Langsung ke konten utama

Terjemah kitab tauhid Ummul barahin As-Sanusi

blogger



           مُقَدِّمَة


Pendahuluan 


قَالَ الشَّيْخُ الْفَقِيهُ الْوَلِيُّ الصَّالِحُ أَبُو عَبْدِ اللهِ مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ السَّنُوسِيُّ الْحَسَنِيُّ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى وَنَفَعَنَا بِهِ وَبِعُلُوْمِهِ، آمین 


Asy-Syaikh al-Faqih al-Wali ash-Shalih Abu Abdillah Muhammad Yusuf as-Sanusi al- Hasani-semoga Allah Ta'ala merahmatinya, memberi man- faat kepada kita dengannya dan ilmunya, amin-berkata:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الْوَاسِعِ الْجُودِ وَالْعَطَاءِ، الَّذِي شَهَدَتْ بِوُجُوْبِ وُجُوْدِهِ وَحْدَانِيَّتُهُ وَ عَظِيمٍ جَلَالِهِ 
وُجُوْبُ افْتِقَارِ الْكَائِنَاتِ كُلَّهَا إِلَيْهِ فِي الْأَرْضِ وَالسَّمَوَاتِ،


"Segala Puji Bagi Allah Zat Yang Maha Luas Kedermawanan dan Pemberian-Nya, yang keesaa- Nya menjadi saksi atas kepastian wujudnya, dan kepastian butuhnya semua makhluk di bumi dan di langit kepada-Nya men- jadi saksi atas keagungan-Nya,

 الْعَزِيزِ الَّذِي عَزَّ فِي مُلْكِهِ عَنْ أَنْ يَكُونَ لَهُ شَرِيْكَ فِي تَدْبِيرِ شَيْءٍ مَّا، فَتَعَالَى اللَّهُ جَلَّ وَعَزَّ عَنِ الشُّرَكَاءِ،


Yang Maha Perkasa yang perkasa di kerajaanNya dari sekutu baginya dalam mengatur apa pun-Maha Luhur Allah Jalla wa 'Azza dari sekutu-sekutu-

 الرَّحِيمِ الرَّحْمَنِ الَّذِي عَمَّتْ نِعَمُهُ الْعَوَالِمُ كُلُّهَا، فَلَا مُخَلِّصَ لِكَائِنِ عَنْ تِلْكَ النَّعْمَاءِ الْوَاسِعِ الْكَرِيمِ الْمُنْفَرِدِ بِالْإِيجَادِ، فَلَا يُسْتَطَاعُ شُكْرُ نِعَمِهِ إِلَّا بِمَا هُوَ مِنْ نِعَمِهِ الجماء، 


Yang Maha Penyayang dan Maha Pengasih yang nikmat- nikmat-Nya merata pada semua alam, maka tidak ada orang yang mampu menghitungnya,Yang Maha Luas, Maha Mulia dan Yang Sendiri dalam menciptakan, maka tidak bisa mensyukuri nikmat-Nya kecuali dengan kesyukuran dari nikmat- nikmat-Nya yang banyak,



الْغَنِيِّ الْقُدُّوْسِ فَلَا وُصُوْلَ إِلَى شَيْءٍ مِنْ فَضْلِهِ إِلَّا بِمَحْضِ فَضْلِهِ، تَعَالَى رَبُّنَا وَجَلَّ عَنِ الْأَغْرَاضِ وَعَنِ الْأَعْوَانِ وَالْوُكَلَاءِ وَالْوُزَرَاءِ.


Yang Maha Kaya dan Maha Suci, maka tidak bisa mencapai anugerah-Nya kecuali dengan murni anugerah-Nya-Maha Luhur dan Maha Agung Tuhan kami yang suci dari tujuan, penolong, wakil dan wazir-.

 نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى نِعَمٍ لَا تُحْصَى 
وَحَمِدْنَا لَهُ جَلَّ وَعَزَّ مِنْ أَجَلَّ الْآلَاءِ.


Aku memuji Allah Yang Maha Suci atas nikmat-nikmat-Nya yang tidak terhitung dan atas nikmat-Nya yang teragung.


 وَنَشْكُرُهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى الرَّءُوْفُ الرَّحِيمُ الَّذِي يَبْسُطُ بِفَضْلِهِ مُنْقَبِضَ الْقُلُوْبِ وَالْأَلْسِنَةِ وَالْجَوَارِحِ بِمَا شَاءَ مِنْ جَمِيلِ الثناء.


Aku bersyukur kepadaNya- Tabaraka wa Ta'ala-Yang Maha Pemberi Nikmat dengan nikmat yang muncul dari kecintaan- Nya dan yang Maha Pemberi nikmat dengan nikmat yang muncul karena kebutuhan hamba, yang dengan anugerah-Nya mela- pangkan orang-orang yang ter- kunci hati, lisan, dan anggota tubuh- nya, dengan pujian yang indah.


 وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، شَهَادَةً نَشَأَتْ عَنْ مَحْضِ الْيَقِينِ، فَلَا يَطْرُقُ سَاحَتَهَا بِفَضْلِ اللَّهِ تَعَالَى ضُرُوبُ الشُّكُوكِ وَالْامْتِرَاءِ.


Dan aku bersaksi, sungguh tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dengan syahadat yang muncul dari keyakinan murni, maka berkat anugerah Allah Ta'ala berbagai macam keraguan dan kebim- bangan tidak mendatangi hati yang menjadi tempatnya.


وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدًا صلى الله عليه وسلم عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، شَهَادَةً نُدَخَّرُهَا بِفَضْلِ اللَّهِ تَعَالَى وَجَمِيلِ عَوْنِهِ لِمَا قَصُمَ الظُّهُورُ وَأَذَابَ الْأَكْبَادَ مِنْ أَهْوَالِ الْمَوْتِ وَالْقَبْرِ وَمَا يَتَفَاقَمُ مِنَ الْمُعْضَلَاتِ فِي يَوْمِ الْبَعْثِ وَالْجَزَاءِ. 


Aku bersaksi, sungguh Sayyidi- na wa Maulana Muhammad, hamba dan utusan Allah, dengan syahadat yang dengan anugerah-Nya dan keindahan pertolongan-Nya, aku simpan karena kengerian kematian dan alam kubur yang menghancur- kan raga, dan karena kedahsya- tan yang menyusulnya di hari kebangki-tan dan pembalasan.

وَنَحُوْزُ بِهَا بِفَضْلِ اللَّهِ تَعَالَى مَعَ الْآبَاءِ وَالْأُمَّهَاتِ وَالذُّرِّيَّةِ وَالْإِخْوَةِ وَالْأَحِبَّةِ فِي أَعْلَى الْفِرْدَوْسِ غَايَةَ السُّمُو وَالْارْتِقَاءِ.


Dengannya, dengan anugerah Allah Ta'ala, aku peroleh puncak ketinggian dan keluhuran di surga Firdaus tertinggi bersama ayah, ibu, anak keturunan, saudara, dan orang-orang yang mencintaiku.



 وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ عَيْنِ الْوُجُودِ وَسِرِّ الْكَائِنَاتِ وَعَرُوسِ الْمَمْلَكَةِ ذِي الْمَفَاخِرِ الَّتِي جَلَّتْ عَنِ الْعَدَّ وَالْإِحْصَاءِ، 


Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Sayyidina wa Maulana Muhammad, yang menjadi penerang bagi makhluk, yang menjadi makhluk termulia, yang menjadi pengantin kerajaan dunia akhirat, pemillik berbagai keistimewaan yang tidak terhitung dan teringkas,


وَذِي الْمَقَامِ الْمَحْمُوْدِ وَالْحَوْضِ الْمَوْرُوْدِ وَالْوَسِيلَةِ الْعُظْمَى دُنْيَا وَأُخْرَى وَمَلْجَا الْخَلَائِقِ كُلِّهِمْ وَإِلَيْهِ يَهْرَعُوْنَ يَوْمَ تَتَرَادَفُ الْأَهْوَالُ وَتَمْتَدُّ أَزْمَتُهَا حَتَّى يَتَبَرَّأُ مِنَ الشَّفَاعَةِ وَيَهْتَمُّ بِأَنْفُسِهِمْ أَكَابِرُ الرُّسُلِ وَالْأَنْبِيَاءِ.


pemilik derajat terpuji, telaga yang didatangi, dan wasilah agung di dunia dan akhirat, tempat berlindung semua makhluk, dan kepadanya mereka segera menghadap, pada hari di mana huru-hara terus bertam- bah dan terus berlangsung, sehingga tokoh-tokoh para Rasul dan Nabi berlepas diri dari syafaat.


 فَصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ رَسُولٍ أَلْقَتْ إِلَيْهِ الْمَحَاسِنُ وَالْمَفَاخِرُ كُلُّهَا مَقَالِيْدَهَا، فَسَمَّا عَلَى أَعْلَى مَنْصَتِهَا بِحَيْثُ لَا مَطْمَعَ لِمَخْلُوْقٍ عَلَى الْعُمُوْمِ فِي نَيْلِ تِلْكَ الرُّتْبَةِ الْعَلْيَاءِ


Semoga Allah memberi rahmat pengagungan dan keselamatan bagi Rasul yang seluruh kebai- kan dan kebanggaan menye- rahkan kunci-kuncinya kepada- nya, sehingga ia berada di atas kursinya sekira secara umum tidak ada harapan bagi makhluk lain untuk memperoleh derajat luhur tersebut.

 وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ أَلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِينَ طَلَعُوْا بَعْدَ غَيْبَةِ شُمُوسِ النُّبُوَّةِ أَنْجُمًا فِي سَمَاءِ الْعُلَا لِلْإِرْشَادِ وَالْاهْتِدَاءِ، وَعَنِ التَّابِعِينَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْفَصْلِ وَالْقَضَاءِ. 


