مُعَلَّلًا بِعِلَّةٍ وَاحْتَرَزَ بِقَوْلِهِ غَيْرَ مُعَلَّلَةٍ بِعِلَّةٍ عَنِ الْأَحْوَالِ الْمَعْنَوِيَّةِ كَكَوْنِ الذَّاتِ عَالِمَةً وَقَادِرَةً وَمُرِيدَةً مَثَلًا، فَإِنَّهَا مُعَلَّلَةٌ بِقِيَامِ الْعِلْمِ وَالْقُدْرَةِ وَالْإِرَادَةِ بِالذَّاتِ، وَاحْتَرَزَ أَيْضًا مِنْ صِفَاتِ الْمَعَانِي.


Hakikat sifat nafsiyah adalah haliyah (kondisi) yang wajib bagi suatu zat selama zat tersebut tidak di'illati dengan suatu 'illat, seperti tahayyuz (mengambil tempat atau ruang secukupnya) bagi jirm umpamanya. Sebab bagi jirm, tahayyyuz itu wajib selama ia merupakan jirm. Tetapnya tahayyuz bagi jirm tidak di'illati dengan 'illat apapun. Dengan ucapan غَيْرَ مُعَلَّلَةٍ بِعِلَّةٍ Kitab Asal mengecualikan al-ahwal al- ma'aniyah, seperti keberadaan Zat Allah Yang Maha Mengetahui, Maha Kuasa, dan Maha Berkehendak, umpamanya, sebab ter'illati dengan adanya ilmu, kekuasaan, dan kehendak yang ada pada Zat Allah; dan juga mengecualiakan sifat ma'ani.


أَمَّا الْعِلْمُ وَالْقُدْرَةُ فَلَيْسَتَا مِنَ الصَّفَاتِ النَّفْسِيَّةِ وَلَا الْمَعْنَوِيَّةِ لِأَنَّ هَاتَيْنِ أَحْوَالُ، وَالْحَالُ لَيْسَتْ بِمَوْجُوْدَةٍ فِي نَفْسِهَا وَلَا مَعْدُوْمَةٍ، وَالْعِلْمُ وَالْقُدْرَةُ صِفَتَانِ مَوْجُوْدَتَانِ فِي أَنْفُسِهِمَا قَائِمَتَانِ بِمَوْجُودٍ.


Adapun sifat ilmu dan qudrah maka tidak termasuk sifat nafsiyah maupun sifat ma'nawiyah. Sebab sifat nafsiyah dan sifat ma'nawiyah merupakan kondisi, sementara kondisi itu tidak wujud dan tidak tiada dengan sendirinya, sedangkan ilmu dan qudrah adalah sifat yang wujud dengan mempertimbangkan dirinya (mungkin dilihat) yang ada pada sesuatu yang maujud.


فَإِذَا عَرَفْتَ هَذَا فَاعْلَمْ أَنَّ الْوُجُودَ إِنَّمَا يَصِحُ أَنْ يَكُوْنَ صِفَةً نَفْسِيَّةٌ عِنْدَ مَنْ جَعَلَهُ زَائِدًا عَلَى الذَّاتِ، وَأَمَّا عِنْدَ مَنْ يَجْعَلُهُ نَفْسَ الذَّاتِ فَلَيْسَ بِصِفَةٍ أَصْلًا. وَقَدْ سَبَقَ الْإِعْتِذَارُ عَنْ عَدَّهِ مِنَ الصَّفَاتِ، وَبِمِثْلِ ذَلِكَ يَعْتَذِرُ هُنَا عَنْ عَدَّهِ مِنَ الصَّفَاتِ النَّفْسِيَّةِ، أَيْ مَعْنَى الْوُجُودِ رَاجِعُ لِلذَّاتِ، سَوَاءٌ قُلْنَا إِنَّهُ عَيْنُ الذَّاتِ أَوْ زَائِدُ عَلَى حَقِيقَتِهَا، لِأَنَّ النَّاتَ لَا تَثْبُتُ فِي الْخَارِجِ عَنِ الذَّهْنِ إِلَّا إِذَا كَانَتْ مَوْجُوْدَةً.


Bila Anda mengetahui ini, maka ketahuilah, bahwa wujud hanya sah menjadi sifat nafsiyah bagi ulama yang menjadikannya sebagai sesuatu selain zat. Adapun bagi orang yang menjadikannya sebagai zat itu sendiri, maka wujud sama sekali bukan merupakan sifat. Telah lewat keterangan terkait wujud tidak bisa dianggap sebagai sifat, dan dengan keterangan seperti itu pula di sini wujud tidak bisa dianggap sebagai sifat nafsiyah, maksudnya makna wujud itu kembali pada zat, baik kita katakan bahwa wujud merupakan zat itu sendiri ataupun selain hakikatnya. Sebab, sungguh zat tidak wujud secara nyata dari hati kecuali diwujudkan.


