Langsung ke konten utama

Postingan

Terjemah ilmu tauhid kitab Ummul barahin imam As-Sanusi tentang dalil-dalil wujud Allah

Barahin  ■ Burhan Wujud Allah  (ص)  (أَمَّا بُرْهَانُ وُجُوْدِهِ تَعَالَى فَحُدُوْثُ الْعَالَمِ. لِأَنَّهُ لَوْ لَمْ يَكُنْ لَهُ مُحْدِثُ بَلْ حَدَثَ بِنَفْسِهِ لَزِمَ أَنْ يَكُوْنَ أَحَدُ الأَمْرَيْنِ الْمُتَسَاوِيَيْنِ مُسَاوِيًا لِصَاحِبِهِ رَاجِحًا عَلَيْهِ بِلا سَبَبٍ وَهُوَ مُحَالُ. وَدَلِيلُ حُدُوْثِ الْعَالَمِ مُلَا زَمَتُهُ لِلْأَعْرَاضِ الْحَادِثَةِ مِنْ حَرَكَةٍ وَسُكُوْنٍ وَغَيْرِهِمَا وَمُلازِمُ الْحَادِثِ حَادِثُ وَدَلِيلُ حُدُوْثِ الْأَعْرَاضِ مُشَاهَدَةُ تَغَيَّرِهَا مِنْ عَدَمٍ إِلَى وُجُودِ وَمِنْ وُجُودِ إِلَى عَدَمٍ)  Burhan wujudnya Allah Ta' ala adalah kehudutsan alam. Sebab andaikan alam tidak ada yang menciptakan, namun ada dengan sendirinya, maka pasti ada salah satu dari dua hal yang sama, yang menyamai selainnya, dan yang mengunggulinya tanpa sebab, dan hal itu muhal. Dalil kehudutsan alam adalah selalu menetapi sifat baru seperti bergerak, diam, dan selainnya. Padahal sesuatu yang selalu menetapi sifat baru adalah baru. Adapun dalil kehudu...

Terjemah kitab tauhid Ummul barahin imam As-Sanusi tentang sifat jaiz bagi Allah

SIFAT JAIZ BAGI ALLAH  (ص)  (وَأَمَّا الْجَائِزُ فِي حَقَّهِ تَعَالَى فَفِعْلُ كُلِّ مُمْكِنٍ أَوْ تَرْكُهُ)  Adapun sifat ja iz bagi Allah Ta' ala adalah melakukan segala hal mumkin atau meninggalkannya. • Syarh  [ش]  لَمَّا فَرَغَ مِنْ ذِكْرِ مَا يَجِبُ فِي حَقَّهِ تَعَالَى وَمَا يَسْتَحِيلُ ذَكَرَ هُنَا الْقِسْمَ الثَّالِثَ، وَهُوَ مَا يَجُوْزُ فِي حَقَّهِ تَعَالَى.  Setelah Kitab Asal selesai menyebutkan sifat wajib dan mustahil bagi Allah Ta'ala, di sini Kitab Asal menyebutkan bagian ketiga, yaitu sifat ja iz bagi Allah Ta'ala. فَذَكَرَ أَنَّ الْجَائِزَ فِي حَقَّهِ تَعَالَى هُوَ فِعْلُ كُلِّ مُمْكِنٍ أَوْ تَرْكُهُ، فَيَدْخُلُ فِي ذَلِكَ الثَّوَابُ وَالْعِقَابُ، وَبَعْثُ الْأَنْبِيَاءِ عَلَيْهِمُ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ. Lalu Kitab Asal menyebutkan bahwa sifat ja iz bagi Allah Ta'ala adalah melakukan segala hal mumkin atau meninggalkannya. Bila demikian maka pahala, siksa, mengutus para nabi-'alaihimush shalatu was salam-termasuk di dalamnya.  وَال...