Semoga Allah Ta'ala meridhai para keluarga dan sahabatnya, yang setelah tidak adanya matahari kenabian muncul laksana bintang-bintang di langit untuk memberi bimbingan dan petunjuk, semoga Allah juga meridhai para tabi'in dan pengikut mereka dalam keima- nan sampai hari pemutusan dan penghukuman.


( وَبَعْدُ:) 
فَأَهَمُ مَا يَشْتَغِلُ بِهِ الْعَاقِلُ اللَّبِيْبُ فِي هَذَا الزَّمَانِ الصَّعْبِ أَنْ يَسْعَى فِيْمَا يَنْقُذُ بِهِ مَهْجَتُهُ مِنَ الْخُلُودِ فِي النَّارِ.


Wa ba'du; Hal terpenting yang harus dilakukan oleh orang berakal dan cerdas di zaman penuh kesulitan ini (masa hidup penulis, 832-895 H/1428-1490 M) adalah mengejar hal yang dapat menyelamatkannya dari keabadian di neraka.


 وَلَيْسَ ذَلِكَ إِلَّا بِإِتْقَانِ عَقَائِدِ التَّوْحِيدِ عَلَى الْوَجْهِ الَّذِي قَرَّرَهُ أَئِمَّةُ أَهْلِ السُّنَّةِ الْعَارِفُوْنَ الْأَخْيَارُ. 


Hal itu tidak bisa dilakukan kecuali dengan memperkokoh akidah tauhid berdasarkan ajaran yang telah ditetapkan para Imam Ahlussunnah yang ahli ilmu dan yang terpilih.


وَمَا أَنْدَرَ مَنْ يَتَّقِنُ ذَلِكَ فِي هَذَا الزَّمَانِ الصَّعْبِ الَّذِي فَاضَ فِيْهِ بَحْرُ الْجَهَالَةِ وَانْتَشَرَ فِيهِ الْبَاطِلُ أَيَّ انْتِشَارٍ.


Sungguh jarang sekali orang yang mempunyai keyakinan kokoh seperti itu di zaman yang penuh kesulitan ini, di mana samudra kebodohan semakin banyak dan kebatilan tersebar secara luas,

 وَرَمَى فِي كُلِّ نَاحِيَةٍ مِنَ الْأَرْضِ بِأَمْوَاجِ إِنْكَارِ الْحَقِّ وَبُغْضِ أَهْلِهِ وَتَزْبِيْنِ الْبَاطِلِ بِالزُّخْرُفِ الْغَارِ


dan kebodohan melempar manusia di setiap tempat di bumi dengan ombak-ombak pengingkaran kebenaran, keben- cian terhadap ahlinya, dan meng- hiasi kebatilan dengan ucapan batil yang menipu manusia.

 وَمَا أَسْعَدَ الْيَوْمَ مَنْ وُفِّقَ لِتَحْقِيقِ عَقَائِدِ إِيْمَانِهِ ثُمَّ عُرِّفَ بَعْدَ ذَلِكَ مَا يَضْطَرُّ إِلَيْهِ مِنْ فُرُوْعِ دِينِهِ فِي ظَاهِرِهِ وَبَاطِنِهِ حَتَّى ابْتَهَجَ سِرُّهُ بِنُوْرِ الْحَقِّ وَاسْتِنَارٍ.


Sungguh beruntung di zaman ini orang yang diberi taufik untuk mentahqiq akidah-akidah keimanannya, kemudian setelah itu diberi pengetahuan atas furu' agama yang harus diketahuinya secara lahir batin sehingga hatinya bahagia dengan cahaya kebenaran dan bercahaya sempurna.

 ثُمَّ اعْتَزَلَ الْخَلْقَ طَرًّا طَاوِيًا عَنْهُمْ شِرُّهُ إِلَى أَنْ يَنْتَقِلَ قَرِيبًا بِالْمَوْتِ عَنْ فَسَادِ هَذِهِ الدَّارِ. 


kemudian uzlah dari seluruh manusia dengan memutus kejelekannya sampai berpindah mendekati kematiannya dari kerusakan dunia ini.


فَهَنِيئًا لَهُ بِمَا يَرَى إِثْرَ الْمَوْتِ مِنْ نَعِيمٍ وَسُرُورٍ لَا يُكَيَّفُ وَلَا يَدْخُلُ تَحْتَ مِيزَانِ الْأَنْظَارِ.


Maka Allah membahagiakannya dengan kenikmatan dan kesenangan yang dilihatnya setelah kematian yang tidak terbatas dan terpikirkan.


 لَقَدْ صَبَرَ قَلِيلًا فَفَازَ كَثِيرًا، فَسُبْحَانَ مَنْ يَخُصُّ بِفَضْلِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيُقَرَّبُ مَنْ يَشَاءُ وَيُبْعِدُ مَنْ يَشَاءُ بِمَحْضِ الْإِخْتِيَارِ.


