Langsung ke konten utama

Terjemah kitab Ummul barahin tentang dalil-dalil sifat Shiddiq











■ Burhan Sifat Shiddiq


 [ص]
 (أَمَّا بُرْهَانُ وُجُوْبِ صِدْقِهِمْ عَلَيْهِمُ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ، فَلِأَنَّهُمْ لَوْ لَمْ يَصْدُقُوْا لَلَزِمَ الْكَذَّبُ فِي خَبَرِهِ تَعَالَى لِتَصْدِيقِهِ تَعَالَى لَهُمْ بِالْمُعْجِزَةِ النَّازِلَةِ مَنْزِلَةَ قَوْلِهِ : صَدَقَ عَبْدِي فِي كُلِّ مَا يُبَلِّغُ عَنِّي)

 Burhan wajibnya sifat shiddiq (jujur) bagi para Rasul - 'alaihimush shalatu was salam adalah, karena andaikan mereka tidak jujur, pasti kabar dari Allah Ta' ala tentang pembenaran-Nya terhadap mereka dengan mukjizat yang turun seperti (menempati posisi) firman Allah Ta' ala: "Hambaku jujur dalam setiap hal yang ia sampaikan dari-Ku", merupakan kebohongan.

• syarh


[شــ] 
هَذَا بُرْهَانُ وُجُوْبِ صِدْقِ . الرُّسُلِ عَلَيْهِمُ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ فِي دَعْوَاهُمْ الرَّسَالَةَ وَفِيمَا يُبَلِّغُوْنَهُ بَعْدَ ذَلِكَ لِلْخَلْقِ.

Ini burhan wajibnya sifat shiddiq bagi para Rasul-'alaihimush shalatu was salam-bagi pengakuan mereka atas risalah (kerasulan) dan bagi hal-hal yang disampaikannya kepada makhluk setelah diutus.


 وَحَاصِلُ هَذَا الْبُرْهَانِ أَنَّ الْمُعْجِزَةَ الَّتِي خَلَقَهَا اللَّهُ تَعَالَى عَلَى أَيْدِي الرُّسُلِ هِيَ أَمْرُ خَارِقُ لِلْعَادَةِ مَقْرُوْنُ بِالتَّحَدِّيْ مَعَ عَدَمِ الْمُعَارَضَةِ تَنْزِلُ مِنْ مَوْلَانَا جَلَّ وَعَزَّ مَنْزِلَةَ قَوْلِهِ جَلَّ وَعَزَّ: صَدَقَ عَبْدِي فِي كُلِّ مَا يُبَلِّغُ عَنِّي. 

Kesimpulan burhan ini adalah, sungguh mukjizat yang Allah Ta'ala ciptakan pada diri para Rasul yang merupakan amr khariq li al-'adah (hal yang keluar dari adat kebiasaan), yang dibarengi dengan tahaddi dan tanpa mampu ditentang, turun dari Allah Jalla wa Azza-menempati posisi firman- Nya: "Hambaku jujur dalam setiap hal yang ia sampaikan dari-Ku."


فَلَوْ جَازَ الْكِذَّبُ عَلَى الرُّسُلِ لَجَازَ الْكِذَّبُ عَلَيْهِ تَعَالَى، إِذْ تَصْدِيقُ الْكَاذِبِ كِذَّبُ، وَالْكِذَّبُ عَلَى اللهِ تَعَالَى مُحَالُ، لِأَنَّ خَبَرَهُ تَعَالَى إِنَّمَا يَكُوْنُ عَلَى وَفْقِ عِلْمِهِ وَالْخَبَرُ عَلَى وِفْقِ 
الْعِلْمِ لَا يَكُوْنُ إِلَّا صِدْقًا، فَخَبَرُهُ تَعَالَى لَا يَكُونُ إِلَّا صِدْقًا.

Andaikan para Rasul boleh berbohong, maka Allah Ta'ala juga boleh. Sebab membenarkan orang bohong merupakan kebohongan. Padahal kebohongan mustahil bagi Allah. Sebab kabar Allah Ta'ala pasti sesuai dengan ilmu-Nya dan kabar yang sesuai dengan ilmu pasti jujur, maka tidak ada kabar Allah Ta'ala melainkan suatu kejujuran (kebenaran).