Terjemah kitab Ummul barahin ilmu tauhid Imam As-Sanusi sifat mustahil bagi Allah dari 9-13

9-13. Jahl, Maut, Shamam, 'Ama, dan Bukmu [ص]  (وَكَذَا يَسْتَحِيلُ عَلَيْهِ تَعَالَى الْجَهْلُ وَمَا فِي مَعْنَاهُ بِمَعْلُومٍ مَا، وَالْمَوْتُ، وَالصُّمَمُ، وَالْعَمَى، وَالْبُكْمُ)  Begitu pula mustahil bagi Allah  (9) sifat jahl (bodoh) dan sifat yang semakna dengannya pada pengetahuan, apapun itu,  (10) maut (mati),  (11) shamam (tuli),  (12) 'ama (buta) dan  (13) bukm (bisu). [ش]  مُرَادُهُ بِمَا فِي مَعْنَى الْجَهْلِ الظَّنُّ وَالشَّكُ وَالْوَهْمُ وَالنَّسْيَانُ وَالنَّوْمُ وَكَوْنُ الْعِلْمِ نَظَرِيًّا وَنَحْوُ ذَلِكَ. وَبِالْجُمْلَةِ فَالْمُرَادُ بِهِ كُلُّ مَا شَارَكَ الْجَهْلَ فِي مُضَادَّتِهِ لِلْعِلْمِ، وَإِنَّمَا كَانَ فِي مَعْنَى الْجَهْلِ لِمُنَافَاتِهَا الْعِلْمَ حَسْبَ مُنَافَاةِ الجهل Syarh Maksud ungkapan": semakna dengan bodoh" adalah Kitab Asal dengan "Dan sifat yang zhann (dugaan), syakk (keraguan), wahm (salah sangka), nisyan (lupa), naum (tidur), keberadaan ilmu bersifat nazhari (penalaran), dan semisalnya. Kesimpulannya, ...

Terjemah kitab Ummul barahin imam As-Sanusi tentang sifat mustahil bagi Allah ke 6-8

Sifat-sifat yang mustahil bagi Allah 6-8 6. La Yakun Wahidan  [ص]  (وَكَذَا يَسْتَحِيلُ عَلَيْهِ تَعَالَى أَنْ لَا يَكُوْنَ وَاحِدًا، بِأَنْ يَكُونَ مُرَكَبًا فِي ذَاتِهِ، أَوْ يَكُوْنَ لَهُ مُمَائِلٌ فِي ذَاتِهِ أَوْ صِفَاتِهِ، أَوْ يَكُونَ مَعَهُ فِي الْوُجُودِ مُؤَثَّرٌ فِي فِعْلٍ مِنَ الْأَفْعَالِ)  Begitu pula mustahil bagi Allah Ta' ala (6) tidak esa, yakni Zat-Nya tersusun, ada hal lain yang sama dengan Zat atau sifat-sifat-Nya, atau wujud mu atstsir dalam suatu perbuatan bersama-Nya.  Syarh  ش]  قَدْ عَرَفْتَ أَنَّ أَوْجُهَ الْوَحْدَانِيَّةِ ثَلَاثَةُ: وَحْدَانِيَّةُ الذَّاتِ، وَوَحْدَانِيَّةُ الصَّفَاتِ، وَوَحْدَانِيَّةُ الْأَفْعَالِ.  Sungguh Anda telah mengetahui, bahwa dimensi Wahdaniyyah ada tiga, yaitu: Wahdaniyyah az-Zat, Wahdaniyyah ash-Shifat, dan Wahdaniyyah al-Af'al. وَكُلُّهَا وَاجِبَةٌ لِمَوْلَانَا جَلَّ وَعَزَّ وَحْدَهُ فَوَحْدَانِيَّةُ الذَّاتِ تُنْفِي التَّرْكِيبَ فِي ذَاتِهِ تَعَالَى وَوُجُودُ ذَاتٍ أُخْرَى تُمَائِلُ النَّاتَ ا...

Terjemah kitab tauhid Ummul barahin imam As-Sanusi tentang sifat mustahil bagi Allah

