Langsung ke konten utama

Ilmu tauhid Terjemah kitab Ummul barahin imam As-Sanusi tentang dalil-dalil sifat baqa






• Burhan(dalil-dalil) Sifat Baqa


 [ص] 

(وَأَمَّا بُرْهَانُ وُجُوبِ الْبَقَاءِ لَهُ تَعَالَى، فَلَأَنَّهُ لَوْ أَمْكَنَ أَنْ يَلْحَقَهُ الْعَدَمُ لانْتَفَى عَنْهُ الْقِدَمُ، لِكَوْنِ وُجُودِهِ حِينَئِذٍ جَائِزًا لَا وَاحِبًا، وَالْجَائِزُ لَا يَكُونُ وُجُودُهُ إِلَّا حَادِثاً، كَيْفَ وَقَدْ سَبَقَ قَرِيبًا وُجُوبُ قِدَمِهِ تَعَالَى)


 Burhan wajibnya sifat baqa bagi Allah Ta' ala adalah, andaikan bila Allah dapat tiada, niscaya ia tidak bersifat qidam, sebab bila demikian maka hukum wujudnya Allah adalah ja iz, tidak wajib, di mana tidak ada wujudnya hal ja iz kecuali bersifat hadits. Bagaimana hal itu benar, sementara wajibnya sifat qidam Allah Ta' ala baru saja ditetapkan.


• Syarh


 ش] لَا شَكٍّ أَنَّ وُجُوبَ الْقِدَمِ مُسْتَلْزِمُ لِوُجُوبِ الْبَقَاءِ لَهُ، فَلَمَّا قَامَ الْبُرْهَانُ الْقَاطِعُ عَلَى وُجُوْبِ قِدَمِهِ وَجَبَ بَقَاؤُهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِذْ لَوْ جَازَ أَنْ يُلْحِقَهُ الْعَدَمُ، تَعَالَى عَنْ ذَلِكَ عُلُوًّا كَبِيرًا، لَكَانَ وُجُودُهُ جَائِزًا لَا وَاجِبًا لِصِدْقِ حَقِيقَةِ الْجَائِزِ حِينَئِذٍ عَلَى ذَاتِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى، لِأَنَّ الْجَائِزَ مَا يَصِحُ وُجُودُهُ وَعَدَمُهُ.

Tidak diragukan lagi bahwa wajibnya sifat qidam menetapkan sifat baqa bagi Allah. Maka ketika telah ada burhan yang memastikan wajibnya sifat qidam bagi Allah, maka hal itu pasti menetapkan sifat baqa-Nya-Tabaraka wa Ta'ala. Sebab andaikan Allah boleh menjadi tiada-Maha Luhur Allah darinya dengan seluhur-luhurnya-, maka hukum wujud-Nya adalah jaïz, tidak wajib, sebab bila begitu cocoklah hakikat ja iz bagi Zat Allah I. Sebab ja iz adalah suatu hal yang sah wujud dan tidaknya.

وَهَذَا التَّقْدِيرُ الْفَاسِدُ يَسْتَلْزِمُ صِحَّةَ الْوُجُوْدِ وَالْعَدَمِ لِلذَّاتِ الْعَلِيَّةِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، فَيَكُوْنُ جَائِزَ الْوُجُودِ، وَذَلِكَ يَسْتَلْزِمُ حُدُوثَهُ، تَعَالَى عَنْ ذَلِكَ سُبْحَانَهُ، لِمَا عَرَفْتَ مِنِ اسْتِحَالَةِ تَرْجِيْحِ الْوُجُودِ الْجَائِزِ عَلَى الْعَدَمِ مُقَابِلَهُ الْمُسَاوِي لَهُ فِي الْقَبُوْلِ مِنْ غَيْرِ فَاعِلٍ مُرَجَحٍ.

Pengandaian yang salah ini menetapkan keabsahan wujud dan 'adam bagi Zat Allah Yang Maha Luhur- Tabaraka wa Ta'ala, sehingga wujud Allah jaiz. Hal ini memastikan kehudutsan-Nya-Maha Luhur dan Maha Suci Allah darinya karena alasan yang telah Anda ketahui, yaitu kemustahilan unggulnya wujudnya suatu hal yang ja iz atas ketiadaan yang menyamainya dalam hal bisa diterima, tanpa faktor atau zat yang mengunggulkannya.


 كَيْفَ وَقَدْ سَبَقَ قَرِيبًا بِالْبُرْهَانِ الْقَاطِعِ وُجُوبُ قِدَمِهِ جَلَّ وَعَلَا. فَإِذَنْ يَجِبُ بَقَاؤُهُ كَمَا وَجَبَ قِدَمُه.


