Langsung ke konten utama

Terjemah kitab Ummul barahin tentang dalil-dalil sifat Ja'iz






■ Burhan Sifat Ja'iz 




[ص]
 (وَأَمَّا بُرْهَانُ كَوْنِ فِعْلِ الْمُمْكِنَاتِ أَوْ تَرْكِهَا جَائِرًا فِي حَقِّهِ تَعَالَى فَلأَنَّهُ لَوْ وَجَبَ عَلَيْهِ تَعَالَى شَيْءٌ مِنْهَا عَقْلاً أَوِ اسْتَحَالَ عَقْلاً لَأَنْقَلَبَ الْمُمْكِنُ وَاجِبًا أَوْ مُسْتَحِيْلاً، وَذَلِكَ لَا يُعْقَلُ)

 Burhan bahwa melakukan berbagai hal mumkin atau meninggalkannya adalah ja iz bagi Allah Ta' alah adalah, sungguh andaikan ada sesuatu darinya yang wajib atau mustahil bagi Allah menurut akal, maka hal mumkin akan berbalik menjadi wajib atau mustahil, dan itu tidak diterima akal.


■ syarh


[ش]
 لَا شَلَّ أَنَّ الْمُمْكِنَ فِي اصْطِلَاحِ الْمُتَكَلِّمِينَ مَرَادِفُ لِلْجَائِزِ، فَيَكُوْنُ مَعْنَاهُ هُوَ الَّذِي يَصِحُ فِي الْعَقْلِ وُجُودُهُ وَعَدَمُهُ.

Tidak diragukan lagi, sungguh term mumkin dalam istilah Mutakallimin, merupakan sinonim dari term ja iz, sehingga maknanya adalah sesuatu yang wujud dan tidak wujudnya dibenarkan oleh akal.

 فَإِذَا لَوْ وَجَبَ وُجُودُهُ عَقْلًا أَوِ اسْتَحَالَ عَقْلًا لَزِمَ قَلْبُ الْحَقَائِقِ، وَذَلِكَ لَا يَعْقِلُ، وَأَيْضًا فَالْمُعْتَزِلَةُ إِنَّمَا يُوْجِبُوْنَ مِنَ الْمُمْكِنَاتِ عَلَى اللهِ تَعَالَى فِعْلَ الصَّلَاحِ وَالْأَصْلَحِ لِلْخَلْقِ، وَالْمُشَاهَدَةُ وَالشَّرْعُ يَقْضِيَانِ بِفَسَادِ قَوْلِهِمْ فِي ذَلِكَ كَمَا أَشَرْنَا إِلَيْهِ فِيْمَا سَبَقَ عِنْدَ شَرْحِ قَوْلِنَا فِي أَصْلِ الْعَقِيدَةِ.

Bila demikian, andaikan wujudnya hal mumkin itu wajib atau mustahil menurut akal, maka pasti berbagai kenyataan akan terbolak-balik, dan hal ini tidak diterima akal. Selain itu, kaum Mu'tazilah hanya mewajibkan berbuat baik dan yang terbaik bagi Allah terhadap makhluk, dari berbagai hal mumkin, padahal kenyataan serta syara' memastikan kesalahan pendapat mereka itu sebagaimana aku isyaratkan pada penjelasan atas ucapanku yang ada di Kitab Asal al-'Aqidah yang telah lewat.

 وَأَمَّا الْجَائِزُ فِي حَقَّهِ تَعَالَى فَلَوْ وَجَبَ فِعْلُ الصَّلَاحِ وَالْأَصْلَحِ عَلَى اللهِ تَعَالَى كَمَا تَقُوْلُهُ الْمُعْتَزِلَةُ لَهَدَاهُمُ اللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى إِلَى الصَّوَابِ فِي عَقَائِدِهِمْ وَلَمَا تَرَكَهُمْ فِي عَمَاهُمْ يَتَرَدَّدُوْنَ. وَهَوْسُهُمْ فِي هَذَا الْفَصْلِ ظَاهِرُ لِكُلِّ عَاقِلٍ، فَلَا نُطِيْلُ بِهِ، وَبِاللَّهِ التَّوْفِيقُ.

