Langsung ke konten utama

Ilmu tauhid Terjemah kitab Ummul barahin imam As-Sanusi






■ Burhan(dalil²) Sifat Mukhalafatuhu lil-Hawadits


 (ص)
 (وَأَمَّا بُرْهَانُ وُجُوبِ مُخَالَفَتِهِ تَعَالَى لِلْحَوَادِثِ، فَلِأَنَّهُ لَوْ مَاثَلَ شَيْئًا مِنْهَا لَكَانَ حَادِثًا مِثْلَهَا، وَذَلِكَ مُحَالٌ لِمَا عَرَفْتَ قَبْلُ مِنْ وُجُوْبِ قِدَمِهِ تَعَالَى وَبَقَائِهِ) 


Burhan wajibnya sifat mukhlafatuh li al-hawadits Allah Ta' ala adalah, sungguh andaikan Allah menyamai sesuatu dari hawadits (makhluk), niscaya Allah juga bersifat hadist sama dengannya, dan hal ini mustahil karena alasan yang sudah Anda ketahui sebelumnya, yaitu wajibnya sifat qidam dan baqa bagi Allah. 


• Syarh 


ش] لَا شَكٍّ أَنَّ كُلَّ مِثْلَيْنِ لَا بُدَّ أَنْ يَجِبَ لِأَحَدِهِمَا مَا يَجِبُ لِلْآخَرِ، وَيَسْتَحِيلُ عَلَيْهِ مَا اسْتَحَالَ عَلَيْهِ، وَيَجُوزُ لَهُ مَا جَازَ عَلَيْهِ

Tidak diragukan lagi, sungguh dua hal yang semisal (mitslain) pasti sesuatu yang wajib bagi salah satunya pasti wajib pula bagi yang lainnya; sesuatu yang mustahil baginya juga mustahil bagi yang lainnya, sesuatu yang boleh baginya juga boleh bagi yang lainnya.

وَقَدْ عَرَفْتَ بِالْبُرْهَانِ الْقَاطِعِ أَنَّ كُلَّ مَا سِوَى اللَّهِ تَعَالَى يَجِبُ لَهُ الخُدُوْثُ، فَلَوْ مَاثَلَ تَعَالَى شَيْئًا مِمَّا سِوَاهُ لَوَجَبَ لَهُ جَلَّ وَعَلَا مِنَ الخُدُوثِ، تَعَالَى عَنْ ذَلِكَ، مَا وَجَبَ لِذَلِكَ الشَّيْءِ، وَذَلِكَ بَاطِلٌ لِمَا عَرَفْتَ بِالْبُرْهَانِ الْقَاطِع مِنْ وُجُوْبِ قِدَمِهِ تَعَالَى وَبَقَائِهِ سُبْحَانَهُ.

Anda telah mengetahui burhan yang memastikan bahwa segala sesuatu selain Allah Ta'ala pasti bersifat huduts. Andaikan Allah Ta'ala menyamai sesuatu selain- Nya, pasti la-Jalla wa 'Ala-bersifat huduts-Maha Luhur Allah darinya yang wajib ada pada sesuatu tersebut. Hal ini batal (gugur) karena alasan yang telah Anda ketahui dengan burhan yang bersifat pasti, yaitu wajibnya sifat qidam dan baqa bagi Allah

وَبِالْجُمْلَةِ لَوْ مَاثَلَ تَعَالَى شَيْئًا مِنَ الحوَادِثِ لَوَجَبَ لَهُ الْقِدَمُ لِأُلُوْهِيَتِهِ وَالْحُدُوْثُ لِفَرْضِ مُمَاثَلَتِهِ لِلْحَوَادِثِ، وَذَلِكَ جَمْعُ بَيْنَ مُتَنَافِيَيْنِ ضَرُورَةً.