Bagaimana pemahaman seperti itu bisa dibenarkan, padahal baru saja terbuktikan dengan burhan yang memastikan wajibnya sifat qidam Allah-Jalla wa 'Ala. Bila demikian wajiblah sifat baqa Allah sebagaimana wajibnya sifat qidam- Nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjemah kitab matan taqrib pembahasan tentang hukum-hukum shalat

كِتَابُ الصَّلَاةِ  Pembahasan shalat  Shalat-shalat yang diwajibkan  الصَّلَاةُ الْمَفْرُوْضَةُ خَمْسٌ: Shalat yang diwajibkan itu ada 5.yaitu:  (۱) الظَّهْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا زَوَالُ الشَّمْسِ، وَآخِرُهُ إِذَا صَارَ ظِلُّ كُلِّ شَيْءٍ مِثْلَهُ بَعْدَ ظِلَّ الزَّوَال.  1. Zhuhur,  waktu salat zhuhur mulai setelah lewat rembang matahari (setelah matahari tergelincir ke arah barat). Dan akhir waktunya adalah ketika bayang- bayang sebuah benda telah sama panjangnya dengan benda itu, sesudah matahari lewat rembang. (۲) وَالْعَصْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا الزَّيَادَةُ عَلَى ظِلَّ الْمِثْلِ، وَآخِرُهُ في الاخْتِيَارِ إِلَى ظِلَّ الْمِثْلَيْنِ وَفِي الْجَوَازِ إِلَى غُرُوبِ الشَّمْسِ  2. Ashar,  waktu salat ashar dimulai setelah bayang-bayang sebuah benda yang sama dengan benda aslinya tadi bertambah panjang. Dan akhir waktunya menurut waktu Ikhtiar (waktu yang menjadi pilihan untuk menger- jakan salat sebelum masuk pada bagian waktu berikutnya) adalah...

Terjemah kitab mutammimah tentang bab kalam

               بَابُ الكلام          Bab Kalam     الكلامُ هُوَ  اللفظ المُرَكَّبُ الْمُفِيدُ بالوضع kalam adalah satu lafazd yang murakkab yang memberi faedah dengan waza'(sengaja)/bahasa arab Keterangan : • Lafadz adalah suara yang mengandung sebagian huruf Hijaiyah (huruf huruf Arab yang diawali dari alif sampai ya'). Contoh: زَيْدُ dan قَائِمُ  • Murokkab adalah lafadz yang tersusun dari dua kalimat atau lebih dengan susunan isnadi (penisbatan atau penyandaran hukum yang menjadikan kesempurnaan faidah). Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( أنا قائم )Saya orang yang berdiri • Mufid adalah ungkapan berfaidah yang dapat memberikan pemahaman sehingga tidak membutuhkan pertanyaan dari orang yang mendengarkan. Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( • Wad'i menurut sebagian ulama' nahwu adalah berbahasa Arab, dan menurut ulama' yang lain wad'i adalah disengaja oleh orang yang men...

Terjemah kitab matammimah tentang isem alam

    _________________________________________ Note:⚠️ Bila antum menemukan kesalahan dalam penulisan maka sangat diharapkan untuk mengomentari nya, Syukran kasiran ____________________________________________   فَصْلٌ فِي بَيَانِ الإِسْمِ الْعَلَمِ Fasal Tentang Isim Alam الْعَلَمُ نَوْعَانِ: شَخْصِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِشَيْءٍ بِعَيْنِهِ لَا يَتَنَاوَلُ غَيْرُهُ كَزَيْدٍ وَفَاطِمَةَ وَمَكَّةَ وَشَدْقَمٍ وَقَرَنٍ. Isim alam ada dua. Yaitu: 1. Alam syakhs, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk sesuatu yang sudah nyata (individu) dan tidak mencakup yang lainnya.  Contoh: زَيْدٍ - فَاطِمَةَ - مَكَّةَ - شَدْقَم - قَرَنٍ  وَجِنْسِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِجِنْسِ مِنَ الْأَجْنَاسِ كَأَسَامَةَ لِلْأَشَدِ وَثُعَالَةَ لِلتَّعْلَبِ وَذُؤَالَةَ لِلذِّئْبِ وَأُمُّ عِرْيَطٍ لِلْعَقْرَبِ. 2. Alam jinis, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk beberapa jinis.  Contoh: أسامة untuk nama harimau, تُعَالَةَ untuk nama musang, ذُؤَالَةَ untuk srigala, dan أُمُّ عِرْبَط...