قَوْلُهُ: وَالْخَمْسَةُ بَعْدَهَا سَلْبِيَّةً، يَعْنِي أَنَّ مَدْلُولَ كُلِّ وَاحِدٍ مِنْهَا عَدَمُ، أَيْ لَا يَلِيْقُ بِمَوْلَانَا جَلَّ وَعَزَّ، وَلَيْسَ مَدْلُولُهَا صِفَةً مَوْجُوْدَةً فِي نَفْسِهَا كَمَا فِي الْعِلْمِ وَالْقُدْرَةِ وَنَحْوِهِمَا مِنْ سَائِرِ صِفَاتِ الْمَعَانِي الْآتِيَةِ. 


Ungkapan Matan وَالْخَمْسَةُ بَعْدَهَا سَلْبِيَّةٌ maksudnya adalah, sungguh masing-masing madlulnya adalah tidak ada. Artinya tidak pantas bagi Allah-Jalla wa 'Azza-, dan tidak berupa sifat yang maujud dengan mempertimbangkan diri- nya sendiri sebagaimana ilmu, qudrah, dan sifat-sifat ma'ani dan semisalnya yang akan dijelaskan.


فَالْقِدَمُ مَعْنَاهُ سَلْبُ، وَهُوَ نَفْيُ سَبْقِ الْعَدَمِ عَلَى الْوُجُودِ، وَإِنْ شِئْتَ قُلْتَ: هُوَ نَفْيُ الْأَوَّلِيَّةِ لِلْوُجُودِ، وَالْمَعْنَى وَاحِدٌ. 


Maka makna qidam adalah salb, yaitu menafikan mendahuluinya ketiadaan daripada wujudnya. Bila mau dapat Anda katakan: "Qidam adalah menafikan permulaan bagi wujud Allah." Sementara maknanya sama.


وَالْبَقَاءُ هُوَ نَفْيُ لُحُوْقِ الْعَدَمِ لِلْوُجُودِ، وَإِنْ شِئْتَ قُلْتَ: نَفْي الْآخِرِيَّةِ لِلْوُجُودِ. 


Makna baqa adalah menafikan menyusulnya ketiadaan bagi wujud. Bila mau dapat Anda katakan: "Baqa' adalah menafikan berakhirnya wujud Allah."


وَالْمُخَالَفَةِ لِلْحَوَادِثِ هِيَ نَفْي الْمُمَاثَلَةِ لَهَا فِي الذَّاتِ وَالصَّفَاتِ وَالْأَفْعَالِ. 


Makna mukhalafah li al-hawadits adalah menafikan kesamaan Allah pada makhluk, dalam zat, sifat, dan perbuatan.


وَالْقِيَامُ بِالنَّفْسِ هُوَ نَفْيُ افْتِقَارِ الذَّاتِ الْعَلِيَّةِ إِلَى مَحَلَّ، أَيْ ذَاتٍ أُخْرَى تَقُوْمُ بِهَا قِيَامُ الصَّفَةِ بِالْمَوْصُوْفِ، وَنَفْيُ افْتِقَارِهِ تَعَالَى إِلَى مُخَصِّصٍ، أَيْ فَاعِلٍ.


Makna qiyam bi an-nafs adalah menafikan butuhnya Allah kepada mahall, yaitu zat lain yang menjadi kelaziman bagi wujudnya, sebagaimana kelaziman sifat pada mausuf, dan menafikan butuhnya Allah Ta'ala kepada mukhashshish, maksudnya zat yang menciptakan.


 وَالْوَحْدَانِيَّةُ عَدَمِ الْاِثْنَيْنِيةِ فِي الذَّاتِ الْعَلِيَّةِ وَالصَّفَاتِ وَالْأَفْعَالِ، وَإِنْ شِئْتَ قُلْتَ: هِيَ نَفْيُ الْكَمِّيَةِ الْمُتَّصِلَةِ وَالْمُنْفَصِلَةِ وَنَفْيُ الشَّرِيكِ فِي الْأَفْعَالِ عُمُوْمًا، وَالْمَعْنَى وَاحِدٌ. وَبِاللَّهِ التَّوْفِيقُ.