Sungguh ia telah sabar sebentar kemudian mendapat banyak keuntungan. Maha Suci Allah yang telah mengkhususkan anugerah-Nya bagi orang yang dikehendaki dari hamba- hambanya, dan mendekatkan serta menjauhkannya dengan muri pilihannya.

 وَقَدْ أَلْهَمَ مَوْلَانَا سُبْحَانَهُ بِفَضْلِهِ وَعَظِيمِ جُوْدِهِ فِي هَذَا الزَّمَانِ الْكَثِيرِ الشَّرِّ لَمَا لَا نَطِيقَ شُكْرُهُ مِنْ مَعْرِفَةِ عَقَائِدِ الْإِيْمَانِ.


Sungguh Allah Yang Maha Suci dengan anugerah dan keagu- ngan kedermawanannya di zaman yang banyak keburukan ini telah memberi ilham mengetahui akidah-akidah keimanan yang tidak mampu aku syukuri.

 وَأَنْزَلَهَا جَلَّ وَعَزَّ فِي صَمِيمِ الْقَلْبِ بِمَا تَحْتَاجُ إِلَيْهِ مِنْ قَوَاطِعِ الْبُرْهَانِ. 


Allah-Jalla wa 'Azza-telah menempatkan pengetahuan itu di relung hati dengan dalil qath'i yang aku butuhkan.

وَعَلَّمَ سُبْحَانَهُ بِمَحْضِ فَضْلِهِ وَإِحْسَانِهِ جُزْئِيَّاتٍ قَلَّ مَنْ يَعْرِفُهَا الْيَوْمَ وَمَنْ يُنَبِّهُ عَلَيْهَا بِالْخُصُوْصِ مِنَ الْأَئِمَّةِ الْأَعْيَانِ.


Dengan murni anugerah dan kebaikan-Nya Allah telah mengajarkan hal-hal parsial yang di zaman ini sedikit sekali Imam yang diakui kredibili- tasnya yang mengetahuinya dan sedikit sekali Imam yang mengajarkannya kepada orang lain secara khusus.

 وَأَرْشَدَ سُبْحَانَهُ بِمَحْضِ كَرَمِهِ لِتَحْقِيقِ أُمُورٍ قَدِ ابْتُلِيَ بِالْغَلَطِ فِيهَا - مَنْ لَا يَظُنُّ بِهِ ذَلِكَ مِمَّنْ عُرِفَ - بِكَثْرَةِ الْحِفْظِ وَالْإِتْقَانِ.


Allah Yang Maha Suci dengan murni kedermawanannya telah memberi petunjuk untuk mentahqiq hal-hal yang orang yang dikenal memiliki banyak ilmu dan kokoh pun diuji melakukan kesalahan di dalamnya

 اللَّهُمَّ كَمَا أَنْعَمْتَ فَزِدْنَا يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ مِنْ فَضْلِكَ وَتَمَّمَ لَنَا ذَلِكَ بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ وَالْخُلُوْلِ إِثْرَ الْمَوْتِ مَعَ الْأَحِبَّةِ فِي دَارِ الْأَمَانِ.


Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memberi nikmat, maka tambahkanlah bagi kami, Wahai Zat Pemilik Keagungan dan Kemulian, sebagian dari anugerah-Mu, dan sempurna- kanlah anugerah itu bagi aku dengan khusnul khatimah dan pasca kematian tinggal bersama orang-orang yang mencintaiku di surga tempat kesentosaan.

 وَلَا تَجْعَلْنَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ مِنَ الْمُسْتَدْرَجِينَ بِنِعْمَتِكَ يَا ذَا الْفَضْلِ وَالْامْتِنَانِ.


Jangan jadikan kami, wahai Zat Yang Paling Pengasih di antara para pengasih termasuk orang- orang yang tertipu dengan nikmat-Mu, wahai Zat Pemilik Anugerah dan Kenikmatan.


 فَبِكَرَمِ جَلَالِكَ وَعُلُوّ ذَاتِكَ ثُمَّ بِرَحْمَتِكَ لِلْهُدَاةِ إِلَيْنَا سَيِّدُنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ نَعُوذُ بِكَ مِنَ السَّلْبِ بَعْدَ الْعَطَاءِ وَمِنْ غَضَبِكَ الَّذِي لَا يُطَاقُ وَمِنْ أَنْ تَلْحَقَنَا بِأَهْلِ الْخَيْبَةِ وَالْحِرْمَانِ.


Dengan kemuliaan keagungan- Mu dan keluhuran Zat-Mu, kemudian dengan rahmat-Mu yang dihidayahkan kepada kami, yaitu Sayyiduna wa Maulana Muhammad, aku memohon perlindungan dengan-Mu dari pencabutan nikmat setelah diberikan, dari kemurkaaan-Mu yang tidak mampu ditanggung, dan dari bertemu dengan orang-orang yang merugi dan terhalangi dari nikmat.

