Langsung ke konten utama

Terjemah kitab Ummul barahin tentang dalil-dalil sifat sama',Bashar dan kalam





• Burhan Sifat Sama', Bashar, dan Kalam 


(ص) 
(وَأَمَّا بُرْهَانُ وُجُوْبِ السَّمْعِ لَهُ تَعَالَى وَالْبَصَرِ وَالْكَلَامِ، فَالْكِتَابُ وَالسُّنَّةُ وَالإِجْمَاعُ، وَأَيْضًا لَوْ لَمْ يَتَّصِفْ بِهَا لَزِمَ أَنْ يَتَّصِفَ بِأَضْدَادِهَا وَهِيَ نَقَائِصُ، وَالنَّقْصُ عَلَيْهِ تَعَالَى مُحَالُ) 

Burhan wajibnya sifat sama', bashar, dan kalam bagi Allah Ta' ala adalah al-Qur'an, as-Sunnah, dan ijma'. Juga andaikan Allah tidak bersifat dengannya, pasti bersifat dengan kebalikannya, yakni sifat-sifat keku-rangan, padahal kekurangan bagi Allah Ta' ala itu mustahil. 



• Syarh 


[شـ] هَذِهِ الثَّلَاثَةُ لَمَّا لَمْ تَتَوَقَّفْ عَلَى مَعْرِفَتِهَا دِلَالَةُ الْمُعْجِزَةِ عَلَى صِدْقِ الرُّسُلِ عَلَيْهِمُ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ صَحَ أَنْ يُسْتَنَدَ فِي مَعْرِفَةِ وُجُوبِ اتَّصَافِهِ تَعَالَى بِهَا إِلَى قَوْلِ الرَّسُوْلِ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ.

Ketika penunjukan mu'jizat atas kebenaran para Rasul-'alaihimush shalatu was salam-tidak tergantung pada pengetahuan atas ketiga sifat ini, maka pengetahuan kebersifatan atas Allah wajibnya dengan ketiganya menjadi sah disandarkan pada sabda Rasulullah-'alaihish shalatu was salam-.

وَالدَّلِيلُ الشَّرْعِيُّ فِيهَا أَقْوَى مِنَ الدَّلِيلِ الْعَقْلِي، وَلِهَذَا بَدَأْنَا بِهِ فِي أَصْلِ الْعَقِيدَةِ. 

Dalil syar'i bagi ketiga sifat ini lebih kuat daripada dalil 'aqli. Karenanya, dalam Kitab Asal al- 'Aqidah, aku memulai dengannya.

وَقَوْلُنَا فِيهَا فِي الدَّلِيلِ الثَّانِي الْعَقْلِي وَالنَّقْصُ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى مُحَالُ يَعْنِي لِأَنَّهُ يَسْتَلْزِمُ أَنْ يحتاجَ حِينَئِذٍ إِلَى مَنْ يُكَمِّلُهُ بِأَنْ يَدْفَعَ عَنْهُ ذَلِكَ النَّقْصُ وَيَخْلُقُ لَهُ الْكَمَالُ، وَذَلِكَ يَسْتَلْزِمُ حُدُونَهُ وَافْتِقَارَهُ إِلَى إِلَهِ آخَرَ، كَيْفَ وَقَدْ تَقَرَّرَ بِالدَّلِيلِ وُجُوْبُ الْوَحْدَانِيَّةِ لَهُ تَعَالَى.

Ucapanku dalam Kitab Asal al- 'Aqidah pada dalil kedua yang bersifat 'aqli. "Padahal kekurangan bagi Allah Ta'ala itu mustahil", dalam kondisi seperti itu Allah pasti membutuhkan zat lain yang menyempurnakannya, yakni menghi- langkan kekurangan dari-Nya dan menciptakan kesempurnaan bagi- Nya. Hal ini menetapkan huduts dan butuhnya Allah kepada tuhan lain. Bagaimana hal itu benar, padahal wajibnya sifat wahdaniy- yah bagi Allah Ta'ala sudah ditetapkan dengan dalil.

 وَأَيْضًا لَوِ اتَّصَفَ تَعَالَى بِتِلْكَ النَّقَائِصِ لَزِمَ أَنْ يَكُوْنَ بَعْضُ مَخْلُوقَاتِهِ أَكْمَلَ مِنْهُ، تَعَالَى اللهُ عَنْ ذَلِكَ، لِسَلَامَةٍ كَثِيرٍ مِنَ الْمَخْلُوقَاتِ مِنْ تِلْكَ النَّقَائِصِ، وَالْمَخْلُوقُ يَسْتَحِيلُ أَنْ يَكُوْنَ أَشْرَفَ مِنْ خَالِقِهِ. 

Juga andaikan Allah Ta'ala bersifat dengan sifat-sifat kekurangan tersebut, maka pasti sebagian makhluk-Nya ada yang lebih sempurna dari-Nya-Maha Luhur Allah darinya karena banyak makhluk yang terhindar darinya, padahal mustahil makhluk lebih mulia daripada Penciptanya.