Kesimpulannya, andaikan Allah menyamai suatu makhluk, niscaya wajib baginya sifat qidam karena ketuhanannya dan sifat huduts karena pengandaian kesamaannya dengan makhluk, dan hal ini pasti merupakan jamak mutanafiyain(berkumpul 2 yang bertentangan)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjemah kitab matan taqrib pembahasan tentang hukum-hukum shalat

كِتَابُ الصَّلَاةِ  Pembahasan shalat  Shalat-shalat yang diwajibkan  الصَّلَاةُ الْمَفْرُوْضَةُ خَمْسٌ: Shalat yang diwajibkan itu ada 5.yaitu:  (۱) الظَّهْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا زَوَالُ الشَّمْسِ، وَآخِرُهُ إِذَا صَارَ ظِلُّ كُلِّ شَيْءٍ مِثْلَهُ بَعْدَ ظِلَّ الزَّوَال.  1. Zhuhur,  waktu salat zhuhur mulai setelah lewat rembang matahari (setelah matahari tergelincir ke arah barat). Dan akhir waktunya adalah ketika bayang- bayang sebuah benda telah sama panjangnya dengan benda itu, sesudah matahari lewat rembang. (۲) وَالْعَصْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا الزَّيَادَةُ عَلَى ظِلَّ الْمِثْلِ، وَآخِرُهُ في الاخْتِيَارِ إِلَى ظِلَّ الْمِثْلَيْنِ وَفِي الْجَوَازِ إِلَى غُرُوبِ الشَّمْسِ  2. Ashar,  waktu salat ashar dimulai setelah bayang-bayang sebuah benda yang sama dengan benda aslinya tadi bertambah panjang. Dan akhir waktunya menurut waktu Ikhtiar (waktu yang menjadi pilihan untuk menger- jakan salat sebelum masuk pada bagian waktu berikutnya) adalah...

Terjemah kitab mutammimah tentang bab kalam

               بَابُ الكلام          Bab Kalam     الكلامُ هُوَ  اللفظ المُرَكَّبُ الْمُفِيدُ بالوضع kalam adalah satu lafazd yang murakkab yang memberi faedah dengan waza'(sengaja)/bahasa arab Keterangan : • Lafadz adalah suara yang mengandung sebagian huruf Hijaiyah (huruf huruf Arab yang diawali dari alif sampai ya'). Contoh: زَيْدُ dan قَائِمُ  • Murokkab adalah lafadz yang tersusun dari dua kalimat atau lebih dengan susunan isnadi (penisbatan atau penyandaran hukum yang menjadikan kesempurnaan faidah). Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( أنا قائم )Saya orang yang berdiri • Mufid adalah ungkapan berfaidah yang dapat memberikan pemahaman sehingga tidak membutuhkan pertanyaan dari orang yang mendengarkan. Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( • Wad'i menurut sebagian ulama' nahwu adalah berbahasa Arab, dan menurut ulama' yang lain wad'i adalah disengaja oleh orang yang men...

Terjemah kitab matammimah tentang isem alam

    _________________________________________ Note:⚠️ Bila antum menemukan kesalahan dalam penulisan maka sangat diharapkan untuk mengomentari nya, Syukran kasiran ____________________________________________   فَصْلٌ فِي بَيَانِ الإِسْمِ الْعَلَمِ Fasal Tentang Isim Alam الْعَلَمُ نَوْعَانِ: شَخْصِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِشَيْءٍ بِعَيْنِهِ لَا يَتَنَاوَلُ غَيْرُهُ كَزَيْدٍ وَفَاطِمَةَ وَمَكَّةَ وَشَدْقَمٍ وَقَرَنٍ. Isim alam ada dua. Yaitu: 1. Alam syakhs, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk sesuatu yang sudah nyata (individu) dan tidak mencakup yang lainnya.  Contoh: زَيْدٍ - فَاطِمَةَ - مَكَّةَ - شَدْقَم - قَرَنٍ  وَجِنْسِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِجِنْسِ مِنَ الْأَجْنَاسِ كَأَسَامَةَ لِلْأَشَدِ وَثُعَالَةَ لِلتَّعْلَبِ وَذُؤَالَةَ لِلذِّئْبِ وَأُمُّ عِرْيَطٍ لِلْعَقْرَبِ. 2. Alam jinis, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk beberapa jinis.  Contoh: أسامة untuk nama harimau, تُعَالَةَ untuk nama musang, ذُؤَالَةَ untuk srigala, dan أُمُّ عِرْبَط...