SIFAT MUSTAHIL BAGI ALLAH  ________________________________________ (ص)  (وَمِمَّا يَسْتَحِيلُ فِي حَقِّهِ تَعَالَى عِشْرُوْنَ صِفَةً، وَهِيَ أَضْدَادُ الْعِشْرِينَ الأولى)  Di antara sifat yang mustahil bagi Allah Ta'ala, ada 20 sifat, yaitu kebalikan 20 sifat wajib yang telah disebutkan pertama kali.  ________________________________________ ■ Syarh  [ش]  مُرَادُهُ بِالضَّدَّ هُنَا الضَّدُّ اللُّغَوِيُّ، وَهُوَ كُلُّ مُنَافٍ سَوَاءٌ كَانَ وُجُودِيًّا أَوْ عَدَمِيًّا، فَكَأَنَّهُ يَقُوْلُ: يَسْتَحِيلُ فِي حَقَّهِ تَعَالَى كُلُّ مَا يُنَافِي صِفَةً مِنَ الصَّفَاتِ الْأَوْلَى. Maksud Kitab Asal dengan kata ضِدُّ (kebalikan) di sini adalah kebalikan lughawi, yaitu setiap hal yang menafikannya, baik yang bersifat wujud maupun yang bersifat tidak wujud, seolah Kitab Asal menyata- kan: "Mustahil bagi Allah Ta'ala setiap sifat yang menafikan suatu sifat dari sifat-sifat wajib-Nya yang telah disebutkan pertama kali."  لمَا تَقَرَّرَ وُجُوْبُهَا لَهُ تَعَالَى ...

Terjemah kitab Ummul barahin ilmu tauhid Ummul barahin imam As-Sanusi tentang sifat maknawiyah

SİFAT-SİFAT MAKNAWİYAH  _________________________________________   [ص]  (ثُمَّ سَبْعُ صِفَاتٍ تُسَمَّى صِفَاتٍ مَعْنَوِيَّةٍ، وَهِيَ مُلازِمَةٌ لِلسَّبْعِ الْأُولَى)  Kemudian tujuh sifat yang dinamakan sifat maknawiyah, yaitu kelaziman tujuh sifat (ma'ani yang telah disebutkan) yang pertama.  ______________________________________ • Syarh  [ش]  إِنَّمَا سُمِّيَتْ هَذِهِ الصَّفَاتُ مَعْنَوِيَّةٌ لِأَنَّ الْاتَّصَافَ بِهَا فَرْعُ الْإِنْصَافِ بِالسَّبْعِ الْأَوْلَى، فَإِنَّ اتِّصَافَ مَحَلَّ مِنَ الْمَحَالِ بِكَوْنِهِ عَالِمًا أَوْ قَادِرًا مَثَلًا لَا يَصِحُ إِلَّا إِذَا قَامَ بِهِ الْعِلْمُ أَوِ الْقُدْرَةُ، وَقِسْ عَلَى هَذَا. Sifat-sifat ma'nawiyah ini disebut sifat karena bersifat dengannya merupakan cabang (pada ranah penalarannya) dari bersifat dengan tujuh sifat ma'ani yang pertama. Sebab, sungguh bersifatnya suatu zat dari berbagai zat dengan sifat 'alim (yang tahu) atau qadir (yang mampu) umpama- nya, tidak sah kecuali bila padanya ada ilmu d...

Terjemah kitab ilmu tauhid Ummul barahin imam As-Sanusi tentang sifat ma'ani

Tujuh Sifat Ma'ani  ________________________________________ [ص]  (ثُمَّ يَجِبُ لَهُ تَعَالَى سَبْعُ صِفَاتٍ تُسَمَّى صِفَاتِ الْمَعَانِي)  Kemudian wajib bagi Allah Ta' ala tujuh sifat yang disebut sifat ma' ani. ________________________________________  [ش]  مُرَادُهُمْ بِصِفَاتِ الْمَعَانِي الصَّفَاتُ الَّتِي هِيَ مَوْجُودَةٌ فِي نَفْسِهَا سَوَاءٌ كَانَتْ حَادِثَةٌ كَبَيَاضِ الْجِرْمِ مَثَلًا وَسَوَادِهِ، أَوْ قَدِيمَةٌ كَعِلْمِهِ تَعَالَى وَقُدْرَتِهِ فَكُلُّ صِفَةٍ مَوْجُوْدَةٌ فِي نَفْسِهَا فَإِنَّهَا تُسَمَّى فِي الْإِصْطِلَاحِ صِفَةً معنى.  Maksud ulama dengan istilah sifat-sifat ma'ani adalah sifat-sifat yang wujud dengan memper- timbangkan dirinya sendiri, baik bersifat hadits, seperti warna putih suatu benda dan warna hitamnya, umpamanya, ataupun bersifat qadim, seperti ilmu dan qudrah Allah Ta'ala. Maka setiap sifat yang wujud dengan mempertim- bangkan dirinya sendiri dalam istilah ilmu kalam disebut sifat makna (ma'ani). وَإِنْ كَانَتْ الصَّفَة...