Langsung ke konten utama

Terjemah kitab Ummul barahin tentang sifat para rasul










• Sifat Para Rasul




 (ص)
 (وَأَمَّا الرُّسُلُ عَلَيْهِمُ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ فَيَجِبُ فِي حَقِّهِمُ الصِّدْقُ وَالْأَمَانَةُ، وَتَبْلِيغُ مَا أُمِرُوا بِتَبْلِيْغِهِ لِلْخَلْقِ. وَيَسْتَحِيلُ فِي حَقِّهِمْ عَلَيْهِمُ الصَّلاةُ وَالسَّلَامُ أَضْدَادُ هَذِهِ الصِّفَاتِ، وَهِيَ الْكِذَّبُ وَالْخِيَانَهُ بِفِعْلِ شَيْءٍ مِمَّا نَهُوا عَنْهُ نَعْيَ تَحْرِيمِ أَوْ كَرَاهَةٍ، وَكِتْمَانُ شَيْءٍ مِمَّا أُمِرُوا بِتَبْلِيغِهِ لِلْخَلْقِ. وَيَجُوزُ فِي حَقِّهِمْ عَلَيْهِمُ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ مَا هُوَ مِنَ الْأَعْرَاضِ الْبَشَرِيَّةِ الَّتِي لا تُؤَدِّي إِلَى نَقْصٍ فِي مَرَاتِبِهِمُ الْعَلِيَّةِ، كَالْمَرَضِ وَنَحْوِهِ) 


Para Rasul - 'alaihimush shalatu was salam-wajib bersifat Shiddiq, amanah, tabligh (menyampaikan) ajaran yang diperintahkan untuk disampaikan kepada makhluk. Mereka 'alaihimush shalatu was salam, mustahil bersifat dengan kebalikannya, yaitu kidzb, khianat dengan melakukan apa yang mereka larang dengan larangan dan keharaman kemakruhan, atau menyembunyikan ajaran yang diperintahkan untuk disampaikan kepada makhluk. Mereka boleh bersifat dengan sifat-sifat manusia yang tidak mengantarkan pada kekurangan bagi derajat luhurnya, sebagaimana sakit dan semisalnya.



• syarh


[ش] 
اعْلَمْ أَنَّ الرَّسُوْلَ هُوَ إِنْسَانُ بَعَثَهُ اللهُ تَعَالَى لِلْخَلْقِ لِيَبْلُغَهُمْ مَا أُوحِي إِلَيْهِ، وَقَدْ يَخْصُّ بِمَنْ لَهُ كِتَابٌ أَوْ شَرِيعَةً أَوْ نَسْخُ لِبَعْضِ أَحْكَامِ الشَّرِيعَةِ السَّابِقَةِ. 

Ketahuilah, sungguh Rasul adalah manusia yang Allah Ta'ala utus untuk menyampaikan wahyu yang diterimanya kepada makhluk; dan Rasul merupakan istilah khusus bagi orang yang mempunyai kitab, syariat, atau Pnaskh (menyalin) sebagian hukum syariat sebelumnya.

وَهَذَا الْبَعْثُ مِنَ الْجَائِزَاتِ عِنْدَ أَهْلِ السُّنَّةِ، وَأَوْجَبَتْهُ الْمُعْتَزِلَةُ عَلَى أَصْلِهِمْ الْفَاسِدِ فِي وُجُوْبِ مُرَاعَةِ الصَّلَاحِ وَالْأَصْلَحَ ،وَأَحَالَتْهُ الْبَرَاهِيمَةُ لِذَلِكَ أَيْضًا وَلَا خَفَاءَ فِي هَوْسِهِمْ وَكُفْرِهِمْ.

Menurut Ahlussunnah pengutusan rasul merupakan bagian dari hal- hal yang jaïz dilakukan Allah: sedangkan Mu'tazilah mewajib- kannya berdasarkan prinsipnya yang rusak tentang kewajiban menjaga ash-shalah wa al-ashlah dan Brahmanisme (Hindu) yang menganggapnya mustahil juga karena prinsip tersebut. Tidak samar lagi kegilaan dan kekufuran mereka. 


 وَالدَّلِيلُ لِأَهْلِ السُّنَّةِ عَلَى أَنَّ الْبَعْثَ لِلرُّسُلِ جَائِزُ لَا وَاجِبٌ أَنَّ الْبَعْثَ فِعْلُ مِنْ أَفْعَالِ اللَّهِ، قَدْ عَلِمْتَ أَنَّهُ جَلَّ وَعَزَّ لَا يَجِبُ عَلَيْهِ فِعْلُ وَإِنْ كَانَ صَلَاحًا أَوْ أَصْلَحَ، وَلَا يَتَحَتَّمُ عَلَيْهِ تَرْكَ.