 وَقَوْلُنَا فِي تَعْرِيفِ الْمُعْجِزَةِ أَمْرُ أَحْسَنُ مِنْ قَوْلِ بَعْضِهِمْ فِعْلٌ ، لِأَنَّ الْأَمْرَ يَتَنَاوَلُ الْفِعْلَ كَانْفِجَارِ الْمَاءِ مَثَلًا مِنْ بَيْنِ الْأَصَابِعِ، وَعَدَمِ الْفِعْلِ كَعَدَمِ إِحْرَاقِ النَّارِ مَثَلًا لِإِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ. 

Ungkapanku dalam mendefinisi- kan mukjizat: أمر" lebih baik daripada ungkapan sebagian ulama: فِعْلُ sebab kata أمر" mencakup perbuatan seperti keluarnya air dari antara jari-jari,dan tidak adanya perbuatan, seperti tidak membakarnya api bagi Nabi Ibrahim As.

وَاحْتُرِزَ بِقَيْدِ الْمُقَارَنَةِ لِلتَّحَدِّيْ عَنْ كَرَامَاتِ الْأَوْلِيَاءِ وَالْعَلَّامَاتِ الْإِرْهَاصِيَّةِ الَّتِي تَتَقَدَّمُ بِعْثَةُ الْأَنْبِيَاءِ تَأْسِيْسًا لَهَا، وَعَنْ أَنْ يَتَّخِذَ الْكَاذِبُ مُعْجِزَةً مِنْ مَضَى حُجَّةٍ لِنَفْسِهِ. 

Batasan "Dibarengi pengakuan (tahaddi)" mengecualikan karamah para wali; irhash yang mendahului terutusnya para nabi sebagai dasar untuk kerasulannya; dan menge- cualikan klaim pembohong atas mukjizat nabi terdahulu sebagi hujah baginya.

وَاحْتَرَزَ بِقَيْدِ عَدَمِ الْمُعَارَضَةِ عَنِ السِّحْرِ وَالشُّعُوذَةِ.

Batasan "Tanpa mampu ditentang" mengecualikan sihir dan sulap.

 وَمَعْنَى التَّحَدِّي دَعْوَى الْخَارِقِ دَلِيْلًا عَلَى الدَّعْوَى إِمَّا بِلِسَانِ الْحَالِ وَإِمَّا بِلِسَانِ الْمَقَالِ.

Makna tahaddi adalah pengakuan khariq li al-'adah pada suatu dalil atas pengakuannya; ada kalanya dengan lisan al-hal dan ada kalanya dengan ucapan.


 وَقَدْ ضَرَبَ الْعُلَمَاءُ لِدَعْوَى الرَّسُولِ الرَّسَالَةَ وَطَلَبَهُ الْمُعْجِزَةَ مِنَ اللَّهِ تَعَالَى دَلِيْلًا عَلَى صِدْقِهِ مَثَلًا ، لِتَصِحَ بِهِ دِلَا لَتُهَا عَلَى صدْقِ الرُّسُلِ عَلَيْهِمُ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ، وَيُعْلَمَ ذَلِكَ عَلَى الضَّرُورَةِ فَقَالُوا: 

Sungguh ulama telah membuat perumpamaan pengakuan seorang rasul atas kerasulannya dan permintaan mukjizatnya kepada Allah Ta'ala sebagai dalil atas kejujurannya, agar dengan perumpamaan itu penunjukan mukjizat atas kejujuran para Rasul- 'alaihimush shalatu was salam- menjadi sah, dan agar hal itu diketahui secara pasti. Mereka berkata:


مِثَالُ ذَلِكَ مَا إِذَا قَامَ رَجُلٌ فِي مَجْلِسِ مَلِكٍ بِمَرْأَى مِنْهُ وَمَسْمَعِ بِحُضُورِ جَمَاعَةٍ وَادَّعَى أَنَّهُ رَسُوْلُ هَذَا الْمَلِكِ إِلَيْهِمْ، فَطَالَبُوهُ بِالْحُجَّةِ، فَقَالَ: هِيَ أَنْ يُخَالِفَ الْمَلِكُ عَادَتَهُ وَيَقُوْمُ عَنْ سَرِيْرِهِ وَيَقْصُدُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، مَثَلًا، فَفَعَلَ، فَلَا شَكٍّ أَنَّ هَذَا الْفِعْلَ مِنَ الْمَلِكِ عَلَى سَبِيلِ الْإِجَابَةِ لِلرَّسُوْلِ تَصْدِيقُ لَهُ، وَمُفِيدُ لِلْعِلْمِ الضَّرُوْرِيَّ بِصِدْقِهِ بِلَا ارْتِيَابِ وَنَازَلَ مَنْزِلَةَ قَوْلِهِ : صَدَقَ هَذَا الْإِنْسَانُ فِي كُلِّ مَا يُبَلِّغُ عَنِّي. 


"Perumpamannya adalah, seseorang bila berdiri di majelis seorang Raja, di tempat yang terlihat dan terdengar olehnya, di hadapan orang banyak, dan ia mengaku bahwa dirinya adalah utusan Raja tersebut kepada mereka. Lalu orang-orang menuntut hujah kepadanya. Kemudian orang tersebut berkata: "Hujahnya adalah bila Sang Raja keluar dari adat kebiasaannya, berdiri dan duduk dari singgasananya tiga kali, umpamanya, melakukannya, lalu Sang Raja maka tidak diragukan lagi bahwa perbuatan Raja meluluskan permintaan orang tersebut merupakan pembenaran untuknya; berfaidah memberi pengetahuan pasti atas kejujuran- nya tanpa keraguan; dan menem- pati posisi ucapan Sang Raja: "Orang ini jujur (benar) dalam setiap hal yang disampaikannya dariku."


وَلَا فَرْقَ فِي حُصُولِ الْعِلْمِ الضَّرُوْرِي بِصِدْقِ ذَلِكَ الرَّسُوْلِ بَيْنَ مَنْ شَاهَدَ ذَلِكَ الْفِعْلَ مِنَ الْمَلِكِ وَبَيْنَ مَنْ لَمْ يُشَاهِدُهُ، إِلَّا أَنَّهُ بَلَغَهُ بِالتَّوَاتُرِ خَبَرَ ذَلِكَ الْفِعْلِ.

Hasilnya pengetahuan pasti atas kejujuran utusan tersebut berlaku sama (tidak beda) bagi orang yang melihat perbuatan raja tersebut dan orang yang tidak melihatnya namun ia menerima beritanya secara mutawatir.


 فَلَا شَكٍّ فِي مُطَابَقَةِ هَذَا الْمِثَالِ لِحَالِ الرُّسُلِ عَلَيْهِمُ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ، فَلَا يَرْتَابُ فِي صِدْقِهِمْ عَلَيْهِمُ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ إِلَّا مَنْ طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ، وَالْعِيَاذُ بِاللَّهِ تَعَالَى. 

Maka tidak diragukan lagi kecocokan perumpamaan ini dengan kondisi para Rasul- 'alaihimush shalatu was salam-. Sehingga tidak ragu atas kejujuran (kebenaran) mereka kecuali orang yang Allah kunci hatinya. Wal 'iyadz billahi ta'ala.


نَسْأَلُ اللَّهَ سُبْحَانَهُ ثَبَاتَ الْإِيْمَانِ وَالْوَفَاءِ عَلَى أَكْمَلِ حَالَاتِهِ بِلَا مِحْنَةِ دُنْيَا وَأُخْرَى.