Adapun makna wahdaniyyah adalah tidak ada duanya Allah dalam zat, sifat, dan perbuatan- Nya. Bila mau dapat Anda katakan: "Wahdaniyyah adalah menafikan al-kammiyah al- muttashilah dan al-kammiyah al- munfashilah, dan menafikan sekutu bagi perbuatan-perbuatan Allah secara menyeluruh."Adapun maknanya adalah sama.
Wabillahit taufiq(Semoga Allah memberikan Taufiq).

________________________________________

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjemah kitab matan taqrib pembahasan tentang hukum-hukum shalat

كِتَابُ الصَّلَاةِ  Pembahasan shalat  Shalat-shalat yang diwajibkan  الصَّلَاةُ الْمَفْرُوْضَةُ خَمْسٌ: Shalat yang diwajibkan itu ada 5.yaitu:  (۱) الظَّهْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا زَوَالُ الشَّمْسِ، وَآخِرُهُ إِذَا صَارَ ظِلُّ كُلِّ شَيْءٍ مِثْلَهُ بَعْدَ ظِلَّ الزَّوَال.  1. Zhuhur,  waktu salat zhuhur mulai setelah lewat rembang matahari (setelah matahari tergelincir ke arah barat). Dan akhir waktunya adalah ketika bayang- bayang sebuah benda telah sama panjangnya dengan benda itu, sesudah matahari lewat rembang. (۲) وَالْعَصْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا الزَّيَادَةُ عَلَى ظِلَّ الْمِثْلِ، وَآخِرُهُ في الاخْتِيَارِ إِلَى ظِلَّ الْمِثْلَيْنِ وَفِي الْجَوَازِ إِلَى غُرُوبِ الشَّمْسِ  2. Ashar,  waktu salat ashar dimulai setelah bayang-bayang sebuah benda yang sama dengan benda aslinya tadi bertambah panjang. Dan akhir waktunya menurut waktu Ikhtiar (waktu yang menjadi pilihan untuk menger- jakan salat sebelum masuk pada bagian waktu berikutnya) adalah...

Terjemah kitab mutammimah tentang bab kalam

               بَابُ الكلام          Bab Kalam     الكلامُ هُوَ  اللفظ المُرَكَّبُ الْمُفِيدُ بالوضع kalam adalah satu lafazd yang murakkab yang memberi faedah dengan waza'(sengaja)/bahasa arab Keterangan : • Lafadz adalah suara yang mengandung sebagian huruf Hijaiyah (huruf huruf Arab yang diawali dari alif sampai ya'). Contoh: زَيْدُ dan قَائِمُ  • Murokkab adalah lafadz yang tersusun dari dua kalimat atau lebih dengan susunan isnadi (penisbatan atau penyandaran hukum yang menjadikan kesempurnaan faidah). Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( أنا قائم )Saya orang yang berdiri • Mufid adalah ungkapan berfaidah yang dapat memberikan pemahaman sehingga tidak membutuhkan pertanyaan dari orang yang mendengarkan. Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( • Wad'i menurut sebagian ulama' nahwu adalah berbahasa Arab, dan menurut ulama' yang lain wad'i adalah disengaja oleh orang yang men...

Terjemah kitab matammimah tentang isem alam

    _________________________________________ Note:⚠️ Bila antum menemukan kesalahan dalam penulisan maka sangat diharapkan untuk mengomentari nya, Syukran kasiran ____________________________________________   فَصْلٌ فِي بَيَانِ الإِسْمِ الْعَلَمِ Fasal Tentang Isim Alam الْعَلَمُ نَوْعَانِ: شَخْصِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِشَيْءٍ بِعَيْنِهِ لَا يَتَنَاوَلُ غَيْرُهُ كَزَيْدٍ وَفَاطِمَةَ وَمَكَّةَ وَشَدْقَمٍ وَقَرَنٍ. Isim alam ada dua. Yaitu: 1. Alam syakhs, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk sesuatu yang sudah nyata (individu) dan tidak mencakup yang lainnya.  Contoh: زَيْدٍ - فَاطِمَةَ - مَكَّةَ - شَدْقَم - قَرَنٍ  وَجِنْسِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِجِنْسِ مِنَ الْأَجْنَاسِ كَأَسَامَةَ لِلْأَشَدِ وَثُعَالَةَ لِلتَّعْلَبِ وَذُؤَالَةَ لِلذِّئْبِ وَأُمُّ عِرْيَطٍ لِلْعَقْرَبِ. 2. Alam jinis, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk beberapa jinis.  Contoh: أسامة untuk nama harimau, تُعَالَةَ untuk nama musang, ذُؤَالَةَ untuk srigala, dan أُمُّ عِرْبَط...