Dalil Ahlussunnah yang menunjukkan bahwa pengutusan para rasul adalah ja iz, tidak wajib adalah sungguh pengutusan para rasul merupakan salah satu perbuatan Allah, dan Anda tahu bahwa tidak ada perbuatan apapun yang wajib bagi -Allah Jalla wa 'Azza, meskipun ash- shalah wa al-ashlah, dan Allah tidak harus meninggalkannya.


وَكَلَّامُنَا فِي أَصْلِ الْعَقِيْدَةِ وَاضِحُ لَا يَحْتَاجُ إِلَى شَرح.


Ungkapanku dalam Kitab Asalal 'Aqidah sudah jelas tidak perlu penjelasan lebih lanjut.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjemah kitab matan taqrib pembahasan tentang hukum-hukum shalat

كِتَابُ الصَّلَاةِ  Pembahasan shalat  Shalat-shalat yang diwajibkan  الصَّلَاةُ الْمَفْرُوْضَةُ خَمْسٌ: Shalat yang diwajibkan itu ada 5.yaitu:  (۱) الظَّهْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا زَوَالُ الشَّمْسِ، وَآخِرُهُ إِذَا صَارَ ظِلُّ كُلِّ شَيْءٍ مِثْلَهُ بَعْدَ ظِلَّ الزَّوَال.  1. Zhuhur,  waktu salat zhuhur mulai setelah lewat rembang matahari (setelah matahari tergelincir ke arah barat). Dan akhir waktunya adalah ketika bayang- bayang sebuah benda telah sama panjangnya dengan benda itu, sesudah matahari lewat rembang. (۲) وَالْعَصْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا الزَّيَادَةُ عَلَى ظِلَّ الْمِثْلِ، وَآخِرُهُ في الاخْتِيَارِ إِلَى ظِلَّ الْمِثْلَيْنِ وَفِي الْجَوَازِ إِلَى غُرُوبِ الشَّمْسِ  2. Ashar,  waktu salat ashar dimulai setelah bayang-bayang sebuah benda yang sama dengan benda aslinya tadi bertambah panjang. Dan akhir waktunya menurut waktu Ikhtiar (waktu yang menjadi pilihan untuk menger- jakan salat sebelum masuk pada bagian waktu berikutnya) adalah...

Terjemah kitab mutammimah tentang bab kalam

               بَابُ الكلام          Bab Kalam     الكلامُ هُوَ  اللفظ المُرَكَّبُ الْمُفِيدُ بالوضع kalam adalah satu lafazd yang murakkab yang memberi faedah dengan waza'(sengaja)/bahasa arab Keterangan : • Lafadz adalah suara yang mengandung sebagian huruf Hijaiyah (huruf huruf Arab yang diawali dari alif sampai ya'). Contoh: زَيْدُ dan قَائِمُ  • Murokkab adalah lafadz yang tersusun dari dua kalimat atau lebih dengan susunan isnadi (penisbatan atau penyandaran hukum yang menjadikan kesempurnaan faidah). Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( أنا قائم )Saya orang yang berdiri • Mufid adalah ungkapan berfaidah yang dapat memberikan pemahaman sehingga tidak membutuhkan pertanyaan dari orang yang mendengarkan. Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( • Wad'i menurut sebagian ulama' nahwu adalah berbahasa Arab, dan menurut ulama' yang lain wad'i adalah disengaja oleh orang yang men...

Terjemah kitab matammimah tentang isem alam

    _________________________________________ Note:⚠️ Bila antum menemukan kesalahan dalam penulisan maka sangat diharapkan untuk mengomentari nya, Syukran kasiran ____________________________________________   فَصْلٌ فِي بَيَانِ الإِسْمِ الْعَلَمِ Fasal Tentang Isim Alam الْعَلَمُ نَوْعَانِ: شَخْصِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِشَيْءٍ بِعَيْنِهِ لَا يَتَنَاوَلُ غَيْرُهُ كَزَيْدٍ وَفَاطِمَةَ وَمَكَّةَ وَشَدْقَمٍ وَقَرَنٍ. Isim alam ada dua. Yaitu: 1. Alam syakhs, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk sesuatu yang sudah nyata (individu) dan tidak mencakup yang lainnya.  Contoh: زَيْدٍ - فَاطِمَةَ - مَكَّةَ - شَدْقَم - قَرَنٍ  وَجِنْسِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِجِنْسِ مِنَ الْأَجْنَاسِ كَأَسَامَةَ لِلْأَشَدِ وَثُعَالَةَ لِلتَّعْلَبِ وَذُؤَالَةَ لِلذِّئْبِ وَأُمُّ عِرْيَطٍ لِلْعَقْرَبِ. 2. Alam jinis, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk beberapa jinis.  Contoh: أسامة untuk nama harimau, تُعَالَةَ untuk nama musang, ذُؤَالَةَ untuk srigala, dan أُمُّ عِرْبَط...