Kami memohon kepada Allah Yang Maha Suci atas tetapnya keimanan dan terpenuhi kesempuranaan kondisinya secara maksimal tanpa siksa dunia dan akhirat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjemah kitab matan taqrib pembahasan tentang hukum-hukum shalat

كِتَابُ الصَّلَاةِ  Pembahasan shalat  Shalat-shalat yang diwajibkan  الصَّلَاةُ الْمَفْرُوْضَةُ خَمْسٌ: Shalat yang diwajibkan itu ada 5.yaitu:  (۱) الظَّهْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا زَوَالُ الشَّمْسِ، وَآخِرُهُ إِذَا صَارَ ظِلُّ كُلِّ شَيْءٍ مِثْلَهُ بَعْدَ ظِلَّ الزَّوَال.  1. Zhuhur,  waktu salat zhuhur mulai setelah lewat rembang matahari (setelah matahari tergelincir ke arah barat). Dan akhir waktunya adalah ketika bayang- bayang sebuah benda telah sama panjangnya dengan benda itu, sesudah matahari lewat rembang. (۲) وَالْعَصْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا الزَّيَادَةُ عَلَى ظِلَّ الْمِثْلِ، وَآخِرُهُ في الاخْتِيَارِ إِلَى ظِلَّ الْمِثْلَيْنِ وَفِي الْجَوَازِ إِلَى غُرُوبِ الشَّمْسِ  2. Ashar,  waktu salat ashar dimulai setelah bayang-bayang sebuah benda yang sama dengan benda aslinya tadi bertambah panjang. Dan akhir waktunya menurut waktu Ikhtiar (waktu yang menjadi pilihan untuk menger- jakan salat sebelum masuk pada bagian waktu berikutnya) adalah...

Terjemah kitab mutammimah tentang bab kalam

               بَابُ الكلام          Bab Kalam     الكلامُ هُوَ  اللفظ المُرَكَّبُ الْمُفِيدُ بالوضع kalam adalah satu lafazd yang murakkab yang memberi faedah dengan waza'(sengaja)/bahasa arab Keterangan : • Lafadz adalah suara yang mengandung sebagian huruf Hijaiyah (huruf huruf Arab yang diawali dari alif sampai ya'). Contoh: زَيْدُ dan قَائِمُ  • Murokkab adalah lafadz yang tersusun dari dua kalimat atau lebih dengan susunan isnadi (penisbatan atau penyandaran hukum yang menjadikan kesempurnaan faidah). Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( أنا قائم )Saya orang yang berdiri • Mufid adalah ungkapan berfaidah yang dapat memberikan pemahaman sehingga tidak membutuhkan pertanyaan dari orang yang mendengarkan. Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( • Wad'i menurut sebagian ulama' nahwu adalah berbahasa Arab, dan menurut ulama' yang lain wad'i adalah disengaja oleh orang yang men...

Terjemah kitab matammimah tentang isem alam

    _________________________________________ Note:⚠️ Bila antum menemukan kesalahan dalam penulisan maka sangat diharapkan untuk mengomentari nya, Syukran kasiran ____________________________________________   فَصْلٌ فِي بَيَانِ الإِسْمِ الْعَلَمِ Fasal Tentang Isim Alam الْعَلَمُ نَوْعَانِ: شَخْصِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِشَيْءٍ بِعَيْنِهِ لَا يَتَنَاوَلُ غَيْرُهُ كَزَيْدٍ وَفَاطِمَةَ وَمَكَّةَ وَشَدْقَمٍ وَقَرَنٍ. Isim alam ada dua. Yaitu: 1. Alam syakhs, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk sesuatu yang sudah nyata (individu) dan tidak mencakup yang lainnya.  Contoh: زَيْدٍ - فَاطِمَةَ - مَكَّةَ - شَدْقَم - قَرَنٍ  وَجِنْسِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِجِنْسِ مِنَ الْأَجْنَاسِ كَأَسَامَةَ لِلْأَشَدِ وَثُعَالَةَ لِلتَّعْلَبِ وَذُؤَالَةَ لِلذِّئْبِ وَأُمُّ عِرْيَطٍ لِلْعَقْرَبِ. 2. Alam jinis, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk beberapa jinis.  Contoh: أسامة untuk nama harimau, تُعَالَةَ untuk nama musang, ذُؤَالَةَ untuk srigala, dan أُمُّ عِرْبَط...