وَمِنْ جُمْلَةِ نِعَمِ مَوْلَانَا الْعَظِيمَةِ وَمِنَحِهِ الْفَائِقَةِ الْكَرِيمَةِ أَنْ وَفَقَنَا سُبْحَانَهُ بِفَضْلِهِ فِي هَذَا الزَّمَانِ الْكَثِيرِ الْجَهْلِ لِوَضْعِ عَقِيدَةٍ صَغِيرَةِ الْجِرْمِ كَثِيرِ الْعِلْمِ مُحْتَوِيَةٍ عَلَى جَمِيعِ عَقَائِدِ التَّوْحِيدِ.


Di antara sejumlah nikmat Allah yang agung dan karunia-Nya yang luhur dan agung adalah Allah Yang Maha Suci telah memberi taufik padaku dengan anugerah-Nya di zaman yang banyak kebodohannya, untuk menulis kitab berjudul Akidah, yang mengandung banyak ilmu dan mencakup seluruh akidah- akidah tauhid,

 ثُمَّ تَأْبِيْدِهَا بِالْبَرَاهِينِ الْقَطْعِيَّةِ الْقَرِيبَةِ لِكُلِّ مَنْ لَهُ نَظَرُ سَدِيدٌ. 


kemudian menguatkannya dengan bukti-bukti yang bersifat qath'i dan mudah dipahami bagi orang yang mempunyai pemahaman benar,

ثُمَّ خَتَمْنَاهَا بِشَيْءٍ لَمْ نَرَهُ سَمِحَ بِهِ أَحَدٌ غَيْرُنَا مِنَ الْمُتَقَدِّمِينَ وَلَا مِنَ الْمُتَأَخَّرِينَ.


kemudian aku akhiri Kitab al- 'Aqidah itu dengan materi yang belum aku lihat ada seorang pun selainku dari ulama terda- hulu maupun ulama belakangan yang menyampaikannya,

 وَهُوَ أَنَا شَرَحْنَا كَلِمَتَي الشَّهَادَةِ الَّتِي لَا غِنِّى لِلْمُكَلِّفِ عَنْ مَعْرِفَتِهَا وَإِلَى عَذْبِ مَوَارِدِهَا يَشْتَدُّ عَطْشُ الْمُتَعَطَّشِينَ.


yaitu aku menjelaskan dua kalimat syahadat yang pasti harus diketahui oleh orang mukallaf dan menjelaskan makna-maknanya yang sangat dibutuhkan oleh orang-orang yang merindukannya.


 إِذْ بِهَا تُقْرَعُ أَبْوَابُ فَضْلِ اللَّهِ تَعَالَى وَالدُّخُولِ فِي زُمْرَةِ الْمُتَّقِينَ مَعَ النَّبِيِّينَ وَالصَّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ.


Sebab dengannya pintu-pintu anugerah Allah Ta'ala diketuk dan dengannya dapat masuk ke golongan orang-orang bertakwa bersama para shadiqin, syuhada' dan shalihin,

 وَبِإِتْقَانِ مَعْرِفَتِهَا يَسْلِمُ الْعَبْدُ مِنْ آفاتِ الْخُلُودِ فِي غَضَبِ اللَّهِ وَيَتَرَقَّى بِفَضْلِ اللَّهِ تَعَالَى إِلَى أَعْلَى عِلَّيَّيْنَ.


dan dengan mengokohkan pengetahuan tentangnya seo- rang hamba dapat selamat dari bahaya kelanggengan dalam kemurkaan Allah, dan dengan anugerah-Nya naik ke A'la al- 'Illiyyin di surga.

 فَذَكَرْنَا مَعْنَاهَا أَوَّلًا ثُمَّ بَيَّنَا وَجْهَ دُخُولِ جَمِيعِ عَقَائِدِ الْإِيْمَانِ فِيهَا بِحَيْثُ تَبْتَهِجُ عِنْدَ ذَلِكَ بِذِكْرِهَا قُلُوْبُ الْمُتَّقِينَ.


Pertama-tama aku sebutkan maknanya, kemudian aku jelaskan cara masuknya seluruh akidah-akidah keimanan ke dalamnya sekira hati orang- orang yang bertakwa merasa bahagia saat masuk ke golongan muttaqin dengan menyebutkannya.

 وَيَنْبَسِطُ عَلَى بَوَاطِنِهِمْ وَظَوَاهِرِهِمْ مَا انْطَوَى مِنْ مَحَاسِنِهَا فَأَصْبَحُوا يَتَبَخْتَرُوْنَ فِي حُلَلٍ مَعَارِفِهَا بَيْنَ رِيَاضِ الْجَنَّةِ مُتَرَدِّدِينَ. 