وَهَذَا الدَّلِيلُ الْعَقْلِيُّ وَإِنْ كَانَ لَا يَسْلَمُ مِنَ الْاِعْتِرَاضِ فَذِكْرُهُ عَلَى سَبِيلِ التَّبَعِيَّةِ وَالتَّقْوِيَّةِ لِمَا هُوَ مُسْتَقِلُّ بِنَفْسِهِ، وَلَا يُرَدُّ عَلَيْهِ شَيْءٌ، وَهُوَ الدَّلِيلُ النَّقْلِيُّ حَسَنُ وَقَدْ لَوَحْنَا إِلَى ذَلِكَ بِتَأْخِيرِهِ فِي أَصْلِ الْعَقِيدَةِ، وَبِاللَّهِ التَّوْفِيقُ.

Meskipun dalil 'aqli ini tidak terhindar dari penentangan,penyebutannya yang dilakukan dalam rangka mendukung menguatkan dalil syar'i dan yang sebenarnya sudah kuat dengan sendirinya, dan tidak ada satu dalil naqli pun yang menyebutkannya, adalah hal baik. Dalam Kitab Asal al-'Aqidah hal itu telah aku isyaratkan dengan mengakhirkan penyebutannya. Wa billahit taufiq.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjemah kitab matan taqrib pembahasan tentang hukum-hukum shalat

كِتَابُ الصَّلَاةِ  Pembahasan shalat  Shalat-shalat yang diwajibkan  الصَّلَاةُ الْمَفْرُوْضَةُ خَمْسٌ: Shalat yang diwajibkan itu ada 5.yaitu:  (۱) الظَّهْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا زَوَالُ الشَّمْسِ، وَآخِرُهُ إِذَا صَارَ ظِلُّ كُلِّ شَيْءٍ مِثْلَهُ بَعْدَ ظِلَّ الزَّوَال.  1. Zhuhur,  waktu salat zhuhur mulai setelah lewat rembang matahari (setelah matahari tergelincir ke arah barat). Dan akhir waktunya adalah ketika bayang- bayang sebuah benda telah sama panjangnya dengan benda itu, sesudah matahari lewat rembang. (۲) وَالْعَصْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا الزَّيَادَةُ عَلَى ظِلَّ الْمِثْلِ، وَآخِرُهُ في الاخْتِيَارِ إِلَى ظِلَّ الْمِثْلَيْنِ وَفِي الْجَوَازِ إِلَى غُرُوبِ الشَّمْسِ  2. Ashar,  waktu salat ashar dimulai setelah bayang-bayang sebuah benda yang sama dengan benda aslinya tadi bertambah panjang. Dan akhir waktunya menurut waktu Ikhtiar (waktu yang menjadi pilihan untuk menger- jakan salat sebelum masuk pada bagian waktu berikutnya) adalah...

Terjemah kitab mutammimah tentang bab kalam

               بَابُ الكلام          Bab Kalam     الكلامُ هُوَ  اللفظ المُرَكَّبُ الْمُفِيدُ بالوضع kalam adalah satu lafazd yang murakkab yang memberi faedah dengan waza'(sengaja)/bahasa arab Keterangan : • Lafadz adalah suara yang mengandung sebagian huruf Hijaiyah (huruf huruf Arab yang diawali dari alif sampai ya'). Contoh: زَيْدُ dan قَائِمُ  • Murokkab adalah lafadz yang tersusun dari dua kalimat atau lebih dengan susunan isnadi (penisbatan atau penyandaran hukum yang menjadikan kesempurnaan faidah). Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( أنا قائم )Saya orang yang berdiri • Mufid adalah ungkapan berfaidah yang dapat memberikan pemahaman sehingga tidak membutuhkan pertanyaan dari orang yang mendengarkan. Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( • Wad'i menurut sebagian ulama' nahwu adalah berbahasa Arab, dan menurut ulama' yang lain wad'i adalah disengaja oleh orang yang men...

Terjemah kitab matammimah tentang isem alam

    _________________________________________ Note:⚠️ Bila antum menemukan kesalahan dalam penulisan maka sangat diharapkan untuk mengomentari nya, Syukran kasiran ____________________________________________   فَصْلٌ فِي بَيَانِ الإِسْمِ الْعَلَمِ Fasal Tentang Isim Alam الْعَلَمُ نَوْعَانِ: شَخْصِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِشَيْءٍ بِعَيْنِهِ لَا يَتَنَاوَلُ غَيْرُهُ كَزَيْدٍ وَفَاطِمَةَ وَمَكَّةَ وَشَدْقَمٍ وَقَرَنٍ. Isim alam ada dua. Yaitu: 1. Alam syakhs, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk sesuatu yang sudah nyata (individu) dan tidak mencakup yang lainnya.  Contoh: زَيْدٍ - فَاطِمَةَ - مَكَّةَ - شَدْقَم - قَرَنٍ  وَجِنْسِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِجِنْسِ مِنَ الْأَجْنَاسِ كَأَسَامَةَ لِلْأَشَدِ وَثُعَالَةَ لِلتَّعْلَبِ وَذُؤَالَةَ لِلذِّئْبِ وَأُمُّ عِرْيَطٍ لِلْعَقْرَبِ. 2. Alam jinis, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk beberapa jinis.  Contoh: أسامة untuk nama harimau, تُعَالَةَ untuk nama musang, ذُؤَالَةَ untuk srigala, dan أُمُّ عِرْبَط...