■ Burhan(dalil²) Sifat Mukhalafatuhu lil-Hawadits
(ص)
(وَأَمَّا بُرْهَانُ وُجُوبِ مُخَالَفَتِهِ تَعَالَى لِلْحَوَادِثِ، فَلِأَنَّهُ لَوْ مَاثَلَ شَيْئًا مِنْهَا لَكَانَ حَادِثًا مِثْلَهَا، وَذَلِكَ مُحَالٌ لِمَا عَرَفْتَ قَبْلُ مِنْ وُجُوْبِ قِدَمِهِ تَعَالَى وَبَقَائِهِ)
Burhan wajibnya sifat mukhlafatuh li al-hawadits Allah Ta' ala adalah, sungguh andaikan Allah menyamai sesuatu dari hawadits (makhluk), niscaya Allah juga bersifat hadist sama dengannya, dan hal ini mustahil karena alasan yang sudah Anda ketahui sebelumnya, yaitu wajibnya sifat qidam dan baqa bagi Allah.
• Syarh
ش] لَا شَكٍّ أَنَّ كُلَّ مِثْلَيْنِ لَا بُدَّ أَنْ يَجِبَ لِأَحَدِهِمَا مَا يَجِبُ لِلْآخَرِ، وَيَسْتَحِيلُ عَلَيْهِ مَا اسْتَحَالَ عَلَيْهِ، وَيَجُوزُ لَهُ مَا جَازَ عَلَيْهِ
Tidak diragukan lagi, sungguh dua hal yang semisal (mitslain) pasti sesuatu yang wajib bagi salah satunya pasti wajib pula bagi yang lainnya; sesuatu yang mustahil baginya juga mustahil bagi yang lainnya, sesuatu yang boleh baginya juga boleh bagi yang lainnya.
وَقَدْ عَرَفْتَ بِالْبُرْهَانِ الْقَاطِعِ أَنَّ كُلَّ مَا سِوَى اللَّهِ تَعَالَى يَجِبُ لَهُ الخُدُوْثُ، فَلَوْ مَاثَلَ تَعَالَى شَيْئًا مِمَّا سِوَاهُ لَوَجَبَ لَهُ جَلَّ وَعَلَا مِنَ الخُدُوثِ، تَعَالَى عَنْ ذَلِكَ، مَا وَجَبَ لِذَلِكَ الشَّيْءِ، وَذَلِكَ بَاطِلٌ لِمَا عَرَفْتَ بِالْبُرْهَانِ الْقَاطِع مِنْ وُجُوْبِ قِدَمِهِ تَعَالَى وَبَقَائِهِ سُبْحَانَهُ.
Anda telah mengetahui burhan yang memastikan bahwa segala sesuatu selain Allah Ta'ala pasti bersifat huduts. Andaikan Allah Ta'ala menyamai sesuatu selain- Nya, pasti la-Jalla wa 'Ala-bersifat huduts-Maha Luhur Allah darinya yang wajib ada pada sesuatu tersebut. Hal ini batal (gugur) karena alasan yang telah Anda ketahui dengan burhan yang bersifat pasti, yaitu wajibnya sifat qidam dan baqa bagi Allah
وَبِالْجُمْلَةِ لَوْ مَاثَلَ تَعَالَى شَيْئًا مِنَ الحوَادِثِ لَوَجَبَ لَهُ الْقِدَمُ لِأُلُوْهِيَتِهِ وَالْحُدُوْثُ لِفَرْضِ مُمَاثَلَتِهِ لِلْحَوَادِثِ، وَذَلِكَ جَمْعُ بَيْنَ مُتَنَافِيَيْنِ ضَرُورَةً.
Kesimpulannya, andaikan Allah menyamai suatu makhluk, niscaya wajib baginya sifat qidam karena ketuhanannya dan sifat huduts karena pengandaian kesamaannya dengan makhluk, dan hal ini pasti merupakan jamak mutanafiyain(berkumpul 2 yang bertentangan)

Komentar
Posting Komentar