Langsung ke konten utama

Terjemah kitab tauhid Ummul barahin imam As-Sanusi tentang sifat jaiz bagi Allah





SIFAT JAIZ BAGI ALLAH 


(ص) 
(وَأَمَّا الْجَائِزُ فِي حَقَّهِ تَعَالَى فَفِعْلُ كُلِّ مُمْكِنٍ أَوْ تَرْكُهُ)

 Adapun sifat ja iz bagi Allah Ta' ala adalah melakukan segala hal mumkin atau meninggalkannya.


• Syarh 
[ش]
 لَمَّا فَرَغَ مِنْ ذِكْرِ مَا يَجِبُ فِي حَقَّهِ تَعَالَى وَمَا يَسْتَحِيلُ ذَكَرَ هُنَا الْقِسْمَ الثَّالِثَ، وَهُوَ مَا يَجُوْزُ فِي حَقَّهِ تَعَالَى. 


Setelah Kitab Asal selesai menyebutkan sifat wajib dan mustahil bagi Allah Ta'ala, di sini Kitab Asal menyebutkan bagian ketiga, yaitu sifat ja iz bagi Allah Ta'ala.


فَذَكَرَ أَنَّ الْجَائِزَ فِي حَقَّهِ تَعَالَى هُوَ فِعْلُ كُلِّ مُمْكِنٍ أَوْ تَرْكُهُ، فَيَدْخُلُ فِي ذَلِكَ الثَّوَابُ وَالْعِقَابُ، وَبَعْثُ الْأَنْبِيَاءِ عَلَيْهِمُ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ.


Lalu Kitab Asal menyebutkan bahwa sifat ja iz bagi Allah Ta'ala adalah melakukan segala hal mumkin atau meninggalkannya. Bila demikian maka pahala, siksa, mengutus para nabi-'alaihimush shalatu was salam-termasuk di dalamnya.


 وَالصَّلَاحُ وَالْأَصْلَحُ لِلْخَلْقِ لَا يجِبُ مِنْ ذَلِكَ شَيْءٌ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى وَلَا يَسْتَحِيلُ، إِذْ لَوْ وَجَبَ عَلَيْهِ فِعْلُ الصَّلَاحِ وَالْأَصْلَحِ لِلْخَلْقِ كَمَا يَقُوْلُهُ الْمُعْتَزِلَةُ لَمَا وَقَعَتْ مِحْنَةُ دُنْيَا وَلَا أُخْرَى، وَلَمَا وَقَعَ تَكْلِيفُ بِأَمْرٍ وَلَا نَهْي، وَذَلِكَ بَاطِلُ بِالْمُشَاهَدَةِ. وَمَا يَقْدُرُ مِنَ الْمَصَالِحِ مَعَ تِلْكَ الْمِحَنِ وَالتَّكَالِيْفِ فَاللَّهُ تَعَالَى قَادِرُ عَلَى إِبْصَالِ تِلْكَ الْمَصَالِحِ بِدُوْنِ مَشَقَّةٍ أَوْ مِحْنَةِ تَكْلِيفٍ. وَأَيْضًا فَلَيْسَتْ تِلْكَ الْمَصَالِحُ عَامَّةً فِي جَمِيعِ الْمُمْتَحِنِينَ وَالْمُكَلِّفِينَ لِلْقَطْعِ بِأَنَّ الْمِحْنَةَ وَالتَّكْلِيفَ فِي حَقٌّ مَنْ حُتِمَ عَلَيْهِ بِالْكُفْرِ، وَالْعِيَاذُ بِاللَّهِ تَعَالَى، نِقْمَةٌ عَظِيمَةٌ وَتَعْرِيضُ لِلْهَلَاكِ الْأَبَدِي.


Melakukan kebaikan dan yang paling baik (ash-shalah wa al- ashlah) sekecil apapun bagi makhluk, tidak wajib bagi Allah Ta'ala. Sebab andaikan wajib bagi- Nya melakukan ash-shalah wa al- ashlah seperti pendapat Mu'tazilah, niscaya tidak akan terjadi siksaan di dunia dan akhirat,tidak akan ada taklif dengan perintah dan larangan Allah, dan hal itu gugur dengan keyataan yang ada; dan Allah tidak akan menakdirkan kemaslahatan besertaan dengan siksaan dan taklif, sebab Allah Ta'ala Maha Kuasa memberi kemaslahatan tanpa disertai kesulitan dan ujian taklif, dan juga kemaslahatan itu tidak menyeluruh bagi semua orang yang diberi ujian dan taklif, sebab ujian dan taklif bagi orang yang dipastikan kufur-semoga Allah Ta'ala melindungi kita darinya- adalah petaka yang sangat dahsyat dan jalan menuju kebinasaan abadi diakhirat.


نَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى الْعَافِيَةَ فِي دِينِنَا وَدُنْيَانَا وَحُسْنِ الْخَاتِمَةِ بِلَا مِحْنَةٍ وَلَا مَشَقَّةٍ.


Kami memohon kepada Allah Ta'ala atas keselamatan bagi agama dan dunia kami, husnul khatimah tanpa ujian dan kesulitan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjemah kitab matan taqrib pembahasan tentang hukum-hukum shalat

كِتَابُ الصَّلَاةِ  Pembahasan shalat  Shalat-shalat yang diwajibkan  الصَّلَاةُ الْمَفْرُوْضَةُ خَمْسٌ: Shalat yang diwajibkan itu ada 5.yaitu:  (۱) الظَّهْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا زَوَالُ الشَّمْسِ، وَآخِرُهُ إِذَا صَارَ ظِلُّ كُلِّ شَيْءٍ مِثْلَهُ بَعْدَ ظِلَّ الزَّوَال.  1. Zhuhur,  waktu salat zhuhur mulai setelah lewat rembang matahari (setelah matahari tergelincir ke arah barat). Dan akhir waktunya adalah ketika bayang- bayang sebuah benda telah sama panjangnya dengan benda itu, sesudah matahari lewat rembang. (۲) وَالْعَصْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا الزَّيَادَةُ عَلَى ظِلَّ الْمِثْلِ، وَآخِرُهُ في الاخْتِيَارِ إِلَى ظِلَّ الْمِثْلَيْنِ وَفِي الْجَوَازِ إِلَى غُرُوبِ الشَّمْسِ  2. Ashar,  waktu salat ashar dimulai setelah bayang-bayang sebuah benda yang sama dengan benda aslinya tadi bertambah panjang. Dan akhir waktunya menurut waktu Ikhtiar (waktu yang menjadi pilihan untuk menger- jakan salat sebelum masuk pada bagian waktu berikutnya) adalah...

Terjemah kitab mutammimah tentang bab kalam

               بَابُ الكلام          Bab Kalam     الكلامُ هُوَ  اللفظ المُرَكَّبُ الْمُفِيدُ بالوضع kalam adalah satu lafazd yang murakkab yang memberi faedah dengan waza'(sengaja)/bahasa arab Keterangan : • Lafadz adalah suara yang mengandung sebagian huruf Hijaiyah (huruf huruf Arab yang diawali dari alif sampai ya'). Contoh: زَيْدُ dan قَائِمُ  • Murokkab adalah lafadz yang tersusun dari dua kalimat atau lebih dengan susunan isnadi (penisbatan atau penyandaran hukum yang menjadikan kesempurnaan faidah). Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( أنا قائم )Saya orang yang berdiri • Mufid adalah ungkapan berfaidah yang dapat memberikan pemahaman sehingga tidak membutuhkan pertanyaan dari orang yang mendengarkan. Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( • Wad'i menurut sebagian ulama' nahwu adalah berbahasa Arab, dan menurut ulama' yang lain wad'i adalah disengaja oleh orang yang men...

Terjemah kitab matammimah tentang isem alam

    _________________________________________ Note:⚠️ Bila antum menemukan kesalahan dalam penulisan maka sangat diharapkan untuk mengomentari nya, Syukran kasiran ____________________________________________   فَصْلٌ فِي بَيَانِ الإِسْمِ الْعَلَمِ Fasal Tentang Isim Alam الْعَلَمُ نَوْعَانِ: شَخْصِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِشَيْءٍ بِعَيْنِهِ لَا يَتَنَاوَلُ غَيْرُهُ كَزَيْدٍ وَفَاطِمَةَ وَمَكَّةَ وَشَدْقَمٍ وَقَرَنٍ. Isim alam ada dua. Yaitu: 1. Alam syakhs, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk sesuatu yang sudah nyata (individu) dan tidak mencakup yang lainnya.  Contoh: زَيْدٍ - فَاطِمَةَ - مَكَّةَ - شَدْقَم - قَرَنٍ  وَجِنْسِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِجِنْسِ مِنَ الْأَجْنَاسِ كَأَسَامَةَ لِلْأَشَدِ وَثُعَالَةَ لِلتَّعْلَبِ وَذُؤَالَةَ لِلذِّئْبِ وَأُمُّ عِرْيَطٍ لِلْعَقْرَبِ. 2. Alam jinis, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk beberapa jinis.  Contoh: أسامة untuk nama harimau, تُعَالَةَ untuk nama musang, ذُؤَالَةَ untuk srigala, dan أُمُّ عِرْبَط...