Adapun sifat ja 'iz bagi Allah Ta'ala, andaikan berbuat baik dan yang terbaik itu wajib bagi Allah Ta'ala sebagaimana pendapat Mu'tazilah, pasti Allah I telah menunjukkan mereka pada kebenaran dalam akidahnya, dan tidak membiarkan mereka bingung dalam kebuataan- nya. Kegilaan mereka dalam pembahasan ini sangat jelas bagi orang berakal, maka aku tidak menjelaskannya secara panjang lebar. Wa billahit taufiq.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjemah kitab matan taqrib pembahasan tentang hukum-hukum shalat

كِتَابُ الصَّلَاةِ  Pembahasan shalat  Shalat-shalat yang diwajibkan  الصَّلَاةُ الْمَفْرُوْضَةُ خَمْسٌ: Shalat yang diwajibkan itu ada 5.yaitu:  (۱) الظَّهْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا زَوَالُ الشَّمْسِ، وَآخِرُهُ إِذَا صَارَ ظِلُّ كُلِّ شَيْءٍ مِثْلَهُ بَعْدَ ظِلَّ الزَّوَال.  1. Zhuhur,  waktu salat zhuhur mulai setelah lewat rembang matahari (setelah matahari tergelincir ke arah barat). Dan akhir waktunya adalah ketika bayang- bayang sebuah benda telah sama panjangnya dengan benda itu, sesudah matahari lewat rembang. (۲) وَالْعَصْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا الزَّيَادَةُ عَلَى ظِلَّ الْمِثْلِ، وَآخِرُهُ في الاخْتِيَارِ إِلَى ظِلَّ الْمِثْلَيْنِ وَفِي الْجَوَازِ إِلَى غُرُوبِ الشَّمْسِ  2. Ashar,  waktu salat ashar dimulai setelah bayang-bayang sebuah benda yang sama dengan benda aslinya tadi bertambah panjang. Dan akhir waktunya menurut waktu Ikhtiar (waktu yang menjadi pilihan untuk menger- jakan salat sebelum masuk pada bagian waktu berikutnya) adalah...

Terjemah kitab mutammimah tentang bab kalam

               بَابُ الكلام          Bab Kalam     الكلامُ هُوَ  اللفظ المُرَكَّبُ الْمُفِيدُ بالوضع kalam adalah satu lafazd yang murakkab yang memberi faedah dengan waza'(sengaja)/bahasa arab Keterangan : • Lafadz adalah suara yang mengandung sebagian huruf Hijaiyah (huruf huruf Arab yang diawali dari alif sampai ya'). Contoh: زَيْدُ dan قَائِمُ  • Murokkab adalah lafadz yang tersusun dari dua kalimat atau lebih dengan susunan isnadi (penisbatan atau penyandaran hukum yang menjadikan kesempurnaan faidah). Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( أنا قائم )Saya orang yang berdiri • Mufid adalah ungkapan berfaidah yang dapat memberikan pemahaman sehingga tidak membutuhkan pertanyaan dari orang yang mendengarkan. Contoh: زَيْدُ قَائِمٌ )Zaid orang yang berdiri( • Wad'i menurut sebagian ulama' nahwu adalah berbahasa Arab, dan menurut ulama' yang lain wad'i adalah disengaja oleh orang yang men...

Terjemah kitab matammimah tentang isem alam

    _________________________________________ Note:⚠️ Bila antum menemukan kesalahan dalam penulisan maka sangat diharapkan untuk mengomentari nya, Syukran kasiran ____________________________________________   فَصْلٌ فِي بَيَانِ الإِسْمِ الْعَلَمِ Fasal Tentang Isim Alam الْعَلَمُ نَوْعَانِ: شَخْصِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِشَيْءٍ بِعَيْنِهِ لَا يَتَنَاوَلُ غَيْرُهُ كَزَيْدٍ وَفَاطِمَةَ وَمَكَّةَ وَشَدْقَمٍ وَقَرَنٍ. Isim alam ada dua. Yaitu: 1. Alam syakhs, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk sesuatu yang sudah nyata (individu) dan tidak mencakup yang lainnya.  Contoh: زَيْدٍ - فَاطِمَةَ - مَكَّةَ - شَدْقَم - قَرَنٍ  وَجِنْسِيٌّ وَهُوَ مَا وُضِعَ لِجِنْسِ مِنَ الْأَجْنَاسِ كَأَسَامَةَ لِلْأَشَدِ وَثُعَالَةَ لِلتَّعْلَبِ وَذُؤَالَةَ لِلذِّئْبِ وَأُمُّ عِرْيَطٍ لِلْعَقْرَبِ. 2. Alam jinis, ialah alam yang diletakkan (dicetak) untuk beberapa jinis.  Contoh: أسامة untuk nama harimau, تُعَالَةَ untuk nama musang, ذُؤَالَةَ untuk srigala, dan أُمُّ عِرْبَط...