SIFAT JAIZ BAGI ALLAH
(ص)
(وَأَمَّا الْجَائِزُ فِي حَقَّهِ تَعَالَى فَفِعْلُ كُلِّ مُمْكِنٍ أَوْ تَرْكُهُ)
Adapun sifat ja iz bagi Allah Ta' ala adalah melakukan segala hal mumkin atau meninggalkannya.
• Syarh
[ش]
لَمَّا فَرَغَ مِنْ ذِكْرِ مَا يَجِبُ فِي حَقَّهِ تَعَالَى وَمَا يَسْتَحِيلُ ذَكَرَ هُنَا الْقِسْمَ الثَّالِثَ، وَهُوَ مَا يَجُوْزُ فِي حَقَّهِ تَعَالَى.
Setelah Kitab Asal selesai menyebutkan sifat wajib dan mustahil bagi Allah Ta'ala, di sini Kitab Asal menyebutkan bagian ketiga, yaitu sifat ja iz bagi Allah Ta'ala.
فَذَكَرَ أَنَّ الْجَائِزَ فِي حَقَّهِ تَعَالَى هُوَ فِعْلُ كُلِّ مُمْكِنٍ أَوْ تَرْكُهُ، فَيَدْخُلُ فِي ذَلِكَ الثَّوَابُ وَالْعِقَابُ، وَبَعْثُ الْأَنْبِيَاءِ عَلَيْهِمُ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ.
Lalu Kitab Asal menyebutkan bahwa sifat ja iz bagi Allah Ta'ala adalah melakukan segala hal mumkin atau meninggalkannya. Bila demikian maka pahala, siksa, mengutus para nabi-'alaihimush shalatu was salam-termasuk di dalamnya.
وَالصَّلَاحُ وَالْأَصْلَحُ لِلْخَلْقِ لَا يجِبُ مِنْ ذَلِكَ شَيْءٌ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى وَلَا يَسْتَحِيلُ، إِذْ لَوْ وَجَبَ عَلَيْهِ فِعْلُ الصَّلَاحِ وَالْأَصْلَحِ لِلْخَلْقِ كَمَا يَقُوْلُهُ الْمُعْتَزِلَةُ لَمَا وَقَعَتْ مِحْنَةُ دُنْيَا وَلَا أُخْرَى، وَلَمَا وَقَعَ تَكْلِيفُ بِأَمْرٍ وَلَا نَهْي، وَذَلِكَ بَاطِلُ بِالْمُشَاهَدَةِ. وَمَا يَقْدُرُ مِنَ الْمَصَالِحِ مَعَ تِلْكَ الْمِحَنِ وَالتَّكَالِيْفِ فَاللَّهُ تَعَالَى قَادِرُ عَلَى إِبْصَالِ تِلْكَ الْمَصَالِحِ بِدُوْنِ مَشَقَّةٍ أَوْ مِحْنَةِ تَكْلِيفٍ. وَأَيْضًا فَلَيْسَتْ تِلْكَ الْمَصَالِحُ عَامَّةً فِي جَمِيعِ الْمُمْتَحِنِينَ وَالْمُكَلِّفِينَ لِلْقَطْعِ بِأَنَّ الْمِحْنَةَ وَالتَّكْلِيفَ فِي حَقٌّ مَنْ حُتِمَ عَلَيْهِ بِالْكُفْرِ، وَالْعِيَاذُ بِاللَّهِ تَعَالَى، نِقْمَةٌ عَظِيمَةٌ وَتَعْرِيضُ لِلْهَلَاكِ الْأَبَدِي.
Melakukan kebaikan dan yang paling baik (ash-shalah wa al- ashlah) sekecil apapun bagi makhluk, tidak wajib bagi Allah Ta'ala. Sebab andaikan wajib bagi- Nya melakukan ash-shalah wa al- ashlah seperti pendapat Mu'tazilah, niscaya tidak akan terjadi siksaan di dunia dan akhirat,tidak akan ada taklif dengan perintah dan larangan Allah, dan hal itu gugur dengan keyataan yang ada; dan Allah tidak akan menakdirkan kemaslahatan besertaan dengan siksaan dan taklif, sebab Allah Ta'ala Maha Kuasa memberi kemaslahatan tanpa disertai kesulitan dan ujian taklif, dan juga kemaslahatan itu tidak menyeluruh bagi semua orang yang diberi ujian dan taklif, sebab ujian dan taklif bagi orang yang dipastikan kufur-semoga Allah Ta'ala melindungi kita darinya- adalah petaka yang sangat dahsyat dan jalan menuju kebinasaan abadi diakhirat.
نَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى الْعَافِيَةَ فِي دِينِنَا وَدُنْيَانَا وَحُسْنِ الْخَاتِمَةِ بِلَا مِحْنَةٍ وَلَا مَشَقَّةٍ.
Kami memohon kepada Allah Ta'ala atas keselamatan bagi agama dan dunia kami, husnul khatimah tanpa ujian dan kesulitan.
Komentar
Posting Komentar