Terbentanglah kebaikan-kebai- kan makna kalimai syahadat yang terlipat, pada sisi batin dan lahir mereka, di mana mereka berjalan mondar- mandir dengan penuh keagu- ngan di tengah makna-makna- nya yang indah di antara taman surga.

فَدُوْنَكَ أَيُّهَا الْمُتَعَطَّشُ لِلدُّخُولِ فِي زُمْرَةِ أَوْلِيَاءِ اللَّهِ تَعَالَى عَقِيدَةً لَا يَعْدِلُ عَنْهَا بَعْدَ الْإِطْلَاعِ عَلَيْهَا وَالْإِحْتِيَاجِ إِلَى مَا فِيهَا إِلَّا مَنْ هُوَ مِنَ الْمَحْرُوْمِينَ.


Maka wahai para perindu masuk ke golongan auliyaillah Ta'ala, ambillah kitab berjudul Akidah tersebut yang tidak akan berpindah darinya setelah menelaahnya dan membutuh- kan materinya kecuali orang- orang yang terhalang.

إِذْ لَا نَظِيْرَ لَهَا فِيْمَا عَلِمَتُ وَهِيَ بِفَضْلِ اللَّهِ تَعَالَى تَزْهُمْ بِمَحَاسِنِهَا عَلَى كِبَارِ الدَّوَاوِينَ. 


Sebab kitab itu tiada bandi- ngannya sejauh yang aku tahu. Dengan anugerah Allah Ta'ala, kitab itu melebihi kitab-kitab lain yang besar.

فَثِقْ أَيُّهَا الْحَافِظُ لَهَا إِنْ فَهِمْتَهَا بِغَايَةِ الْأَمْنِيَةِ.


Maka mantaplah wahai orang yang menjaganya, bila Anda memahaminya, akan mempero- leh harapan memahami akidah secara benar.

 وَاشْكُرِ اللَّهَ تَعَالَى إِذْ مَنَّ عَلَيْكَ بِنِعْمَةٍ عَظِيمَةٍ طُرِدَ عَنْهَا كَثِيرٌ مِنَ الْخَلْقِ فَبَاءُوْا فِي أُصُولِ عَقَائِدِهِمْ بِأَعْظَمِ رِزْيَةٍ.


Bersyukurlah kepada Allah Ta'ala, sebab menanugerahimu la telah dengan nikmat agung yang banyak orang terpalingkan darinya, sehingga mereka mendapat musibah sangat besar dalam pokok-pokok akidah mereka.

 وَأَخْلِصْ لِي مِنْ دُعَائِكَ إِذْ أَخْرَجَهَا مِنْ جَوْفِي وَحَرَّكَ بِهَا بِدَمِيْ وَلِسَانِي مَوْلَايَ الْمُنْفَرِدُ بِإِيْجَادِ الْكَائِنَاتِ كُلَّهَا وَالْعَالِمُ بِكُلِّ طَوِيَّةٍ.


Ikhlaskanlah untukku dari sebagian doamu, sebab Tuanku Allah Yang Maha Mandiri dalam menciptakan semua makhluk dan Yang Maha Mengetahui semua kesamaran hati, telah mengeluarkannya dari hatiku, dan menggerakkannya dengan darah dan lisanku.

 وَهَا أَنَا أَمَدُّكَ ثَانِيَا بِعَوْنِ اللَّهِ تَعَالَى بِشَرْح لَهَا مُخْتَصَرٍ يُكْمِلُ لَكَ مِنْهَا الْمَقْصُودَ.


Ingatlah untuk kedua kalinya, dengan pertolongan Allah Ta'ala aku menyuguhkan kepadamu penjelasan ringkas terhadap Kitab al-'Aqidah tersebut yang menyempurna- kan maksud kitab bagi Anda,

وَيَكْشِفُ لَكَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى الْغِطَاءَ عَمَّا أَنْبَهَمَ مِنَ الْمَعْنَى الْمَسْدُودِ. 


yang insyaallah Ta'ala akan membukakan penutup dari makna-maknanya yang lurus yang masih samar bagi Anda,


فَتَظْفَرُ إِنْ شَاءَ اللهُ بِكِيْمِيَاءِ السَّعَادَةِ وَإِكْسِيْرِ النَّجَاةِ.


maka insyaallah Anda akan memperoleh keuntungan mati dalam Islam yang sangat diharapkan dan keselamatan yang diidam-idamkan."

 وَهَذَا أَوَانُ الشُّرُوعِ فِي هَذَا الشَّرْحِ الْمُبَارَكِ بِفَضْلِ اللَّهِ تَعَالَى الْكَرِيمِ الْوَهَّابِ، نَسْأَلُهُ سُبْحَانَهُ أَنْ يُعِيْنَنِي عَلَيْهِ وَيُوَفِّقَنِي فِيْهِ لَعِيْنَ الصَّوَابِ. 


Inilah saatnya memulai penjelasan yang penuh berkah ini dengan anugerah Allah Ta'ala Yang Maha Pemurah dan Maha Pemberi. Aku memohon kepada-Nya agar menolongku untuk menghasilkannya dan memberi taufiq kepadaku agar mendapat hakikat kebenaraan di dalamnya,

بِجَاهِ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ انْتَمَى إِلَيْهِ وَحَازَ بِمُشَاهَدَتِهِ أَعْظَمَ شَرَفٍ مِنْ سَادَاتِنَا الْأَصْحَابِ.


dengan wasilah derajat Sayyidina wa Maulana Muhammad-semoga shalawat dan salam selalu terlimpahkan kepadanya, keluarganya, dan junjungan kita para sahabatnya yang karena menjumpainya memperoleh kemuliaan yang sangat besar-.
________________________________________
(ص) 
(الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللَّهِ) 


Segala puji bagi Allah. Shalawat dan 
Salam semoga terlimpah bagi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam 
________________________________________
[ش] 
الْحَمْدُ هُوَ الثَّنَاءُ بِالْكَلَامِ عَلَى الْمَحْمُوْدِ بِجَمِيلِ صِفَاتِهِ سَوَاءٌ كَانَتْ مِنْ بَابِ الْإِحْسَانِ أَوْ مِنْ بَابِ الْكَمَالِ الْمُخْتَصّ بِالْمَحْمُودِ كَعِلْمِهِ وَشَجَاعَتِهِ مَثَلًا.


Al-Hamd adalah memuji dengan kalam (ucapan) kepada yang dipuji dengan keindahan sifatnya, baik dari sisi berbuat baik atau dari sisi kesempurnaan yang khusus dimiliki yang dipuji, seperti ilmu dan keberaniannya, misalnya.


 وَإِنَّمَا قُلْنَا الثَّنَاءُ بِالْكَلَامِ عِوَضًا عَنْ قَوْلِهِمْ الثَّنَاءُ بِالنِّسَانِ لِيَشْمُلَ الْحَدُّ الْحَمْدَ الْقَدِيمَ وَالْحَادِثَ. 


Aku katakan: "Memuji dengan kalam" sebagai ganti dari ucapan ulama: "Memuji dengan lisan", agar batasan itu mencakup pujian yang bersifat qadim maupun hadits."

وَالشُّكْرُ هُوَ الثَّنَاءُ بِاللَّسَانِ أَوْ بِغَيْرِهِ مِنَ الْقَلْبِ وَسَائِرِ الْأَرْكَانِ عَلَى الْمُنْعِمِ بِسَبَبِ مَا أَسْدَى إِلَى الشَّاكِرِ مِنَ النَّعَمِ.


Adapun asy-syukr (syukur) adalah memuji dengan lisan dan selainnya, dari hati dan seluruh anggota tubuh kepada yang memberi nikmat sebab nikmat- nikmat yang telah diberikannya kepada orang yang bersyukur.


 فَبَيْنَهُ وَبَيْنَ الْحَمْدِ عُمُوْمُ وَخُصُوصُ مِنْ وَجْهِ، يَعْنِي أَنَّ الْحَمْدَ أَعَمُّ مِنَ الشُّكْرِ بِحَسَبِ الْمُتَعَلَّقِ، لِأَنَّهُ يَتَعَلَّقُ بِالْكَمَالِ سَوَاءٌ كَانَ إِحْسَانًا أَوْ غَيْرَهُ، وَالشُّكْرُ لَا يَتَعَلَّقُ إِلَّا بِالْإِحْسَانِ.


Antara asy-syukr dan al-hamd terdapat keumuman dan kekhususan dari suatu sisi. Yakni al-hamd lebih umum daripada asy- syukr dengan mempertimbangkan muta'alliq (yang berkaitan dengan) nya, sebab al-hamd berkaitan dengan kesempurnaan, baik berupa berbuat baik atau selainnya, sedangkan asy-syukr tidak berkaitan kecuali dengan berbuat baik.


 وَالشُّكْرُ أَعَمُّ مِنَ الْحَمْدِ بِحَسَبِ الْمَحَلَّ لِأَنَّهُ يَكُوْنُ بِاللِّسَانِ وَبِالْقَلْبِ وَبِسَائِرِ الْجَوَارِحِ،
: قَالَ الشَّاعِرُ


Di lain sisi, asy-syukr lebih umum daripada al-hamd mempertimbangkan dengan tempatnya. Sebab asy-syukr bisa dengan lisan, hati dan seluruh anggota tubuh. Penyair berkata:
 

أَفَادَتْكُمُ النَّعْمَاءُ مِنِّي ثَلَاثَةً يَدِي وَلِسَانِي

 وَالضَّمِيرُ الْمُحَجَّبَا


"Kenikmatan yang kalian berikan kepadaku menguntungkanmu pada tiga hal, yaitu syukur dengan tanganku, lisanku, dan hatiku yang tersimpan."


 وَالْحَمْدُ لَا يَكُوْنُ إِلَّا بِاللَّسَانِ.


Sementara al-hamd hanya terjadi dengan lisan.

 وَالصَّلَاةُ مِنَ اللَّهِ عَلَى رَسُوْلِهِ صلى الله عليه وسلم زِيَادَةَ تَكْرِمَةٍ وَإِنْعَامٍ، وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ زِيَادَةَ تَأْمِيْنِ لَهُ وَطَيِّبٍ تَحِيَّةٍ وَإِعْظَامٍ.


Shalawat dari Allah semoga terlimpah bagi Rasulullah sebagai tambahan kemuliaan dan pemberian nikmat, dan salam Allah semoga terlimpah bagi beliau sebagai tambahan keselamatan, penghormatan yang baik, dan pengagungan baginya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjemah kitab matan taqrib pembahasan tentang hukum-hukum shalat

كِتَابُ الصَّلَاةِ  Pembahasan shalat  Shalat-shalat yang diwajibkan  الصَّلَاةُ الْمَفْرُوْضَةُ خَمْسٌ: Shalat yang diwajibkan itu ada 5.yaitu:  (۱) الظَّهْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا زَوَالُ الشَّمْسِ، وَآخِرُهُ إِذَا صَارَ ظِلُّ كُلِّ شَيْءٍ مِثْلَهُ بَعْدَ ظِلَّ الزَّوَال.  1. Zhuhur,  waktu salat zhuhur mulai setelah lewat rembang matahari (setelah matahari tergelincir ke arah barat). Dan akhir waktunya adalah ketika bayang- bayang sebuah benda telah sama panjangnya dengan benda itu, sesudah matahari lewat rembang. (۲) وَالْعَصْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا الزَّيَادَةُ عَلَى ظِلَّ الْمِثْلِ، وَآخِرُهُ في الاخْتِيَارِ إِلَى ظِلَّ الْمِثْلَيْنِ وَفِي الْجَوَازِ إِلَى غُرُوبِ الشَّمْسِ  2. Ashar,  waktu salat ashar dimulai setelah bayang-bayang sebuah benda yang sama dengan benda aslinya tadi bertambah panjang. Dan akhir waktunya menurut waktu Ikhtiar (waktu yang menjadi pilihan untuk menger- jakan salat sebelum masuk pada bagian waktu berikutnya) adalah...

Terjemah kitab mutammimah tentang bab kalam

               بَابُ الكلام          Bab Kalam     الكلامُ هُوَ  اللفظ المُرَكَّبُ الْمُفِيدُ بالوضع kalam adalah satu lafazd yang murakkab yang memberi faedah dengan waza'(sengaja)/bahasa arab Keterangan : • Lafadz adalah suara yang mengandung sebagian huruf Hijaiyah (huruf huruf Arab yang diawali dari alif sampai ya'). Contoh: زَيْدُ dan قَائِمُ  • Murokkab adalah lafadz yang tersusun dari dua kalimat atau lebih dengan susunan isnadi (penisbatan atau penyandaran hukum yang menjadikan kesempurnaan faidah). Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( أنا قائم )Saya orang yang berdiri • Mufid adalah ungkapan berfaidah yang dapat memberikan pemahaman sehingga tidak membutuhkan pertanyaan dari orang yang mendengarkan. Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( • Wad'i menurut sebagian ulama' nahwu adalah berbahasa Arab, dan menurut ulama' yang lain wad'i adalah disengaja oleh orang yang men...

Terjemah kitab matammimah tentang isem alam

    _________________________________________ Note:⚠️ Bila antum menemukan kesalahan dalam penulisan maka sangat diharapkan untuk mengomentari nya, Syukran kasiran ____________________________________________   فَصْلٌ فِي بَيَانِ الإِسْمِ الْعَلَمِ Fasal Tentang Isim Alam الْعَلَمُ نَوْعَانِ: شَخْصِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِشَيْءٍ بِعَيْنِهِ لَا يَتَنَاوَلُ غَيْرُهُ كَزَيْدٍ وَفَاطِمَةَ وَمَكَّةَ وَشَدْقَمٍ وَقَرَنٍ. Isim alam ada dua. Yaitu: 1. Alam syakhs, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk sesuatu yang sudah nyata (individu) dan tidak mencakup yang lainnya.  Contoh: زَيْدٍ - فَاطِمَةَ - مَكَّةَ - شَدْقَم - قَرَنٍ  وَجِنْسِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِجِنْسِ مِنَ الْأَجْنَاسِ كَأَسَامَةَ لِلْأَشَدِ وَثُعَالَةَ لِلتَّعْلَبِ وَذُؤَالَةَ لِلذِّئْبِ وَأُمُّ عِرْيَطٍ لِلْعَقْرَبِ. 2. Alam jinis, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk beberapa jinis.  Contoh: أسامة untuk nama harimau, تُعَالَةَ untuk nama musang, ذُؤَالَةَ untuk srigala, dan أُمُّ عِرْبَط...